Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Pernah kah kalian mengetahui apa itu Work family conflict?

Pernahkah kalian merasakan peran yang saling tumpang tindih atau bersamaan dalam waktu yang sama? Yuk kita cek pembahasan kali ini.

Apa itu work family Conflict?
Work family Conflict adalah konflik antar peran dimana konflik dapat timbul apabila peran di dalam pekerjaan dan peran di dalam keluarga saling menuntut untuk dipenuhi, pemenuhan peran yang satu akan mempersulit pemenuhan peran yang lainnya. Work family Conflict ini tidak hanya dialami oleh perempuan akan tetapi juga dialami oleh laki-laki. Namun, berkaitan dengan peran yang dijalani perempuan yang bekerja lebih mengalami konflik peran daripada laki-laki karena laki-laki dan perempuan mempunyai peran yang berbeda dalam keluarga.

Menurut greenhouse & beutell, 1985 terdapat tiga bentuk utama dari work family Conflict yaitu:

  1. Time based conflict. Dapat terjadi ketika waktu yang dikhususkan untuk satu peran membuat sulit untuk berpartisipasi dalam peran kegiatan yang lain.
  2. strain based conflict. Ketegangan yang dialami dalam satu peran mengganggu partisipasi dalam peran lain. Stres kerja dapat menghasilkan gejala ketegangan seperti kecemasan, kelelahan, apatis, dan mudah tersinggung.
  3. Behavior Based Conflict. Itu Perilaku yang dibutuhkan dalam satu peran tidak sesuai dengan ekspektasi perilaku dalam kegiatan lain.

Ada berbagai macam Dampak yang diakibatkan oleh work family Conflict yaitu dapat berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya di rumah maupun di kantor dan pada anggota keluarga akan merasakan kurangnya perhatian karena peran yang dijalankan tidak bisa secara maksimal.

Tips untuk mengurangi work family Conflict ada tiga yaitu membuat skala prioritas, meminta bantuan keluarga, teman atau mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan di dalam rumah, jika munculnya perdebatan dengan pasangan segera selesaikan konflik dengan mencari titik tengah agar masalah tidak terlalu Larut larut.

 

referensi:
Greenhouse, J.H., & Beutell, N.J (1985). Sources of Conflict between Work and Family Roles. The Academic of Management Review,10 (1) 76.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *