Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Cynophobia

Banyak orang menyukai anjing karena menganggap hewan ini sebagai sahabat terbaik manusia, selain karena kecerdasannya, wajahnya yang tak kalah menggemaskan selalu berhasil menyita hati. Sayangnya, tidak semua orang menganggap anjing itu hewan yang pintar dan lucu. Mereka yang sangat takut pada anjing ini disebut dengan cynophobia. Asing dengan istilah ini? Mari kita ulas bersama.

Cynophobia berasal dari kata Yunani yang berarti “anjing” (cyno) dan “ketakutan” (phobia). Seseorang yang memiliki cynophobia mengalami ketakutan terhadap anjing yang tidak rasional dan terus-menerus. Hal ini lebih dari sekadar merasa tidak nyaman dengan gonggongan atau berada di sekitar anjing. Sebaliknya, ketakutan ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan memicu sejumlah gejala, seperti kesulitan bernapas atau pusing.

Fobia spesifik, seperti cynophobia, mempengaruhi sekitar 7% hingga 9% populasi. Mereka cukup umum sehingga mereka secara resmi diakui dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5).

Gejala Cynophobia

Setiap orang dapat menunjukkan reaksi yang berbeda-beda. Namun, fobia ini dapat memunculkan reaksi fisik, emosional, atau keduanya. Tanda fisik dari cynophobia, meliputi:

  • Kesulitan bernapas
  • Denyut jantung memacu lebih cepat
  • Rasa sakit atau sesak di dada
  • Tubuh gemetar dan panas dingin
  • Sakit perut
  • Kepala pusing atau terasa ringan
  • Berkeringat

Gejala emosional dari cynophobia, meliputi:

  • Serangan panik atau kecemasan
  • Kehilangan kendali, seperti menangis, berteriak, atau mengamuk
  • Rasa tidak berdaya atau lemah
  • Perasaan akan pingsan atau akan mati
  • Sangat ingin melarikan diri dari situasi tersebut

Anak-anak juga memiliki gejala yang spesifik. Saat terpapar pada hal yang ditakuti anak, mereka mungkin:

  • Mengamuk
  • Berpegangan erat pada pengasuh mereka
  • Menangis

Penyebab Cynophobia

Fobia sering muncul di masa kanak-kanak. Namun, orang dewasa juga dapat mengalaminya. Tidak ada yang tahu persis apa yang membuat seseorang mengembangkan fobia tertentu. Namun, terdapat beberapa penyebab yang dianggap potensial, meliputi:

1. Pengalaman traumatis

Misalnya, seseorang mungkin takut pada anjing setelah diserang olehnya.

2. Kecenderungan keluarga

Baik genetika atau lingkungan dapat berperan dalam perkembangan fobia. Jika seseorang dalam keluarga kamu memiliki fobia, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya.

3. Perubahan fungsi otak

Beberapa orang tampaknya mengembangkan fobia sebagai akibat dari gangguan neurologis atau trauma fisik.

Cara Mengatasi Cynophobia

Sebenarnya tidak semua phobia membutuhkan perawatan dokter. Hal ini bergantung pada tingkat keparahan gejala yang kamu alami. Kamu masih bisa menghindari jalan atau tempat yang banyak anjing. Namun, jika gejala benar-benar serius dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perawatan lebih lanjut diperlukan, seperti:

Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi ini membantu pasien mengelola dan menghadapi rasa takut. Terapi bisa dilakukan secara langsung dengan melibatkan anjing atau hanya membayangkan diri pasien ketika berhadapan dengan anjing, baik itu lewat percakapan atau melihat gambar-gambar anjing.

Pengobatan

Psikoterapi umumnya efektif untuk mengobati fobia spesifik seperti cynophobia. Untuk kasus yang lebih parah, obat-obatan adalah pilihan yang dapat digunakan bersama dengan terapi atau jangka pendek jika ada situasi di mana kamu akan berada di sekitar anjing, namun obat tersebut tetap harus diberikan oleh psikiater yang menangani dan sesuai dosis.

Referensi:

  1. Marcin, A. (2018). What You Should Know About Cynophobia. Diakses pada 21 September 2021 dari https://www.healthline.com/health/cynophobia
  2. WebMD. (2020). What Is Cynophobia?. Diakses pada 21 September 2021 dari https://www.webmd.com/anxiety-panic/what-is-cynophobia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *