Judul : Menyikapi beban masalah kehidupan secara visioner
Tema : Fenomena Psikologi dan Kesehatan Mental di Era Moderen
Pendahuluan
Bagaimana bentuk Fenomena Psikologi dan Kesehatan Mental di Era Moderen? Psikologi dan kesehatan mental sangat berkaitan, saling berbicara, dan saling berintegrasi satu sama lain. Ke duanya tidak bisa dipisahkan dan ditandai dengan gejala psikologi yang menuai positif berakibat baik dengan kesehatan mental. Sudut pandang berlaku untuk aspek yang sama, yakni gejala psikologi yang menuai negatif berakibat kurang baik dengan kesehatan mental.
Masalah psikologi yang kerap hadir dan terjadi pada pribadi orang yang bersangkutan tidak sedikit melahirkan persoalan. Salah satunya contoh pekerjaan atau keuangan yang diperoleh sehingga menciptakan beban pada buruknya mental yang dihadapi. Ke dua komponen tersebut harus diselesaikan secara penuh, seksama, dan cermat serta tidak boleh diselesaikan setengah solusi.
Dinamika hidup boleh datang dan pergi atau istilahnya mati satu tumbuh seribu, namun percayalah semua ada jawabannya. Tidak perlu gegabah dalam mengambil keputusan strategis karena berpotensi pada hasil yang minim manfaatnya. Fenomena psikologi dan kesehatan mental tidak boleh tertekan melainkan hadirkan kebersamaan, keyakinan, dan kepercayaan diri.
Menyikapi beban masalah kehidupan secara visioner
Diakui atau tidak bahwa beban hidup pada situasi pandemi covid-19 menciptakan tekanan hidup yang luar biasa. Bahkan tidak sedikit yang menghantui psikologi dan kesehatan manusia bukanlah wabah virusnya melainkan ketakutannya. Belum lagi dampak covid-19 yang dihasilkan merusak sendi-sendi kehidupan termasuk pekerjaan, pendapatan hidup, dan lainnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, maka harus disikapi dengan dua komponen, yakni : Fenomena Psikologi dan Kesehatan Mental di Era Moderen. Psikologi manusia secara nyata harus berperilaku tenang dan tidak panik supaya berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya. Tambahannya adalah melihat atau memandang ke depan dengan membawa visi yang bernuansa positif.
Fenomena Psikologi
Psikologi manusia pasti terguncang ketika mengalami masalah yang menciptakan pikiran, tekanan, dan beban hidup. Itu semua adalah dinamika kehidupan yang harus disikapi yang bersangkutan dengan tenang, lugas, tidak panik, dan elegan. Gejalan nyata tersebut tidak boleh melahirkan masalah baru, sementara inti persoalan lama itu sendiri belum terselesaikan.
Gunakan pemikiran dingin untuk mencari solusi positif atas persoalan yang terjadi sehingga fenomena psikologi menuai manfaatnya. Cegah dan hindari pemikiran yang tidak dingin untuk mencari solusi positif karena berdampak minimnya kualitas fenomena psikologi. Terlebih situasi pandemi covid-19 yang belum kunjung selesai turut menghadirkan perubahan pada adaptasi kebiasaan lama (AKL).
Kesehatan Mental di Era Moderen
Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pada umumnya, tapi juga berkaitan pada intelektual emosionalnya. Intelektual emosi atau emotional eque (EQ) sangat berperan dalam menyikapi persoalan secara cerdas dan berpikir logis. Intelektual emosi terjadi bukan dalam situasi yang tenang dan terkendali, tapi dalam situasi panas, sulit terkontrol, dan lainnya.
Untuk mengelola intelektual emosi tidak hanya berdasarkan intelektual pikiran saja, tapi terletak pada mental positif. Menciptakan dan sekaligus menghadirkan mental juara atau pemenang yang selalu siap mencari solusi permasalahan. Selain mental juara terbentuk bukan karena menyalahkan orang lain, tapi melihat persoalan secara visioner, dan menerima masukkan.
Menjaga kesehatan mental yang optimal pada situasi pandemi covid-19 terbilang tidak mudah.Walaupun begitu, tetap melihat ke depan sekaligus mengedepankan simulasi dalam menyelesaikan dinamika yang terjadi.
Kesimpulan
Fenomena Psikologi dan Kesehatan Mental di Era Moderen saling berpengaruh satu sama lain. Komponen tersebut sangat menentukan keseluruhan kesehatan manusia secara umum. Dalam menyikapi gaya hidup, selalu dan utamakan psikologi yang cerdas dan tata kelola kesehatan mental. Psikologi dan kesehatan mental tidak boleh berada dalam titik terbawah karena berdampak negatif pada kesehatan batiniah.
Daftar Pustaka
- Gunanjar Ari Agustian, Rahasia Membangkitkan emosional Spiritual Quetiont Power, Jakarta : Arga,2006.
- Hanurawan, F. 2010. Psikologi Sosial. Suatu Pengantar. Bandung: PT Rosdakarya dan Universitas Negeri Malang.
- Hanurawan, F. 2015. Ilmu Psikologi untuk Pemecahan Masalah-Masalah Kemanusiaan. Pidato Pengukuhan Guru Besar. Malang: Universitas Negeri Malang.
- Hanurawan, F. 2018. Psikologi Sosial Terapan untuk Pemecahan Masalah-Masalah Perilaku Sosial. Depok: PT RadjaGrafindo Persada.
- Notosoedirdjo, Moeljono, & Latipun (2002) Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan. Malang: UMM Press.