Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Menghadapi Kecemasan

Kecemasan merupakan hal yang pasti ingin dihindari oleh semua orang, Hidup dengan kecemasan sungguh membuat tidak nyaman, kita tidak bisa bebas melakukan apapun tanpa merasa cemas dan khawatir akan suatu hal. Kecemasan dapat semakin buruk ketika tidak diatasi dengan tepat, untuk mengurangi kecemasan, berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya.

Kecemasan dapat menimbulkan respon fisik seperti Jantung berdegup kencang, otot-otot tegang, tubuh  mulai gemetar, dan nafas menjadi sesak. Psikiater Grant H. Brenner MD, FAPA, salah satu pendiri Neighborhood Psychiatry di Manhattan menggambarkan kecemasan sebagai perasaan tidak nyaman dan khawatir yang mengerikan, disertai oleh rasa takut serta dengan pemikiran negatif yang berulang.

Saat anda mengalaminya, bisa saja anda  mengalami kesulitan berkonsentrasi dan kesulitan dalam pengambilan keputusan. 

Yang Terjadi Dalam Otak 

“Dalam keadaan cemas, otak akan dipengaruhi oleh hormon stres seperti kortisol dan neurotransmitter lain yang berfungsi sebagai perangsang, yaitu norepinefrin, faktor-faktor ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengatur emosi negatif, pemikiran negatif yang berlebihan, dan kesulitan bersantai,” jelas Dr. Brenner

Pada saat yang sama, amigdala, atau pusat emosi otak, menjadi terlalu aktif, yang pada akhirnya akan  mempersulit pusat otak yang lebih tinggi (yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif seperti pembelajaran dan memori) untuk mengatur keadaan emosional dan fisiologis yang memiliki fungsi untuk menenangkan mental dan  fisik.

Amigdala memutuskan emosi apa yang akan diberikan kepada anda dari waktu ke waktu terhadap suatu peristiwa yang terjadi di lingkungan anda. Ketika Amigdala melihat sesuatu yang dianggap berbahaya, ia akan membunyikan alarm untuk memperingatkan anda tentang bahaya dan memotivasi anda untuk melakukan sesuatu dan itu yang disebut dengan kecemasan.

“Kita sebagai manusia terprogram untuk mengulangi tindakan yang membuat kita merasa baik dan menghentikan tindakan yang membuat kita merasa buruk,” kata Dr. Stein seorang psikolog di Anxiety Solutions Of Denver.

Mengapa Kecemasan  Datang  Terus-Menerus?

“Ketika tubuh mengalami gejala kecemasan, otak menafsirkan sinyal-sinyal ini dari tubuh sebagai penyebab kekhawatiran, memperburuk kecemasan dengan menciptakan suatu kondisi seperti lingkaran, tidak pernah selesai,” kata Dr. Brenner. Semakin kita cemas, semakin kita merasa gugup  semakin gugup kita merasa, semakin cemas kita. Jadi semua akan terjadi dengan saling mempengaruhi satu sama lain.

Cara Menenangkan Kecemasan Saat Muncul

Beberapa hal di bawah ini dapat membantu untuk mengatasi atau mengurangi kecemasan.

  1. Menikmati Pemandangan. Pergi sejenak dari rumah untuk melihat pemandangan atau sekedar berjalan-jalan akan membantu perasaan dan pikiran jadi lebih baik. Terlalu lama di dalam rumah dan menghadapi kondisi yang sama dapat membuat anda semakin tidak nyaman. Sehingga pergi sejenak untuk menikmati pemandangan disarankan, karena anda perlu untuk melihat sesuatu yang berbeda.
  2. Merasakan Kecemasannya. Saat Anda merasa cemas, alih-alih mempraktikkan perilaku menghindar (melarikan diri atau menganalisis rasa takut yang berlebihan di kepala anda, biarkan ketidakpastian itu ada dan biarkan pertanyaan tentang kekhawatiran itu tidak terjawab , kata Dr. Stein. “Membuka diri anda terhadap ambiguitas memberi anda jawaban akan ketidakpastian tanpa penghindaran, dan otak akhirnya belajar ketidakpastian sebenarnya tidak berbahaya.”
  3. Kembalilah ke Saat ini. Ketika anda terlalu jauh memikirkan sesuatu yang belum terjadi, ada baiknya untuk kembali di masa kini dan fokus menjalani apa yang ada saat ini.
  4. Latihan. Menurut penelitian, itu benar-benar dapat memberikan efek positif bagi pikiran.  Mulai dari membantu otak mengatasi stres dengan lebih baik hingga melepaskan endorfin, bahan kimia penghilang rasa sakit alami di otak, yang meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres. Bergerak contohnya seperti melakukan olahraga ringan, membersihkan rumah, berkebun, atau berjalan santai di sekitar lingkungan rumah.

Kecemasan memang tidak mudah dihadapi, tetapi percayalah bahwa anda tidak sendirian. Jika anda merasa membutuhkan bantuan terkait dengan kecemasan, anda bisa menemui ahli yang profesional seperti Psikolog. 

Semoga artikel ini membantu!

Referensi:

Journal of Clinical and Translational Research (2016). “Chewing Gum and Stress Reduction.”

 BMC Health Services Research (2018). “Exercise In The Treatment Of Clinical Anxiety In General Practice.”

https://www.psycom.net/ease-anxiety-tips

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *