Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Responsive Feeding

Parenting merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi pasangan yang telah memiliki anak. Parenting tidak hanya mendidik, mengawasi, dan menjaga anak. Melainkan parenting juga harus merawat dan membesarkan anak. Merawat dan membesarkan anak salah satu poin pentingnya adalah dengan memberikan asupan makanan. Makanan yang diberikan kepada buah hati tentu saja merupakan makanan yang sehat, bergizi, dan aman untuk anak. 

Salah satu kendala yang mungkin dihadapi oleh orang tua ketika memberikan makan kepada anak adalah GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang dilakukan oleh anak. GTM sendiri sulit untuk diketahui faktor utama penyebabnya. Setiap anak memiliki penyebabnya masing-masing sehingga timbulnya GTM. Bentuk penyebab anak mengalami GTM yaitu Inappropriate Feeding Practice atau praktik pemberian makan yang tidak sesuai. Dalam realitnya, banyak anak yang GTM karena kualitas, kuantitas, tekstur, dan aturan makan serta jam makan yang kurang tepat diberikan kepada anak. Selain itu, faktor Neophobia atau takut menerima makanan baru pada anak juga memicu munculnya GTM.

GTM bisa diatasi salah satunya dengan responsive feeding.

Responsive Feeding melibatkan orang tua yang merespon isyarat atau tanda-tanda ketika buah hati sedang merasa lapar atau sudah kenyang. Responsive feeding membuat orang tua mengerti kapan harus memberikan makan atau berhenti memberikan makan kepada anak. Responsive Feeding tidak hanya perihal memberikan makanan dan nutrisi kepada buah hati, melainkan juga memberikan rasa cinta, kenyamanan, dan ketentraman hati di antara orang tua dan anak. 

Responsive feeding terbilang penting dilakukan oleh orang tua kepada anak. Ada beberapa alasan mengapa responsive feeding adalah hal yang penting, diantaranya:

  • Responsive feeding menghindari terjadinya makan berlebihan pada anak. Melalui responsive feeding anak akan memberikan sinyal-sinyal kapan orang tua harus berhenti memberikan makan karena perut anak sudah kenyang.
  • Responsive feeding mencegah terjadinya pemaksaan makan kepada buah hati. Orang tua akan memberikan makan ketika anak merasakan lapar, bukan memaksa anak untuk terus makan.
  • Responsive feeding mencegah terjadinya obesitas. Pola makan dan perilaku makan yang terbentuk pada anak yang diberikan responsive feeding tentu lebih teratur dan tidak overfeeding.
  • Responsive feeding memberikan kesempatan untuk anak mengatur nafsu makan dan pola makannya secara mandiri. Sehingga kedepannya, status berat badan anak termasuk dalam kategori ideal yang sehat.

Responsive feeding yang sukses tentu harus diimbangi dengan usaha dan dukungan dari pihak orang tua ataupun orang sekitar. Orang tua harus jeli terhadap sinyal-sinyal lapar atau kenyang yang ditunjukkan oleh anak. Responsive feeding yang sukses tentu akan membuat anak terhindar dari Gerakan Tutup Mulut (GTM).

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai responsive feeding. Responsive feeding sangat disarankan untuk diterapkan dalam parenting. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu sobat Psike memahami mengenai responsive feeding dan dapat memberikan manfaat kedepannya.

 

 

References:

  1. Handayani, F. P. (2020). Wajib tahu! Ini penyebab dan mengatasi anak GTM ala dokter Meta Hanindita. Diakses: https://dictio.id/abnormal-apa-sih-itu/. 
  2. UNICEF UK. (2016). Responsive feeding: Supporting close and loving relationships. Diakses: https://www.unicef.org.uk/babyfriendly/wp-content/uploads/sites/2/2017/12/Responsive-Feeding-Infosheet-Unicef-UK-Baby-Friendly-Initiative.pdf. 
  3. Aprilia, A. (2019). Kenali responsive feeding, rahasia sukses memberi MPASI untuk bayi. Diakses: https://www.orami.co.id/magazine/responsive-feeding-rahasia-sukses-memberi-mpasi-untuk-bayi/.
  4. Black, M. M., & Hurley, K. M. (2017). Responsive Feeding: Strategies to Promote Healthy Mealtime Interactions. Nestle Nutrition Institute workshop series, 87, 153–165. https://doi.org/10.1159/000448965. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *