Sobat Psike yang sedang atau pernah berpengalaman bekerja, pasti sudah merasakan bagaimana atmosfer yang dirasakan saat bekerja. Apalagi bagi kamu yang sudah sering berpindah-pindah tempat kerja, mungkin sudah mengetahui berbagai jenis lingkungan kerja yang dirasakan. Ada lingkungan kerja yang membuat nyaman, ada pula lingkingan kerja yang membuat kamu tidak betah bekerja di tempat tersebut. Bagi kamu yang merasa tidak betah dalam suatu lingkingan kerja, mungkin kamu berada di dalam lingkungan kerja yang toxic.
Lingkungan tempat kerja adalah hubungan timbal balik individu di tempat kerja, yang berupa manusia dan organisasi.
Sebuah lingkungan kerja, dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori:
1. Lingkungan kerja yang kolaboratif, yang menghasilkan rasa nyaman, kebahagiaan, kegembiraan, kerja sama, dan keenjoyan di tempat kerja.
2. Lingkungan kerja yang toxic, yang mengakibatkan kecemasan, stress, depresi, ketidaknyamanan, seringnya absen, dan akhirnya dapat menurunkan produktivitas.
Sebuah lingkungan kerja juga dapat dikatakan toxic bila terdapat hal-hal seperti:
1. Workplace ostracism, atau pengasingan karyawan di tempat kerja. Workplace ostracism merupakan sebuah persepsi individu di mana ia merasa dikucilkan oleh rekan-rekannya di tempat kerja
2. Workplace incivility, yaitu sebuah tindakan yang disengaja oleh seorang karyawan untuk melanggar norma di tempat kerja dan mengganggu karyawan lain untuk memenuhi keuntungan pribadinya
3. Workplace bullying, yaitu sebuah tindakan negatif yang meliputi kritik, isolasi sosial, bercanda di luar batas kewajaran dan pemantauan yang berlebihan yang berdampak pada kesehatan mental korbannya. Bullying ini dapat dilakukan oleh semua pihak, baik itu bos, surpervisi, manager, bahkan sesama rekan kerja.
Apa saja ciri-ciri yang menandakan bahwa lingkungan kerjamu sudah termasuk toxic?
1. Atasan yang membuat rencana yang tidak realistis, seperti memberikan banyak job desc tambahan karena ia memiliki suatu rencana pada perusahaannya sementara kamu bukan karyawan yang bertanggung jawab dalam hal tersebut.
2. Rekan-rekan kerja yang tidak respect. Salah satu faktor yang membuat kita dapat berkembang secara individu adalah adanya dukungan sosial dari lingkungan. Namun, apabila lingkungan tidak mendukung dan justru malah memberikan tekanan, maka kamu harus berhati-hati dengan lingkungan tersebut karena akan berdampak buruk pada dirimu.
3. Kamu sering berpikir untuk resign. Mungkin beberapa diantara kamu ada yang baru diterima kerja beberapa waktu, tetapi kamu sudah berpikir untuk mencari tempat kerja yang baru. Mungkin ini menjadi salah satu ciri bahwa lingkungan kerjamu sudah termasuk toxic.
4. Apa yang kamu berikan pada perusahaan tidak dihargai. Jika sudah berada di tahap ini, lamu sebaiknya berpikir lagi untuk tetap berada di perusahaan tersebut dalam waktu yang lama.
Jika kamu ingin keluar dari lingkungan toxic tersebut, maka cara yang dapat dilakukan adalah coba berdiskusi dengan HR atau siapapun yang dapat membantumu dalam permasalahan ini. Jika hal itu tidak berhasil, mungkin jalan yang terbaik adalah dengan keluar dari pekerjaan tersebut.
Referensi:
Anjum, A., Ming, X., Siddiqi, A. F., & Rasool, S. F. (2018). An empirical study analyzing job productivity in toxic workplace environments. International journal of environmental research and public health, 15(5), 1035.
Deiratani, A. (2021). 10 signs that you’re in a toxic work environment. Retrieved from https://www.teambonding.com/10-signs-that-youre-in-a-toxic-work-environment/
Elliot, K. (2021). Three signs you’re in a toxic work environment and need to escape. Retrieved from https://www-forbes-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.forbes.com/sites/forbescoachescouncil/2021/07/07/three-signs-youre-in-a-toxic-work-environment-and-need-to-escape/amp/?amp_js_v=a6&_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16318456040683&_ct=1631845619935&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=From%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fwww.forbes.com%2Fsites%2Fforbescoachescouncil%2F2021%2F07%2F07%2Fthree-signs-youre-in-a-toxic-work-environment-and-need-to-escape%2F