Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Nikmatnya Tidur : Yuk Kita Kenali Manfaat dan Kebutuhan Tidur

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya kita memiliki jam tidur dan diharuskan untuk tidur. Kita tau bahwa tidur melibatkan penurunan pergerakan tubuh dan biasanya dengan mata tertutup. Namun apakah kamu tau definisi tepat mengenai tidur? Tidur didefinisikan sebagai kondisi istirahat alami bagi tubuh dan pikiran yang melibatkan hilangnya kesadaran. Satu siklus tidur berlangsung selama sekitar 90-100 menit dan berulang beberapa kali sepanjang malam sampai kita terbangun.

 

Mengapa kita perlu tidur?

Tidur merupakan syarat agar kita dapat berfungsi normal dan bertahan hidup. Namun alasan pasti kita memerlukan tidur tetap menjadi misteri dan tidak tau mengapa secara tepatnya. Masuk akal jika kita berharap tubuh mendapatkan ketenangan serta “istirahat dan relaksasi”. Kebutuhan akan tidur diantaranya dikarenakan :

1. Tidur merupakan cara untuk menyimpan energi

2. Tidur bersifat menyegarkan dan menguatkan kembali

Tidur dapat memperbaiki, mengisi kembali, dan membangun kembali tubuh dan otak yang telah digunakan sepanjang hari. Hal ini sesuai dengan kondisi kita ketika merasa lelah sebelum tidur dan merasa segar kembali ketika bangun di pagi hari.

Saat tidur lelap, sel tubuh juga memperlihatkan peningkatan produksi dan menurunkan protein. Molekul protein merupakan bagian yang diperlukan untuk pertumbuhan sel dan perbaikan kerusakan dari beberapa faktor, salah satunya stres. Kekurangan tidur dapat memengaruhi sistem imun dengan efek dan cara yang sama seperti stres.

3. Tidur penting untuk konsolidasi memori

Konsolidasi memori adalah perubahan pada fisik otak ketika kita mempelajari sesuatu. Selain itu penting juga untuk mengingat informasi spesifik, kecakapan, dan pengalaman emosional. Memori yang terbentuk pada jam kerja, dapat kamu ‘pindahkan’ ke dalam memori jangka panjang. Kurang tidur seringkali menyebabkan hilangnya memori.

4. Tidur memulihkan dan mengisi ulang otak dan tubuh kita

Tidur akan memberikan kesempatan kepada neuron otak untuk memperbaiki dirinya. Sel reseptor juga mendapatkan istirahat sehingga ketika kita bangun rasa sensitivitas kita meningkat. Sistem lain adalah sistem yang mengatur emosi kita. Amygdala yang membantu proses emosi akan menunjukan aktivitas yang lebih sedikit ketika diperlihatkan hal yang emosional ketika kita cukup tidur. Individu akan lebih emosional ketika kekurangan tidur.

5. Tidur penting untuk membantu pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada bayi dan anak-anak

 

Fenomena Kebutuhan Tidur

Kebutuhan tidur berbeda-beda pada sepanjang waktu hidup. Saat individu bertambah usia, umumnya membutuhkan waktu tidur yang lebih sedikit. Untuk anak-anak, ketika menjadi remaja pola tidur berubah dan biasanya lebih terjaga hingga larut malam dan tidur lebih lama di pagi hari. Ketika remaja memiliki kesempatan, biasanya akan tidur rata-rata 9 jam 25 menit tiap malam. Namun kebanyakan remaja tidur kurang dari 9 jam dan ‘membayar utang’ tidur pada hari libur atau hari minggu. Remaja akhir (usia sekitar 15-18 tahun) akan lebih merasa mengantuk di siang hari dibandingkan remaja awal (usia sekitar 11-14 tahun).

Dalam eksperimen penurunan waktu tidur, di mana orang-orang terjaga atau terbangun dengan waktu paling lama 200 jam, menunjukan bukti bahwa hal tersebut terasa tidak menyenangkan, mereka menjadi mudah lelah, mudah marah, mudah terganggu, tidak dapat berkonsentrasi, menunjukan hilangnya kreativitas, memperlambat reaksi, menurunkan prestasi akademik, menurunkan aktivitas fisik, dan penurunan kemampuan memberikan alasan secara logis. Akan tetapi ketika sudah diberikan kesempatan jam tidur normal, mereka pulih kembali dengan cepat dan mampu melakukan sesuatu seperti tahap sebelum penurunan jam tidur.

 

 

Referensi :

Feldman, Robert S. (2017). Pengantar Psikologi. Edisi 10, Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

King, Laura A. (2016). Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Edisi 3, Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *