Rotter (1966) mendefinisikan Locus of Control, dalam Teori Pembelajaran Sosialnya (Social Learning Theory), sebagai inforcement yang merupakan penanda sikap individu dan sejauh mana individu percaya bahwa mereka mengendalikan peristiwa hidup mereka atau apakah peristiwa dalam hidup mereka adalah produk dari faktor eksternal seperti keberuntungan. Rotter mengungkapkan situasi di mana reinforcement terjadi sesuai dengan sikap individu sebagai locus of control individu (ÖZEN KUTANİS et al., 2011). Locus of control menggambarkan seberapa jauh individu memandang hubungan antara perbuatan yang dilakukannya dengan akibat atau hasilnya. Locus of control adalah keyakinan individu akan siapa dan apa yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian atau peristiwa- peristiwa yang dialaminya. Locus of Control didefinisikan sebagai persepsi seseorang tentang sumber nasibnya. Locus of Control adalah cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa apakah dia merasa dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang terjadi padanya (SARI, 2018).
Macam-Macam LoC dan Karakteristiknya
Umumnya, individu dapat menghubungkan peristiwa kehidupan mereka dengan empat pengaruh utama: 1. internal atau eksternal; 2. stabil atau tidak stabil. Heider menjelaskan bahwa istilah internal dan eksternal untuk menggambarkan jenis atribusi. Atribusi internal adalah perilaku yang berkaitan dengan kecendrungan individu berperilaku tertentu; contohnya adalah kemampuan dan usaha. Sedangkan atribusi eksternal berkaitan dengan faktor-faktor diluar individu; contohnya nasib dan peluang. Jadi, arti dari locus of control internal adalah tempat kendali atas kejadian dan tingkah laku dalam diri individu; sedangkan locus of control external adalah tempat kendali berasal dari luar diri individu. (Pratama & Suharnan, 2015).
Lebih jelasnya adalah :
- Internal Locus of Control
Individu dengan LoC internal akan memandang segala hasil yang didapat baik atau buruk adalah karena faktor – faktor dalam diri mereka sendiri. Individu dengan locus of control internal percaya mereka mempunyai kemampuan menghadapi tantangan dan ancaman yang timbul dari lingkungan dan berusaha memecahkan masalah dengan keyakinan yang tinggi. Pribadi dengan internal locus of control lebih memfokuskan pada strategi pencapaian tujuan. Sehingga mereka menganggap dunia sebagai sesuatu yang bisa diduga dan perilaku individu berperan didalam nya. Internal LoC cenderung mengaitkan hasil dengan tindakan mereka sendiri. Hasil dapat dikaitkan dengan upaya ketika mereka dapat dikendalikan; jika tidak, mereka dikaitkan dengan kemampuan dan suasana hati yang tidak dapat dikendalikan. Internalizers mengalami kecemasan dalam situasi “kemampuan”.
Seorang Internal Locus of Control akan cenderung lebih sukses dalam karir mereka daripada Eksternal Locus of Control, mereka cenderung mempunyai level kerja yang lebih tinggi, promosi yang lebih cepat, mendapatkan uang yang lebih, kepuasan kerja yang lebih tinggi, lebih mampu menahan stres, memiliki etos kerja yang lebih tinggi, dan tabah menghadapi segala macam kesulitan baik dalam kehidupannya maupun dalam pekerjaannya. Meskipun masih diselimuti perasaan khawatir dalam dirinya, akan tetapi perasaan tersebut relatif kecil dibandingkan dengan semangat serta keberaniaannya, sehingga seorang Internal LoC tidak pernah melarikan diri dari tiap-tiap permasalahan yang menimpanya.
Menurut Crider, karakteristik internal locus of control adalah: 1) Suka bekerja keras, 2) Memiliki inisiatif yang tinggi, 3) Selalu berusaha untuk menemukan pemecahan masalah, 4) Selalu mencoba untuk berfikir se-efektif mungkin, 5) Selalu mempunyai perseptif bahwa usaha harus dilakukan jika ingin berhasil (SARI, 2018), serta 6) mengalami prokrastinasi akademik yang lebih rendah (Ghonsooly & Shirvan, 2011).
- External Locus Of Control
Eksternal Locus of Control adalah cara pandang dimana segala hasil yang didapat berada diluar kontrol diri individu; mengacu pada keyakinan bahwa suatu kejadian tidak memiliki hubungan langsung dengan tindakan yang dilakukan oleh dirinya, seperti keberuntungan, kesempatan, dan takdir. Externalizers menempatkan tanggung jawab diluar kendalinya. Individu yang memiliki Eksternal Locus of Control lebih mudah merasa terancam dan tidak berdaya. Externalizers mengalami kecemasan dalam situasi “keberuntungan”.
Menurut Lee, individu dengan eksternal locus of control akan lebih mudah menyerah jika sewaktu-waktu terjadi persoalan yang sulit. Individu seperti ini akan menganggap bahwa permasalahan yang sulit merupakan sebuah ancaman bagi dirinya, bahkan orang-orang yang ada disekelilingnya pun dianggap sebagai pihak yang secara diam-diam mengancam eksistensinya.
External LoC akan menghubungkan keberhasilan atau kegagalan mereka dengan situasi. Jika hasilnya tidak terkendali, kegagalan akan dikaitkan dengan kasus eksternal seperti kesulitan tugas; jika tidak, mereka dapat dikaitkan dengan bias individu lain.
Menurut Crider, eksternal locuf of control memiliki karakteristik yaitu: 1) Kurang memiliki inisiatif, 2) Mudah menyerah dan kurang suka berusaha karena mereka percaya bahwa faktor luarlah yang mengontrol, 3) Kurang mencari informasi, 4) Mempunyai harapan bahwa ada sedikit korelasi antara usaha dan kesuksesan, 5) Lebih mudah dipengaruhi dan tergantung pada petunjuk orang lain (SARI, 2018), serta 6) mengalami prokrastinasi akademik yang lebih tinggi (Ghonsooly & Shirvan, 2011).
Referensi :
Ghonsooly, B., & Shirvan, M. E. (2011). On the Relation of Locus of Control and L2 Reading and Writing Achievement. English Language Teaching, 4(4), 234–244. https://doi.org/10.5539/elt.v4n4p234
ÖZEN KUTANİS, R., MESCİ, M., & ÖVDÜR, Z. (2011). The Effects of Locus of Control on Learning Performance: A Case of an Academic Organization. Journal of Economic and Social Studies, 1(1), 113–136. https://doi.org/10.14706/jecoss11125
Pratama, B. D., & Suharnan, S. (2015). Hubungan Antara Konsep Diri Dan Internal Locus Of Control Dengan Kematangan Karir Siswa SMA. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 3(03), 213–222. https://doi.org/10.30996/persona.v3i03.411
SARI, R. K. (2018). Pengaruh Locus of Control, dan Religiusitas Terhadap Etos Kerja Karyawan Di Baitul Mal Wat Tamwil di Kabupaten Tulungagung. http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-kreativitas-definisi-aspek.html