Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Stres Kerja: Cari Tahu Penyebabnya!

Kebutuhan hidup memanglah bermacam-macam. Kebutuhan hidup dasar seperti sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan hidup manusia harus terpenuhi untuk menunjang kehidupannya. Seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya berisiko memiliki masalah dalam hidupnya seperti kurang gizi, terlantar, atau kriminalitas. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang harus berusaha mendapatkan sumbernya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan bekerja. Bekerja bertujuan untuk mendapatkan sumber uang atau material yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti makan, pakaian, atau tempat tinggal. Bekerja tidak sekadar membuat suatu produk saja, melainkan juga menawarkan jasa kepada pelanggan. Bekerja secara mandiri seperti berdagang atau praktek jasa dapat dilakukan. Bekerja secara berkelompok baik kelompok kecil ataupun kelompok besar juga bisa dikembangkan oleh individu.

Proses bekerja memiliki beberapa hal atau proses yang menarik untuk dibahas. Salah satu fenomena yang bisa dibahas secara psikologi yaitu stres kerja. Stres kerja merupakan stres yang dialami dalam pekerjaan dan lingkungan kerja. Seseorang mengalami stres kerja akibat kurang dapat mengatasi atau menyelesaikan permasalahan yang dialami di pekerjaan atau yang terjadi di lingkungan kerjanya.

Stres bekerja tidak begitu saja muncul tanpa sebab. Seseorang dapat mengalami stres kerja akibat beberapa hal berikut:

  • Tuntutan pekerjaan; tingginya tuntutan pekerjaan dari atasan kepada bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan dapat membuat seseorang mengalami stres kerja. Selain itu, singkatnya waktu antara pemberian tugas dan deadline menjadi faktor penyebeb stres kerja.
  • Kurang kontribusi; sedikitnya kesempatan untuk dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan dalam lingkungan kerja juga dapat menjadi faktor pemicu stres kerja. Seseorang yang tidak memiliki kesempatan mengutarakan apa yang dirasakan di lingkungan kerja cenderung lebih mudah mengalami stres.
  • Kontrol atasan/pemimpin; tingginya kontrol yang dimiliki atasan atau pemimpin ketika bekerja juga dapat menjadi faktor penyebab. Kontrol yang terlalu tinggi mengakibatkan seseorang lebih mudah tertekan dan lelah dalam bekerja sehingga memicu timbulnya stres kerja.
  • Tidak sesuai kriteria; pekerja yang mengambil tanggung jawab atas suatu pekerjaan namun memiliki kompetensi atau kriteria yang tidak seharusnya cenderung lebih mudah merasakan stres kerja. Pentingnya analisis jabatan untuk menentukan kriteria pekerjaan bagi pekerja adalah untuk mencegah pekerja bekerja tidak sesuai dengan bidang atau kompetensinya yang akan berisiko timbulnya stres kerja.

Stres yang dialami ketika bekerja memang wajar terjadi. Stres kerja juga tidak selamanya merupakan distres (stres negatif) namun juga ada eustress (stres positif). Eustress misalnya pada mereka yang stres ketika bekerja, namun dari hasil pekerjaannya tersebut membuat dirinya memiliki kompetensi atau keahlian tertentu, bahkan juga atas hasil kerjanya dapat membuatnya mendapatkan promosi jabatan.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai stres kerja. Semoga bermanfaat:)

 

References:

  1. King, L. A. (2017). Psikologi umum – Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.
  2. Sonnentag, S., & Frese, M. (2013). Stress in organizations. In N. W. Schmitt, S. Highhouse, & I. B. Weiner (Eds.), Handbook of psychology: Industrial and organizational psychology (pp. 560–592). John Wiley & Sons, Inc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *