Saat kamu menghadapi suatu peristiwa yang kamu rasa mengancam atau menekanmu, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan menghadapinya atau justru kamu akan menghindarinya? Mari kita simak pembahasan mengenai fight or flight.
Definisi Fight or Flight
Respons fight or flight dapat dikonseptualisasikan sebagai reaksi fisiologis otomatis terhadap suatu peristiwa yang dianggap sebagai stres atau menakutkan. Respons yang dilakukan secara instan akan menyebabkan terjadinya perubahan secara hormonal dan fisiologis. Hal ini akan memungkinkan kamu bertindak cepat untuk melindungi diri.
Reaksi Fisiologis saat Fight or Flight Response Muncul
- Detak jantung meningkat lebih cepat.
- Pernapasan lebih cepat.
- Pupil mata melebar.
- Pendengaran menjadi lebih tajam.
- Darah mengental, meningkatkan faktor pembekuan.
- Kulit akan menghasilkan lebih banyak keringat, kondisi pucat dan merinding.
- Permukaan tangan dan kaki akan terasa dingin.
- Fight or flight mengurangi persepsi rasa sakit untuk sementara
Komponen Emosional dari Fight or Flight Response
Regulasi Emosi
Regulasi emosi merupakan proses di mana individu dapat mempengaruhi emosi yang mereka miliki, kapan mereka memilikinya, dan bagaimana emosi tersebut dialami dan diekspresikan. Dalam menghadapi situasi yang mengancam, regulasi emosi akan memaksa seseorang untuk menghindari situasi yang mengancam atau mengontrol tingkat rangsangan emosional ketika dihadapkan dengan ancaman.
Reaktivitas Emosional
Saat terjadi situasi yang mengancam, beberapa individu akan mengalami perasaan tertekan sehingga emosi yang muncul berupa marah, takut, sampai perilaku agresif.
Reaksi Kognitif Saat Fight or Flight Response Muncul
Beberapa penelitian mengungkapkan reaksi kognitif yang muncul saat fight or flight adalah perhatian pada rangsangan negatif, menafsirkan situasi ambigu sebagai negatif, dan selalu mengingat kata-kata negatif.
Kondisi yang Dapat Memunculkan Fight or Flight Response
Fight or flight response ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
- Menginjak rem ketika mobil di depanmu tiba-tiba berhenti
- Bertemu binatang buas
- Merasa tidak aman saat berjalan di jalan
- Ada pencuri yang masuk ke rumah
Apakah Fight or Flight Respons Dapat Muncul Secara Berlebihan?
Fight or flight response ini dapat muncul berlebihan pada individu yang mengalami kondisi berikut:
- trauma, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), kekerasan fisik atau seksual, kecelakaan, penyintas bencana alam, trauma masa kecil, serta peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.
- mengalami anxiety disorder
Bagaimana Cara Mengurangi Fight or Flight Response yang Berlebihan?
- Melakukan teknik relaksasi, seperti in hale ex hale, yoga, melatih dengan kata-kata positif, butterfly hug, teknik grounding, meditasi, melihat pemandangan menyejukkan, dan lain-lain.
- Berkonsultasi ke psikolog atau konselor untuk menceritakan keluhanmu tentang hal ini. Jangan melakukan sesuatu yang dapat merugikan dirimu.
Semoga Sobat Psike dapat tenang dan rileks saat menghadapi suatu tekanan, ya!
Referensi:
Kunimatsu, M. M., & Marsee, M. A. (2012, June). Examining the presence of anxiety in aggressive individuals: The illuminating role of fight-or-flight mechanisms. In Child & Youth Care Forum (Vol. 41, No. 3, pp. 247-258). Springer US.
Nunez, K. (2020). Fight, flight, freeze: what this response means. Retrieved from https://www.healthline.com/health/mental-health/fight-flight-freeze#how-to-cope