Ketika beraktivitas sehari-hari, tentunya kita melakukan kegiatan tersebut secara sadar agar dapat mengontrol setiap hal yang dilakukan, dirasakan, atau dilihat. Dalam psikologi, istilah ini disebut dengan consciousness.
Consciousness mengacu pada kesadaran tentang sensasi, persepsi, tingkah laku, dan emosi yang dirasakan individu. Jika kamu dapat memahami apa yang kamu masukkan ke dalam pengalamanmu, itulah yang disebut dengan consciousness.
Consciousness merupakan hasil dari energi aktif yang diproduksi oleh otak.
Ada beberapa aktivitas yang membuat consciousness menjadi berubah, baik itu secara alami maupun hal-hal dari luar seperti kerusakan otak.
Hal-hal yang secara alami dapat menyebabkan perubahan consciousness antara lain: mimpi, halusinasi, hipnotis, meditasi, dan tidur.
Sedangkan, hal-hal berikut ini dapat menyebabkan perubahan consciousness yang datang dari luar: koma, mengigau, disorientasi, pingsan.
Proses terjadinya kesadaran karena manusia memiliki sel otak eksplisit yang mampu mempersepsi elemen tertentu dari sebuah objek. Neuron eksplisit tersebut mendeteksi elemen sebuah objek tanpa membutuhkan lebih lanjut pemrosesan syaraf yang kompleks.
Seandainya individu tidak mempunyai sel otak eksplisit itu maka individu tidak akan mampu secara sadar mempersepsi elemen dari objek objek secara langsung.
Jadi, kesadaran merupakan elemen basic yang menentukan apa yang akan masuk ke dalam otak kita dan bagaimana kita mempersepsikan elemen-elemen tersebut di dalam otak kita. Itulah sekilas ulasan mengenai consciousness.
Referensi:
Cherry, K. (2020). What is consciousness? Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-consciousness-2795922
Pepperell, R. (2018). Consciousness as a physical process caused by the organization of energy in the brain. Frontiers in psychology, 9, 2091.