Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Jenis-jenis Cinta Menurut Ahli Psikologi

Dalam cinta terdapat beberapa komponen yang dapat menjadi beberapa bentuk cinta. Teori mengenai komponen cinta yang sering dibahas adalah Triangular Theory of Love dari Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa menurut pandangannya cinta terbentuk dari tiga komponen utama yaitu, :

  • Intimacy (Intimasi) yaitu berkaitan dengan adanya perasaan kedekatan dan ketertarikan secara intens antara satu dengan yang lain. Sebagai faktor afeksi yang mendorong keinginan untuk tetap menjalin kedekatan dengan orang yang dicintai.

  • Passion (Gairah) yaitu berkaitan dengan dorongan yang dapat menimbulkan emosi yang kuat misalnya berkaitan tentang kedekatan fisik.

  • Commitment (Komitmen) yaitu berkaitan dengan kemantaban diri dalam menjaga atau mempertahankan perasaan cinta yang dirasakan.

Dari ketiga komponen diatas, Sternberg menjabarkan beberapa bentuk cinta, yaitu, :

  • Tidak Ada Cinta (Non Love), yaitu hubungan yang tidak terdapat satu komponenpun. Sehingga hanya terjalin relasi biasa tanpa disertai cinta.

  • Menyukai (Liking), yaitu bentuk cinta ini hanya disertai komponen keintiman saja. Biasanya terjadi pada pertemanan.

  • Cinta nafsu (Infatuation love), yaitu bentuk cinta yang hanya disertai komponen gairah saja. Hal ini banyak terjadi pada pandangan pertama karena muncul secara cepat dan dapat dengan cepat menghilang.

  • Cinta Hampa (Empty love), yaitu bentuk cinta dengan komponen komitmen saja. Hal ini banyak terjadi pada pasangan yang telah lama menikah.

  • Cinta Romantis (Romantic love), yaitu bentuk cinta dengan komponen kombinasi antara keintiman dan gairah. Sehingga yang terjadi hanyalah merasakan saling tertarik secara fisik dan terikat secara emosional, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka panjang (pernikahan).

  • Cinta persahabatan (Companionate love), yaitu bentuk cinta dari kombinasi komponen keintiman dan gairah. Hal ini terjadi pada bentuk pertemanan yang berjangka panjang.

  • Cinta buta (Fatous love), yaitu bentuk cinta dengan kombinasi komponen gairah dan komitmen. Sehingga kebanyakan dari bentuk cinta ini tidak banyak yang bertahan karena kurangnya aspek emosi.

  • Cinta sejati (Consummate love), yaitu bentuk cinta yang tersusun dari ketiga komponen. Menurut Sears cinta ini banyak ditemui dalam hubungan orang dewasa ataupun hubungan orang tua dan anak.

Selain itu pendapat lain dari ahli bernama Lee yang melakukan penelitian dengan mendalami tipologi tentang cinta menemukan bahwa konsep cinta itu terbentuk dari beberapa sub-aspek yang menghasilkan beberapa tipe cinta, sebagai berikut :

  • Tipe pertama adalah eros, yaitu cinta yang dipenuhi dengan hasrat yang menggebu.

  • Tipe yang kedua adalah ludus, yaitu cinta yang menganggap hubungan yang sedang dijalin sebagai hubungan perlombaan yang harus dimenangkan.

  • Tipe yang ketiga adalah storge, yaitu tipe cinta yang terbentuk dari adanya kedekatan pertemanan, persahabatan, maupun persamaan minat.

  • Tipe keempat adalah pragma, yaitu memiliki pandangan bahwa cinta sebagai bentuk untuk mendukung pencapaian tujuan bersama.

  • Tipe kelima adalah mania, yaitu perasaan cinta sebagai bentuk obsesi terhadap seseorang ataupun sesuatu barang.

  • Terakhir adalah tipe agape, yaitu tipe cinta yang didasari oleh komitmen, selflessness, dan kemauan untuk berkorban.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pemberian makna cinta yang dewasa, cinta monyet, dan cinta anak-anak dapat didasarkan pada bentuk analisis komponen dari cinta yang dirasakan.

Sumber :

Abdurrahman., A. (2016). Cinta Antara Khayalan & Realita. Jakarta: Najla Press.

Surijah., E., A., Sabhariyanti., N., K., P., D., & Supriyadi. (2019). Apakah Ekspresi Cinta Memprediksi Perasaan Dicintai? Kajian Bahasa Cinta Pasif dan Aktif. PSYMPATHIC : Jurnal Ilmiah Psikologi, Vol. 06, (01), 1-14.

Isneni, S. (2018). Gambaran Triangular Theory of Love Sternberg pada Pasangan Dewasa Awal yang Berpacaran (Skripsi thesis). Yogyakarta: Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *