Pemerintah Inggris melakukan perubahan besar dalam struktur pemerintahannya dengan membubarkan Department for Science, Innovation and Technology (DSIT). Melalui restrukturisasi kabinet yang diumumkan pada Juli 2026, berbagai fungsi DSIT dilebur ke dalam kementerian baru bernama Department for Business, Innovation, Science and Trade (DBIST).
Keputusan ini langsung menarik perhatian kalangan akademisi, ilmuwan, pelaku industri, hingga komunitas riset. Sebab, DSIT baru dibentuk pada tahun 2023 sebagai simbol ambisi Inggris menjadi science and technology superpower. Hanya dalam waktu sekitar tiga tahun, kementerian tersebut kini tidak lagi berdiri sebagai entitas tersendiri.
Namun, pemerintah Inggris menegaskan bahwa perubahan ini bukan berarti menurunkan prioritas terhadap sains dan inovasi. Sebaliknya, sains justru ditempatkan lebih dekat dengan pusat pengambilan kebijakan ekonomi agar hasil penelitian dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Mengapa DSIT Dibubarkan?
Dalam Machinery of Government Changes Fact Sheet, pemerintah Inggris menjelaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
DBIST tidak hanya menggabungkan fungsi perdagangan dan bisnis, tetapi juga mengintegrasikan kebijakan sains dan inovasi sehingga seluruh rantai inovasi—mulai dari penelitian dasar, hilirisasi teknologi, pendanaan perusahaan rintisan, hingga ekspansi industri—berada dalam satu kementerian.
Dengan kata lain, pemerintah ingin menghilangkan sekat antara penelitian ilmiah dan kebijakan industri.
“Technology and innovation are not separate sectors of our economy – they are the foundation of all future industry, culture, and public service delivery.”
Pernyataan tersebut menjadi landasan utama perubahan struktur pemerintahan Inggris, yaitu bahwa teknologi dan inovasi bukan lagi dipandang sebagai sektor tersendiri, melainkan fondasi bagi seluruh pembangunan nasional.
Menghubungkan Penelitian dengan Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu tujuan utama pembentukan DBIST adalah memperpendek jarak antara dunia penelitian dan dunia usaha.
Selama ini, banyak hasil riset berkualitas tinggi yang membutuhkan waktu panjang untuk dikomersialisasikan atau diimplementasikan dalam industri. Pemerintah berharap bahwa dengan berada dalam kementerian yang sama, proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat.
DBIST dirancang untuk menangani seluruh siklus inovasi, antara lain:
- mendukung penelitian dasar;
- mendorong lahirnya perusahaan berbasis teknologi;
- membantu perusahaan berkembang melalui investasi;
- menghubungkan inovasi dengan perdagangan internasional;
- memperkuat produktivitas industri Inggris.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan orientasi dari sekadar menghasilkan pengetahuan menjadi menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.
Pemerintah Menilai Sains Tidak Boleh Berdiri Sendiri
Restrukturisasi ini juga mencerminkan perubahan cara pandang pemerintah terhadap peran sains dalam pemerintahan modern.
Alih-alih menempatkan sains dalam kementerian yang berdiri sendiri, pemerintah beranggapan bahwa hampir seluruh sektor ekonomi kini bergantung pada inovasi. Oleh karena itu, kebijakan sains dinilai akan lebih efektif apabila menjadi bagian langsung dari strategi industri, perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi nasional.
Dalam penjelasan resminya, pemerintah menyebut bahwa fungsi-fungsi DSIT didistribusikan agar dapat memberikan dampak paling besar terhadap agenda ekonomi dan sosial Inggris.
Respons Positif: Peluang Integrasi yang Lebih Kuat
Sejumlah akademisi melihat perubahan ini sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara penelitian dan pembangunan ekonomi.
Beberapa pakar menilai bahwa selama ini inovasi sering kali terhambat karena koordinasi lintas kementerian yang kompleks. Dengan menggabungkan fungsi-fungsi tersebut dalam satu organisasi, proses pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih sederhana.
Para pendukung restrukturisasi juga menilai bahwa keberhasilan suatu negara tidak cukup hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuan mengubah hasil penelitian menjadi produk, industri baru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Respons Kritis dari Komunitas Ilmiah
Di sisi lain, sejumlah ilmuwan dan organisasi riset menyampaikan kekhawatiran atas pembubaran DSIT.
Mereka menilai keberadaan kementerian khusus memberikan sinyal politik yang kuat bahwa sains merupakan prioritas nasional. Ketika kementerian tersebut dihapus, muncul kekhawatiran bahwa perhatian pemerintah terhadap agenda penelitian dapat berkurang karena harus berbagi fokus dengan isu perdagangan dan bisnis.
“It is very difficult to get top-level political attention for these critically important issues when they are merged into another department.”
Kekhawatiran lainnya adalah potensi terganggunya koordinasi selama masa transisi. Restrukturisasi organisasi pemerintahan umumnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan struktur birokrasi, anggaran, serta pembagian kewenangan sehingga terdapat risiko perlambatan pengambilan keputusan dalam jangka pendek.
Pelajaran dari Restrukturisasi Ini
Pembubaran DSIT menunjukkan bahwa struktur organisasi pemerintahan dapat berubah mengikuti prioritas kebijakan suatu negara.
Alih-alih mempertahankan kementerian yang berdiri sendiri, pemerintah Inggris memilih mengintegrasikan sains ke dalam kementerian ekonomi dengan harapan menghasilkan koordinasi yang lebih erat antara penelitian, inovasi, investasi, perdagangan, dan pengembangan industri.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama kementerian, melainkan perubahan filosofi tata kelola pemerintahan mengenai bagaimana ilmu pengetahuan seharusnya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.
Meski demikian, keberhasilan restrukturisasi ini masih akan sangat bergantung pada implementasinya dalam beberapa tahun mendatang. Apakah integrasi tersebut benar-benar mampu mempercepat inovasi dan meningkatkan daya saing Inggris, atau justru mengurangi fokus terhadap agenda riset, masih menjadi pertanyaan yang akan dijawab melalui pelaksanaan kebijakan di lapangan. Seperti banyak perubahan kelembagaan lainnya, efektivitasnya baru dapat dinilai setelah menghasilkan dampak nyata terhadap ekosistem sains, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi Inggris.