Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Claustrophobia, Fobia Terhadap Ruangan Sempit

Pernahkah Anda merasa takut saat berada di dalam ruang tertutup atau ruang sempit? Bisa jadi Anda mengidap claustrophobia atau fobia tempat sempit. Biasanya, seorang claustrophobic akan memiliki ketakutan yang berlebihan, meski sebenarnya tidak ada tanda-tanda situasi berbahaya di sekitarnya.

Penyebab Claustrophobia

Claustrophobia adalah jenis fobia yang disebut oleh para psikolog sebagai “fobia spesifik” yaitu ketakutan terhadap objek, orang, atau aktivitas tertentu. Jika Anda memilikinya, daerah otak yang terlibat dalam respons rasa takut atau amigdala yang anda miliki, terlalu aktif.

Penurunan gen juga dinilai berperan dalam menyebabkan munculnya claustrophobia. Para peneliti telah menemukan cacat pada gen yang disebut GPM6A yang mereka duga dapat menyebabkan munculnya claustrophobia. Jika salah satu orang tua Anda menderita claustrophobia, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.

Terkadang, ketakutan akan ruang tertutup dimulai setelah Anda mengalami peristiwa masa kecil yang traumatis, seperti:

  • Bullying
  • Kekerasan
  • Terjebak di tempat sempit seperti lift

Memiliki gangguan kecemasan lain juga meningkatkan peluang Anda untuk mengalami claustrophobia.

Pemicu Claustrophobia

Claustrophobia bisa dipicu oleh banyak hal dan tiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda-beda. Banyak situasi dapat memicu timbulnya claustrophobia, antara lain:

  • Toilet umum
  • Ruang ganti
  • Terowongan
  • Pesawat
  • Kereta api bawah tanah
  • Cuci mobil otomatis
  • Beberapa fasilitas medis, seperti pemindai MRI
  • Kamar kecil, kamar terkunci, atau kamar yang tidak terdapat jendela

Gejala Claustrophobia

Gejala claustrophobia muncul ketika Anda dihadapkan dengan pemicu fobia, seperti berada di ruangan tertutup atau ruang yang ramai.

Selain merasakan kecemasan yang luar biasa, serangan panik juga bisa menyebabkan munculnya gejala fisik. Gejala klaustrofobia dapat meliputi:

  • Berkeringat
  • Tubuh bergetar
  • Sesak napas atau kesulitas bernapas
  • Peningkatan detak jantung
  • Sesak atau nyeri dada
  • Mual
  • Mulut kering
  • Merasa ingin pingsan atau pusing
  • Merasa bingung atau disorientasi

Gejala-gejala ini bisa ringan atau berat, tergantung pada individunya. Jika Anda mengalami claustrophobia, Anda mungkin juga akan mengalami gejala berikut:

  • Cenderung menghindari situasi pemicu
  • Secara otomatis dan kompulsif mencari jalan keluar di setiap ruang yang Anda masuki
  • Merasa takut bahwa pintu akan tertutup saat Anda berada di sebuah ruangan
  • Berdiri di dekat pintu keluar saat berada di tempat ramai

Cara Mengatasi Claustrophobia

Menghindari ruang sempit tidak akan membuat fobia Anda hilang, justru dapat membuatnya semakin parah. Langkah pertama dalam mendapatkan perawatan adalah menemui psikolog atau spesialis kesehatan mental lainnya. Para tenaga profesional ini akan membantu Anda dengan beberapa jenis terapi yang bisa diterapkan.

1. Terapi paparan

Secara bertahap, terapis akan menempatkan Anda ke dalam situasi yang membuat Anda takut untuk membantu Anda mengatasi rasa takut Anda. Pada awalnya, Anda mungkin hanya melihat foto ruang sempit. Kemudian, dengan bantuan terapis Anda, Anda berusaha untuk berada di dalam ruang yang sempit.

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi ini adalah jenis terapi bicara dimana Anda bertemu satu lawan satu dengan terapis terlatih. Anda akan diminta untuk berbicara tentang pikiran negatif yang mendorong rasa takut Anda dan mempelajari cara untuk mengatasinya.

3. Realitas maya (VR)

Terapi ini menggunakan simulasi komputer dari ruang sempit seperti elevator atau mesin MRI. Mendapatkan pengalaman ruang sempit di dunia maya dapat membantu Anda mengatasi rasa takut dalam suasana yang terasa aman.

4. Relaksasi dan visualisasi

Dengan dibantu terapis, Anda dapat mempelajari cara untuk menenangkan rasa takut Anda saat berada dalam situasi yang biasanya membuat Anda takut.

5. Perawatan medis

Jika terapi tidak cukup, dokter Anda dapat meresepkan obat kecemasan atau antidepresan untuk membantu Anda mengatasi situasi yang menyebabkan ketakutan Anda.

Dukungan adalah kunci ketika Anda mencoba mengatasi fobia yang anda miliki. Bicaralah terbuka dengan pasangan Anda, anggota keluarga lainnya, dan teman-teman. Anda bahkan dapat meminta mereka untuk ikut dengan Anda ke sesi terapi.

 

Referensi:

  1. Paddock, M. (2017). What’s to Know About Claustrophobia?. Diakses pada 23 September 2021 https://www.medicalnewstoday.com/articles/37062#symptoms
  2. Scaccia, A. (2021). Everything You Should Know About Claustrophobia. Diakses pada 23 September 2021 dari https://www.healthline.com/health/claustrophobia
  3. Watson, S. (2020). Claustrophobia. Diakses pada 23 September 2021 https://www.webmd.com/anxiety-panic/claustrophobia-overview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *