Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengapa Anak-anak Berbohong?

Halo Sobat Psike! Setiap orang tua tentunya berusaha untuk mendidik anak-anak mereka mengenai perilaku-perilaku kebaikan sejak kecil, termasuk juga kejujuran yang perlu diterapkan sejak kanak-kanak. Namun, dalam beberapa kasus, ada anak yang sudah mulai berbohong pada orang tuanya, atau pada siapapun. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kapan mereka mulai melakukannya?

Proses Terjadinya Kebohongan Pada Anak

Berbohong merupakan perilaku sosial yang dipelajari oleh anak-anak dalam interaksi sosial sehari-hari. Proses anak-anak berbohong adalah ketika mereka mulai mengembangkan pemikiran bahwa setiap orang dapat memiliki pemikiran atau keyakinan yang berbeda. Lalu, ketika mereka mulai memahami bahwa orang dapat memiliki pemikiran atau keyakinan yang berbeda, mereka mulai menciptakan keyakinan yang salah di benak orang lain. Mereka juga belajar bahwa mereka dapat memiliki keyakinan yang berbeda dari keyakinan diri mereka sendiri dan mereka mencoba untuk tidak mengungkapkannya, sehingga terjadilah kebohongan yang dilakukan oleh anak-anak.

Situasi Apa yang Akan Membuat Anak Mencoba Berbohong?

  • Menutupi sesuatu sehingga mereka tidak mendapat masalah
  • Ingin melihat bagaimana Anda akan merespons
  • Mencoba berksperimen – misalnya, dengan berpura-pura sesuatu yang terjadi dalam sebuah cerita itu nyata
  • Ingin mendapatkan perhatian atau membuat diri mereka terdengar lebih baik
  • Agar mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan – misalnya, ‘Ibu izinkan saya makan permen sebelum makan malam’
  • Mereka mencoba menyakiti perasaan seseorang – kebohongan semacam ini sering disebut white lies.

Kapan Anak Mulai Berbohong?

Anak-anak biasanya mulai belajar berbohong sejak usia dini, biasanya sekitar usia tiga tahun. Hal ini terjadi ketika mereka mulai menyadari bahwa orang tuanya tak dapat membaca pikiran mereka, sehingga mereka dapat mengatakan hal-hal yang tidak benar tanpa selalu diketahui orangtuanya.

Anak-anak lebih banyak berbohong pada usia 4-6 tahun. Mereka mulai terbiasa berbohong pada usia ini. Mereka biasanya akan mengakui kebohongan ketika telah dimintai penjelasan yang sebenarnya.

Namun, ketika anak sudah memasuki usia 10 tahun, pandangan mereka mulai berubah. Mulai dari usia 10 hingga 18 tahun, anak-anak mulai mengembangkan sikap di mana benar atau salahnya sebuah kebohongan tergantung pada hasil yang dihasilkannya. Mereka mulai melihat kebohongan yang diceritakan untuk melindungi perasaan orang lain sebagai hal yang dapat diterima secara moral. Mereka juga lebih banyak berbohong demi menghindari masalah atau white lies.

Bagaimana Cara Kita Mengajarkan Anak untuk Tidak Berbohong?

  • Kita dapat mencoba mengajak anak untuk berkomunikasi tentang efek berbohong, seperti “Bagaimana perasaan orang tuamu ketika tahu anaknya berbohong?”
  • Kita dapat mencoba membantu anak untuk menghindari situasi yang dapat membuat mereka berbohong.
  • Jangan cecar anak dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat anak merasa tertekan dan akhirnya memendam hal yang sebenarnya
  • Apresiasi kejujuran mereka. Beri penghargaan ketika mereka mau mengakui kesalahan.
  • Kita harus berperan sebagai role model bagi anak-anak, salah satunya model kejujuran. Jika ingin anak jujur, maka kita juga harus menjadi orang tua yang jujur pada anak kita.

Mendidik anak-anak memang bukan hal yang mudah, tetapi kita dapat menanamkan kebaikan dengan cara apapun kepada anak-anak.

Referensi:

Hart, C. L. (2019). Why is my child lying? Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-nature-deception/201906/why-is-my-child-lying

Raising Children Australia. (2020). Lies: why children lie and what to do. Retrieved from https://raisingchildren.net.au/preschoolers/behaviour/common-concerns/lies

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *