Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian tidak hanya mencerminkan apa yang kita rasakan dan pikirkan, melainkan kepribadian juga mencerminkan perilaku yang kita perbuat. Kepribadian juga dapat mengalami suatu permasalahan atau gangguan. Gangguan kepribadian terdiri dari 10 jenis gangguan. Kesepuluh jenis gangguan kepribadian ini dimasukkan ke dalam 3 kluster yaitu kluster A, kluster B, dan kluster C.
Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai gangguan kepribadian yang berada pada kluster A dan B. Sekarang akan dibahas mengenai gangguan kepribadian pada kluster terakhir yaitu kluster C. Gangguan kepribadian pada kluster C ditandai dengan adanya kecemasan, pemikiran, atau perilaku ketakutan. Gangguan kepribadian yang termasuk dalam kategori atau kluster C diantaranya ada Avoidant Personality Disorder, Dependent Personality Disorder, dan Obsessive-Complusive Personality Disorder.
Avoidant Personality Disorder
Penderita gangguan kepribadian avoidant mengalami perasaan malu dan ketakutan terhadap penolakan dari orang lain. Penderita mudah merasa kesepian, namun enggan untuk menjalin hubungan dengan orang lain atau lingkungan sosialnya. Gejala sebagai berikut:
- Penderita akan menghindari untuk bekerja atau melakukan aktivitas-aktivitas sosial yang melibatkan banyak interaksi
- Perasaan takut mengecewakan orang lain
- Menghindari melakukan aktivitas baru atau bertemu dengan orang baru
- Mudah merasa malu dan lebih suka menyendiri
Dependent Personality Disorder
Gangguan kepribadian dependent membuat penderitanya terlalu mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun emosionalnya. Alasan mereka terlalu bergantung pada orang lain karena mereka sendiri tidak mempercayai diri mereka mampu untuk membuat keputusan yang tepat bagi dirinya. Gejala sebagai berikut:
- Ketergantungan pada orang lain secara berlebihan dan memiliki keinginan untuk dirawat atau diperhatikan
- Perilaku patuh atau tunduk dan lekat terhadap orang lain
- Rasa takut jika harus merawat dirinya sendiri
- Rendahnya harga diri, membutuhkan nasihat dan kepastian secara berlebihan dari orang lain meski pada keputusan untuk hal kecil
- Kesulitan memulai atau melakukan pekerjaan oleh dirinya sendiri karena rendahnya harga diri
- Mentolerir perlakuan-perlakuan kasar atau buruk yang dilakukan kepadanya
- Keinginan yang kuat untuk memulai hubungan baru ketika telah kehilangan hubungan dengan orang yang sebelumnya
Obsessive-Compulsive Personality Disorder
Penderita gangguan kepribadian Obsessive-Compulsive banyak menjaga fokusnya pada ketertiban dan kontrol diri. Penderita gangguan kepribadian ini juga menunjukkan beberapa perilaku yang sama dengan penderita OCD (Obsessive-Compulsive Disorder), bedanya penderita gangguan kepribadian obsessive-compulsive tidak mengalami pikiran yang tidak diinginkan atau pikiran mengganggu pada dirinya yang biasa terjadi pada penderita OCD. Gejala sebagai berikut:
- Berfokus pada hal detail
- Perfeksionis
- Patuh terhadap aturan yang berlaku
- Keinginan untuk mengatur segala situasi
- Tidak ingin untuk memberikan tugas di tempat kerja
- Berfokus pada pekerjaan secara berlebihan, mengabaikan keluarga dan teman-teman
- Tidak ada keinginan untuk membuang barang meski sudah rusak ataupun barang tersebut tidak diinginkan
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai gangguan kepribadian yang ada pada kluster C. Semoga dengan penjelasan ini dapat bermanfaat dan memberikan pemahaman bagi sobat Psike.
References:
- American Psychiatry Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th American Psychiatry Association.
- Osborn, C. O. (2018). Cluster C personality disorders and traits. Diakses: https://www.healthline.com/health/cluster-c-personality-disorders.
- M MayoClinic. (2016). Personality disorders. Diakses: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/personality-disorders/symptoms-causes/syc-20354463.
- (2020). What are cluster C personality disorders?. Diakses: https://www.webmd.com/mental-health/what-are-cluster-c-personality-disorders.