Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Self Care Yang Baik Bagi Diri

Self care adalah kesadaran untuk merawat fisik, mental, dan juga emosi. Self care dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan berolahraga, memakan makanan sehat, tidur cukup merupakan salah satu bentuk dari self care.
Self care memiliki peran penting untuk ikut membantu membangun resiliensi dalam diri, namun beberapa orang seringkali berpikir bahwa melakukan self care adalah suatu kegiatan yang cukup mewah dan menghabiskan waktu mungkin juga uang sehingga seringkali mereka tidak terlalu memprioritaskan self care sebagai suatu kegiatan yang memang butuh dilakukan.
Self care adalah sesuatu yang luas dan bisa diterapkan dengan berbagai bentuk, beberapa jenis self care dibawah ini mungkin bisa diterapkan pada diri sendiri:

1.Physical Self Care
Physical self care merupakan hal yang penting dilakukan bagi kita, menjaga diri sendiri merupakan hal yang paling utama apalagi jika kita menginginkan untuk memiliki tubuh dan mental yang baik. Tubuh dan pikiran merupakan satu kesatuan yang saling memberi pengaruh, jika pikiran baik maka tubuh pun juga dalam keadaan sama. Physical self care dapat menyerupai seberapa cukup kita tidur, aktivitas apa yang kita bisa lakukan, makanan dan minuman apa yang kita konsumsi tiap harinya. Hal-hal diatas merupakan bentuk dari self care. Beberapa pertanyaan yang mungkin bisa ditanyakan kepada diri sendiri terkait dengan self care misalnya,

“ Apakah saya makan dengan baik?”
“ Apakah saya tidur dengan cukup?”
“ Apakah saya sudah berolahraga dengan baik?”

Ajukan pertanyaan di atas pada diri sendiri, untuk bisa mengetahui seberapa butuh kita untuk melakukan self care.

2.Social Self Care
Bersosialisasi dengan orang lain juga merupakan bentuk self care. Membangun hubungan yang dekat dengan seseorang yang kita bisa percayai adalah suatu hal penting yang pada akhirnya bisa membawa kesejahteraan bagi kesehatan mental kita. Kita bisa menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman untuk liburan selama beberapa waktu juga merupakan contoh social self care. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam membangun koneksi sosial dengan orang lain, selain itu tidak ada batasan untuk menentukkan berapa banyak koneksi yang perlu dibentuk dalam menerapkan social self care, karena semua tergantung pada individu masing-masing. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan pada diri sendiri terkait dengan social self care misalnya,

“ apakah saya sudah punya cukup waktu bertemu dengan teman-teman saya?”
“ apa yang dapat saya lakukan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan orang-orang terdekat saya?”

Itu adalah beberapa hal yang bisa ditanyakan kepada diri sendiri terkait dengan penerapan social self care.

3.Mental Self Care
Mental self care dapat meliputi hal-hal atau aktivitas apa saja yang bisa membuat kita tetap merasa baik secara mental. Misalnya dengan membaca bku, belajar, belajar hal baru adalah kegiatan yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi mental tetap sehat serta dapat berpikir dengan tajam. Tanyakan beberapa hal dibawah ini untuk memastikan seberapa perlu kita untuk melakukan self care secara mental:

“ apakah saya sudah melakukan kegiatan yang bisa membuat otak saya tetap berpikir dengan lancar?”
“ apa yang sekiranya bisa saya lakukan untuk membuat mental tetap sehat?”

4.Spiritual Self Care
Melakukan spiritual self care dapat memberi manfaat baik terhadap tubuh maupun mental. Bentuk-bentuk dari spiritual self care bisa berupa berdoa, atau melakukan kegiatan keaagamaan.

5.Emotional Self Care
Memiliki kemampuan coping merupakan hal yang penting dan berguna teruama untuk mengatasi stres. Coping membantu kita untuk mengatasi beberapa hal seperti kemarahan, kecemasan, kesedihan. Bentuk kegiatan dari emotional self care dapat berupa kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan kebebasan untuk mengekspresikan perasan kita secara mendalam. Kegiatannya bisa seperti ngobrol dengan teman atau keluarga yang dipercaya, atau bahkan memberikan waktu untuk diri sendiri bisa melakukan kegiatan secara mandiri. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan terkait emotional self care sebagai berikut:

“ Apakah saya bisa memproses emosi saya dengan baik?”
“ Kemampuan koping seperti apa yang saya miliki untuk mengatasi stres?”
“ Kegiatan seperti apa yang bsa membantu saya untuk melatih kemampuan coping saya lebih baik?”

Membuat Perencanaan Terkait Dengan Self Care
Membuat atau merencanakan waktu yang tepat untuk melakukan self care adalah hal yang penting, perencanaan self care tergantung dengan diri kita masing-masing. Tidak ada ukuran yang baku terkait dengan self care, jika kita merasa membutuhkan self care silahkan renungkan bentuk self care yang dibutuhkan. Melakukan self care dapat membantu kita menjalani hidup lebih baik, serta bisa meningkatkan kepercayaan diri lebih baik dan tentunya kesehatan mental juga bisa lebih sejahtera.

Semoga artikel ini membantu!

Referensi:

Dorociak KE, Rupert PA, Bryant FB, Zahniser E. Development of a self-care assessment for psychologists. Journal of Counseling Psychology. 2017;64(3):325-334. doi:10.1037/cou0000206https://doi.org/10.1037/cou0000206

Umberson D, Montez JK. Social relationships and health: a flashpoint for health policy. J Health Soc Behav. 2010;51 Suppl:S54-66. doi:10.1177/0022146510383501

Pillai JA, Hall CB, Dickson DW, Buschke H, Lipton RB, Verghese J. Association of crossword puzzle participation with memory decline in persons who develop dementia. J Int Neuropsychol Soc. 2011;17(6):1006-13. doi: 10.1017/S1355617711001111

Koenig HG. Religion, spirituality, and health: a review and update. Adv Mind Body Med. 2015;29(3):19-26.

https://www.verywellmind.com/self-care-strategies-overall-stress-reduction-3144729

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *