Pernahkah kalian mendengar istilah sibling rivalry? Masih terasa asing? Mari kita ulas bersama, apa sih yang dimaksud sibling rivalry?
Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hal ini terjadi pada semua orang tua yang mempunyai dua anak atau lebih. Sibling rivalry merupakan kompetisi atau persaingan antar saudara untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau persetujuan dari satu atau kedua orang tua.
Sibling rivalry atau perselisihan yang terjadi pada anak-anak tersebut adalah hal yang biasa bagi anak-anak usia antara 5-11 tahun. Bahkan kurang dari 5 tahun pun sudah sangat mudah terjadi sibling rivalry itu. Istilah ahli psikologi hubungan antar anak-anak seusia seperti itu bersifat ambivalent dengan love hate relationship.
Faktor Sibling Rivalry
Ada sejumlah faktor yang dinilai dapat mempengaruhi terjadinya sibling rivalry, antara lain:
1. Jumlah saudara
Jumlah saudara yang kecil cenderung menghasilkan hubungan yang lebih banyak terjadi perselisihan. Karena, anak-anak akan lebih sering menghabiskan banyak waktu dengan saudara-saudaranya.
2. Urutan kelahiran biasanya
Orang tua memiliki harapan tertentu pada anak yang berusia lebih tua hal ini ini dapat menyebabkan orang tua menunjukkan perilaku yang berbeda kepada anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu.
3. Jarak kelahiran
Semakin dekat jarak usia antara kakak dan adik, maka semakin besar pula kemungkinan munculnya banyak masalah antara kakak dan adik.
4. Jenis kelamin saudara kandung
Anak laki-laki dan perempuan bereaksi sangat berbeda terhadap saudara laki-laki dan perempuannya. Misalnya, dalam kombinasi perempuan-perempuan terdapat lebih banyak iri hati daripada dalam kombinasi laki-perempuan atau laki-laki. seorang kakak perempuan kemungkinan lebih cerewet dan suka mengatur terhadap adik perempuannya daripada adik laki-lakinya sedangkan anak laki-laki lebih banyak berkelahi dengan kakak laki-laki daripada dengan kakak perempuannya.
5. Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua tentunya penting juga dalam mempengaruhi terjadinya sibling rivalry pada anak-anaknya. Ayah dan Ibu yang tidak memberikan perhatian yang adil kepada anak-anakanya, sering membanding-bandingkan anak-anaknya, mengidolakan salah satu anak, dan perilaku negatif lainnya dapat menyebabkan anak merasa iri terhadap saudaranya.
Dampak Sibling Rivalry
Penting juga untuk kita memahami dampak yang diakibatkan dari sibling rivalry yang dialami oleh anak, antara lain:
1. Anak dapat menunjukkan perilaku tantrum, seperti ledakan emosi dengan teriakan, menangis kencang, atau melempar barang.
2. Anak dapat mengembangkan perasaan dendam terhadap saudaranya dan menunjukkan perilaku agresi, seperti memukul, mencakar, menendang, dan sebagainya.
3. Anak dapat mengalami kemunduran dalam tahapan perkembangan, seperti anak kembali mengompol, meminta ASI, bertingkah seperti bayi, dan sebagainya.
4. Anak mengalami penurunan kepercayaan diri.
Cara Mencegah Terjadinya Sibling Rivalry
1. Pahami bahwa tiap anak itu berbeda
Walaupun anak lahir dari rahim yang sama namun setiap anak tentunya memiliki karakter yang berbeda, dan tentunya cara memperlakukan masing-masing anak juga berbeda. Jangan pernah membandingkan anak, apalagi perbandingan itu dilakukan dengan memuji kelebihan sang adik terhadap sang kakak. Karena hal ini dapat membuat masing-masing anak merasa tidak nyaman.
2. Jangan selalu meminta sang kakak untuk mengalah
Jika orang tua selalu meminta kakak untuk mengalah maka akan membuat sang adik menjadi besar kepala, dan semakin menimbulkan kecemburuan antara kakak dan adik. Alih-alih menyuruh sang kakak untuk mengalah, alangkah lebih baik jika memberi pengertian kepada adik.
3. Berikan perhatian dan waktu yang berkualitas pada masing-masing anak
Orang tua harus bisa membagi waktu antara kakak dan adik. Walaupun sang kakak lebih tua namun dukungan dan perhatian yang ia butuhkan dari kedua orang tuanya sama seperti adiknya. Sebisa mungkin ciptakan waktu yang berkualitas dengan masing-masing anak.
4. Orang tua yang saling mendukung
Orang tua dapat mengekspresikan emosi positif kepada satu sama lain dalam mengasuh anak-anak. Ketika orang tua saling mendukung perilaku pengasuhan satu sama lain, maka orang tua secara bergantian dapat membantu kakak atau adik dalam mengatasi rasa cemburu satu sama lain.
Itulah beberapa informasi mengenai sibling rivarly. Pada dasarnya, kecemburuan, perselisihan wajar terjadi pada hubungan antar persaudaraan. Namun, hal ini tetap harus diminimalisir untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih besar dan berjangka waktu panjang. Sebagai orang tua, memang sudah tugasnya untuk mengawasi, membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Referensi:
- Berk, L. E. (2018). Development Through The Lifespan. USA: Pearson
- Indanah, & Hartinah, D. (2017). Sibling Rivalry pada Anak Usia Toddler. URCEOL. 257-266
- Health Cleveland Clinic. (2020). 10 Tips for Dealing With Sibling Rivalry. Diakses pada 24 September 2021 dari https://health.clevelandclinic.org/sibling-rivalry-tips-5-for-prevention-5-for-intervention/
- Putri, A. C. T., Deliana, S. M., & Hendriyani, R. (2013). Dampak Sibling Rivalry (Persaingan Saudara Kandung) pada Anak Usia Dini. Developmental and Clinical Psychology, 2(1), 33-37.