Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Daddy Issues: Bagaimana Bisa Terjadi?

Daddy issues tidak memiliki definisi yang konkret, tetapi istilah ini dikaitkan dengan hubungan dengan ayah di masa kanak-kanak yang berdampak pada seseorang di masa dewasa, terutama tidak memiliki ayah atau ayah yang disfungsional. Istilah daddy issues juga kerap digunakan untuk menggambarkan wanita yang berkencan dengan pria yang lebih tua, menyebut pasangan seksual mereka “daddy” atau perilaku seksual lainnya yang mungkin dianggap menyimpang atau tidak biasa. Meski demikian, daddy issues bukan termasuk penyakit ataupun gangguan psikologi, karena tidak ada dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Bagaimana Daddy Issues Bisa Terjadi?

Tidak ada penyebab pasti tentang bagaimana istilah daddy issues bisa muncul, tetapi konsepnya dimulai dari father complex Freud. Father complex adalah ketika seorang anak perempuan mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan pria lain yang merawatnya. Father complex menggambarkan seseorang yang memiliki impuls tidak sadar karena hubungan yang terputus dengan ayah. Impuls-impuls ini bisa positif atau negatif. Impuls positif bisa berupa kekaguman terhadap pasangan, sedangkan impuls negatif bisa berupa ketakutan atau ketidakpercayaan.

Pandangan lain yang bisa menjelaskan mengapa daddy issues bisa terjadi adalah teori keterikatan atau attachment theory yang befokus pada dampak hubungan antara orang-orang, terutama anak-anak dan pengasuh mereka, bukan seksualitas. John Bowlby seorang ahli teori keterikatan mengatakan bahwa gaya keterikatan seseorang di masa kanak-kanak sangat memengaruhi gaya keterikatannya saat dewasa. Mereka yang merasa aman dan tenteram serta memiliki gaya kelekatan aman di masa kanak-kanak akan terus memiliki gaya kelekatan aman saat dewasa. Sebaliknya, jika seorang individu memiliki keterikatan tidak aman sebagai seorang anak, mereka akan berpotensi menciptakan gaya keterikatan tidak aman di masa dewasa.

Orang dewasa yang memiliki kelekatan aman percaya bahwa orang-orang akan ada untuk mereka saat mereka membutuhkannya, sedangkan orang dewasa dengan keterikatan yang tidak aman akan membentuk hubungan tetapi khawatir bahwa orang yang mereka sayangi tidak akan ada untuk mereka atau memilih untuk tidak mengembangkan hubungan dekat sama sekali. Individu yang memiliki hubungan yang buruk dengan ayah mereka di masa kecil dapat menyebabkan keterikatan yang tidak aman di masa dewasa sehingga menyebabkan daddy issues.

Tipe-Tipe Ayah yang Menyebabkan Daddy Issues

  • Ayah yang tidak ada secara emosional;
  • Ayah yang kasar dan kejam;
  • Ayah yang terlalu memanjakan anak perempuannya;
  • Ayah yang toxic dan terlalu mengontrol;
  • Ayah yang tidak bekerja dan bergantung pada anaknya;
  • Ayah yang tertekan

Jenis-Jenis Daddy Issues

  • Anxious-Preoccupied: Orang-orang sangat cemas dan gelisah karena takut pasangan mereka mungkin meninggalkan mereka.
  • Dismissive-Avoidant: Orang-orang yang takut terluka karena mereka percaya dan bergantung pada seseorang.
  • Fearful-Avoidant: Orang-orang yang takut dan khawatir tentang keintiman. Mereka menghindari dekat dengan siapa pun. Ketika menghadapi kesulitan, mereka lebih memilih untuk melarikan diri.

Dampak Daddy Issues

Penelitian menunjukkan pengaruh ketidakhadiran ayah atau keterlibatan yang rendah dalam kehidupan anak perempuan mereka dengan perilaku seksual berisiko perempuan, termasuk permisif seksual dan bersikap negatif pada penggunaan alat kontrasepsi. Sementara itu, laki-laki yang tumbuh tanpa ayah atau ayah yang tidak ada secara emosional melaporkan berbagai masalah, termasuk kurangnya panutan pria, perasaan tidak mampu seperti kurangnya kepercayaan diri dan harga diri, dan mencari pengganti peran ayah di masa dewasa.

Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Memiliki Daddy Issues?

1. Kenali

Ketika kebutuhan anak-anak tidak terpenuhi, maka mereka mulai percaya bahwa mereka tidak layak mendapatkan cinta, perhatian, kasih sayang dan perasaan ini terus mengikuti hingga dewasa. Melalui “kombinasi pendidikan dan kesadaran”, individu dapat belajar mengenali bagaimana hubungan dengan ayahnya sehingga ia dapat dapat menghidupkan kembali pola masa kanak-kanak dalam hubungannya saat ini.

2. Rasakan

Biarkan individu merasakan sakitnya hubungan dengan ayahnya dan meratapi apa yang tidak ia miliki dalam hidup. Melibatkan kemarahan dan kesedihan adalah kesempatan untuk merasakan kesedihan pada masa kecil dan membantu diri untuk mengatasinya perasaan tersebut.

3. Pelajari

Setelah individu bisa mengenali bagaimana keyakinan yang ia bentuk selama masa kanak-kanak memengaruhi hubungannya saat ini, individu dapat menggantinya dengan keyakinan baru yang lebih sehat.

 

Referensi:

Center, C. K. Y. (2021, September 22). Do I Have Daddy Issues? The Real Psychology Behind Daddy Issues. Kentucky Counseling Center. Retrieved October 20, 2021, from https://kentuckycounselingcenter.com/do-i-have-daddy-issues-the-real-psychology/

Vinney, C. (2021, July 26). Daddy Issues: History, Impact, and How to Cope. Verywell Mind. Retrieved October 20, 2021, from https://www.verywellmind.com/what-are-daddy-issues-5190911#why-is-the-concept-of-daddy-issues-gendered

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *