Pergi ke laut, menikmati pemandangan, berenang, atau melakukan olahraga air lain, mungkin sebuah gambaran aktivitas yang cukup menyenangkan, bukan? Namun, tidak semua orang merasakan bahwa keindahan laut adalah suatu hal yang menyenangkan. Bagi penderita thalassophobia, hal ini bagaikan mimpi buruk. Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Thalassophobia adalah jenis fobia spesifik yang melibatkan ketakutan secara terus-menerus dan intens terhadap badan air yang dalam seperti laut. Apa yang membuat fobia ini berbeda dari aquaphobia?
Dimana aquaphobia melibatkan ketakutan akan air itu sendiri, thalassophobia berpusat pada badan air yang tampak luas, gelap, dalam, dan berbahaya. Orang-orang thalassophobia cenderung merasa takut pada apa yang mengintai di bawah permukaannya.
Penyebab Thalassophobia
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan ketakutan akan laut, antara lain:
Genetika
Dari perspektif alam, evolusi dan genetika mungkin memiliki peran sebagai pemicu timbulnya thalassophobia pada seseorang. Nenek moyang kita yang lebih berhati-hati dan takut akan perairan dalam mungkin bisa jadi mewariskan gen ini kepada keturunan mereka.
Pengalaman masa lalu
Ketakutan ini mungkin juga disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang cenderung buruk, yang mungkin dialami orang di sekitar air.
Pola asuh
Mengamati orang lain, terutama figur orang tua dan orang dewasa sangat berpengaruh, figur yang sering kita lihat ketika mereka merasa takut akan air dalam mungkin juga menjadi faktor penyebabnya.
Ada juga sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan fobia spesifik seperti thalassophobia. Beberapa di antaranya adalah:
- Memiliki anggota keluarga dengan thalassophobia
- Faktor kepribadian, seperti menjadi lebih negatif, sensitif, atau cemas
- Pengalaman pribadi traumatis yang melibatkan perairan dalam, perairan besar, atau perjalanan laut
- Mendengar cerita dari orang lain atau melalui sumber media yang berfokus pada kecelakaan air
Gejala Thalassophobia
Fobia dapat memicu gejala fisik dan emosional.
Beberapa gejala fisik umum thalassophobia meliputi:
- Pusing
- Mual
- Jantung berdebar cepat
- Napas cepat
- Sesak napas
- Berkeringat
Beberapa gejala emosional umum thalassophobia meliputi:
- Menjadi kewalahan
- Perasaan cemas
- Perasaan ingin melarikan diri
- Rasa takut kehilangan kontrol terhadap berbagai hal di sekitarnya.
- Takut akan pingsan atau mati
- Rasa takut akan sakit atau tersakiti
Respons rasa takut ini dapat terjadi jika Anda bersentuhan langsung dengan laut atau perairan dalam lainnya, seperti mengemudi melewati pantai atau terbang di atas lautan dengan pesawat. Tetapi Anda tidak harus berada di dekat air untuk mengalami gejala.
Cara Mengatasi Thalassophobia
Thalassophobia sangat mungkin untuk disembuhkan. Jika Anda merasa bahwa fobia yang Anda alami sudah mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, akan lebih baik jika Anda segera mencari pertolongan tenaga profesional seperti psikolog maupun psikiater. Ada beberapa metode yang bisa Anda coba untuk mengatasi rasa takut Anda terhadap lautan dan samudera, langkah paling efektif dalam mengatasi fobia laut adalah melalui terapi psikologis. Jenis terapi yang paling disarankan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respons penderita thalassophobia yang tadinya negatif terhadap laut, menjadi positif dan realistis.
Metode lain yang cukup ampuh untuk mengatasi thalassophobia adalah exposure therapy. Anda dapat mengambil pendekatan swadaya untuk menghadapi ketakutan Anda. Mulailah dengan memvisualisasikan diri Anda di dekat perairan yang dalam, kemudian gunakan teknik relaksasi yang telah Anda latih untuk menenangkan diri.
Seiring waktu, secara bertahap paparkan diri Anda pada sumber ketakutan Anda, dimulai dengan gambar, kemudian perairan yang lebih kecil, dan akhirnya laut dalam, atau danau besar. Setiap kali Anda merasa gejala kecemasan muncul, gunakan metode relaksasi Anda untuk meredakan respons rasa takut Anda.
Seiring waktu, ketakutan Anda akan mulai mereda dan Anda akan merasa jauh lebih mudah untuk mencapai keadaan pikiran yang tenang.
Referensi:
- Cherry, K. (2020). Coping With the Fear of the Ocean. Diakses pada 22 September 2021 dari https://www.verywellmind.com/thalassophobia-fear-of-the-ocean-4692301
- Zoppi, L. (2020). Causes and Treatments For Thalassophobia. Diakses pada 22 September 2021 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/thalassophobia#definition