Kalian pasti berpikir bahwa multitasking adalah hal yang bagus karena dengan mengerjakan lebih dari satu tugas sekaligus, multitasker disebut lebih produktif. Tetapi meskipun multitasker terlihat lebih baik dalam pekerjaan mereka, beberapa penelitian menunjukkan bahwa multitasking sebenarnya merusak produktivitas. Studi terbaru yang dipimpin oleh Jeremy Marty-Dugas di University of Waterloo pada tahun 2020 menunjukkan bahwa terus-menerus memeriksa pekerjaan atau tugas saat melakukan pekerjaan lain membuat orang lebih bingung yang dapat menghambat kinerja daripada membantu.
Berikut ini beberapa hal buruk dari multitasking!
- Multitasker Lebih Mudah menghilangkan Fokus. Sulit untuk fokus pada dua hal sekaligus! Inilah alasan banyak negara melarang bermain ponsel saat mengemudi. Misalnya saja mengecek e-mail saat sedang makan ialah tindakan yang tidak sopan pula.
- Multitasking justru Memperlambat Anda. Bukannya meningkatkan produktivitas, justruk cenderung melakukan cek terus menerus di antara tugas-tugas yang sebenarnya membuat tugas-tugas yang sama menjadi lebih lama, yang pada akhirnya memperlambat kecepatan penyelesaian pekerjaan.
- Multitasking Tidak Selalu Sopan. Multitasking dalam privasi adalah satu hal yang berbeda, tetapi mengirim SMS atau menjawab email selama rapat saat berbicara dengan orang lain tidaklah sopan. Kecuali Anda memiliki izin, lebih sopan untuk fokus pada tugas yang ada bahkan jika rapat atau percakapan itu membosankan.
- Multitasking Menyebabkan Kesalahan. Studi Marty-Dugas menunjukkan bahwa multitasking dengan smartphone memungkinkan pikiran tidak fokus dan menyebabkan lebih seringnya kesalahan, kemungkinan karena kurangnya fokus.
- Multitasking Buruk untuk Otak Anda. Peneliti Stanford University Clifford Nass menemukan bahwa bahkan ketika multitasker kronis fokus pada satu tugas, mereka kurang efisien; Nass menyimpulkan bahwa seiring waktu, seringnya multitasking benar-benar mengubah cara fungsi otak, yang menyebabkan penurunan produktivitas bahkan ketika fokus.
- Multitasking Mengganggu Alur Kerja. Banyak orang sukses — termasuk penulis, seniman, musisi, dan banyak lagi — melaporkan bahwa karya mereka yang paling kreatif dan produktif terjadi dalam “aliran” yang memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada tugas yang ada. Secara alami, multitasking bertentangan dengan aliran ini, dan multitasker berisiko menjadi kurang produktif dan kreatif sebagai hasilnya.
Referensi
https://uwspace.uwaterloo.ca/bitstream/handle/10012/11816/Marty-Dugas_Jeremy.pdfsequence=3