Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Penelitian Membuktikan, Narsisme Dapat Mengatasi Depresi dan Stres


Apakah Anda merasa bahwa Anda lebih baik daripada orang lain, dan tidak perlu malu atas kondisi Anda? Jika demikian, Anda mungkin akan dianggap sebagai seorang “narsis” dan dapat dianggap sebagai orang yang paling menjengkelkan di lingkungan Anda.

Tetapi beberapa penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa beberapa tipe narsisme mungkin bukan hal yang buruk. Mengapa? Karena narsisme dapat memberikan tingkat ketangguhan mental sehingga dapat melindungi dalam menghadapi kritik dan keraguan diri.

Kostas Papageorgiou, penulis utama studi tersebut dan asisten profesor di sekolah psikologi Queen’s University Belfast, Irlandia Utara, mengatakan bahwa setidaknya terdapat beberapa aspek narsisme yang dapat membantu seorang individu dalam meningkatkan ketahanan mereka terhadap beberapa jenis psikopatologi, yaitu, gejala depresi dan stres yang dirasakan. Narsisme tampaknya berkorelasi positif terhadap harga diri dan extraversion yang sehat.

Secara total, penelitian ini meneliti sekitar 700 peserta, pada usia rata-rata antara 22 dan 25. Kuesioner dirancang untuk mengukur kecenderungan narsis, ketangguhan mental, dan stres. Peserta juga mendapat peringkat untuk lebih dari satu jenis narsisme. Papageorgiou menekankan bahwa penelitian ini tidak fokus pada narsisme yang ekstrem, atau dalam istilah klinis dikenal sebagai “gangguan kepribadian narsistik. Bagaimanapun, narsisme yang ekstrem akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang secara negatif.

Pada intinya adalah bahwa orang harus fleksibel. Mereka harus bisa beradaptasi dengan cepat apabila kondisi dan keadaan seseorang berubah. Misalnya, orang lebih banyak memilih berjalan dibandingkan berlari. Tetapi terkadang mereka harus bisa berlari ketika mereka harus berlari.

James Maddux, seorang profesor emeritus psikologi klinis di Universitas George Mason, Fairfax, Va., sependapat dengan penelitian ini. Beliau berpendapat bahwa “ada berbagai strategi untuk mencegah dan menangani depresi, termasuk mengubah cara berpikir tentang diri mereka sendiri, tentang dunia dan tentang suatu hubungan.

Beliau juga menambahkan bahwa penelitian ini tidak menyarankan seorang individu untukmenjadi lebih narsis sebagai cara untuk mencegah depresi, tetapi bahwa sifat kepribadian yang kita sebut narsisme dapat mencakup beberapa karakteristik yang dapat menurunkan risiko depresi.

Kuncinya adalah narsisme yang baik adalah narsisme yang memiliki harga diri yang tinggi. Mengapa? Karena Depresi sebagian besar merupakan ‘gangguan’ harga diri. Orang-orang yang merasa depresi sering merasa mereka tidak berharga, tidak ada yang peduli tentang mereka dan mereka tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar.

Jadi, memiliki harga diri yang tinggi secara alami akan membuat seseorang lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi.

Apakah anda punya pengalaman bagaimana mengatasi depresi ? Bagikan pengalaman anda disini,

https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-mengatasi-depresi-atau-tekanan-batin/41292/6