(image source: theswaddle.com)
Apakah kalian pernah melihat seseorang yang memakan sabun? atau kalian pernah melihat sebuah kasus dimana seseorang menikmati memakan rambutnya? Nah hal ini adalaha sebuah gangguan makan yang terjadi pada seseorang tersebut yang dinamakan sebagai Pica Eating Disorder. Pica adalah sebuah gangguan makan, dicirikan dengan orang yang secara kompulsif senang memakanan makanan yang tidak memiliki gizi. Variasi makanan yang tidak bergizi ini mulai dari yang tidak berbahaya (es) hingga yang berbahaya (rambut, sabun, pasir, dsbnya). Dalam sebuah kasus, gangguan pica ini dapat menyebabkan orang yang mengidapnya mengalami konsekuensi yang serius, seperti keracunan. Gangguan pica ini sering terjadi pada anak-anak dan seseorang yang mengalami cacat intelektual yang berkemungkinan akan bertahan cukup lama.
Penyebab pica tidak diketahui secara pasto. Dalam beberapa kasus kekurangan zat besi atau nutrisi lain dapat dikaitkan dengan pica. Beberapa orang bahkan menikmati tekstur atau rasa dari nonmakanan tertentu. Ada suatu budaya pica dimana memakan tanah liat diterima sebagai suatu perilaku yang disebut sebagai geophagia. Selain itu, seseorang yang mengalamai kondisi kesehatan mental seperti skizofrenia dan OCD memungkinkan berkembangnya pica sebagai coping mechanism.
Tidak ada diagnosis pasti untuk pica. Namun, biasanya akan dilihat melalui diagnosis yang dibuat dari riwayat klinis orang tersebut. Maka dari itu, seseorang yang merasa mengidap pica ini harus jujur kepada dokter yang mana akan membantu untuk mengembangkan diagnosis yang lebih akurat. Diagnosis pica dilakukan dengan menyertai beberapa tes seperti menguji kadar zat beri di dalam darah rendah atau tinggi. Kekurangan zat/nutrisi ini yang terkadang berhubungan dengan gangguan pica.
Gejala pica terjadi akibat dari kandungan racun atau bakteri dalam nonmakanan yang dimakan. Gejala pica juga memiliki rentang luas yang terkait dengan dampak dari nonmakanan yang tertelan. Tanda dan gejala dari pica yakni:
- Secara terus menerus selama satu bulan sebuah makanan yang bukan makanan dan tidak memberikan nilai gizi
- Mual
- Nyeri di perut
- Sembelit
- Diare
- Tukak lambung
- Keracunan timbal
- Cedera pada gigi
- Penyumbatan usus
- Infeksi perut
- Kelelahan
- Masalah perilaku
- Gizi buruk
Perawatan untuk pica ini melibatkan beberapa pengujian kekurangan mineral atau nutri yang kemudian diperbaiki. Jika ternyata gangguan ica ini tidak disebabkan oleh malnutrisi atau tidak berhenti setelah adanya perbaikan nutri, maka akan diberikan intervensi perilaku yang ada. Intervensi perilaku yang diberikan ini seperti modifikasi perilaku dengan cara mengalihkan perhatian anak dari objek non-makanan ini dan memberikan hadiah sebuah objek makanan.
Sumber
- Christiansen, S. (2020, November 25). What is pica?. verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/pica-5083875
- Holm, G. (2019, August 2). Everything you need to know about pica. healthline. https://www.healthline.com/health/pica
- Pica. National Eating Disorders. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/other/pica