Apa itu Codependency?
Codependency adalah pola hubungan yang tidak seimbang, yaitu saat satu orang memikul tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan orang lain dengan mengesampingkan kebutuhan atau perasaannya sendiri. Codependency mengacu pada konstruksi psikologis yang melibatkan hubungan tidak sehat antara individu dengan orang-orang terdekat mereka. Codependency melibatkan ketergantungan mental, emosional, fisik, dan spiritual pada pasangan, teman, atau anggota keluarga. Dr. Renee Exelbert, seorang psikolog dan penulis memaparkan bahwa istilah codependency awalnya diciptakan pada tahun 1950-an dalam konteks Alcoholics Anonymous untuk menggambarkan pasangan yang menyalahgunakan zat dan yang memiliki hubungan tidak sehat dengan orang-orang yang mereka sayangi.
Codependency tidak termasuk diagnosis klinis atau gangguan kepribadian, tetapi dapat tumpang tindih dengan gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian dependen. Codependency bisa muncul dalam berbagai bentuk, ukuran, tingkat keparahan. Hal ini disebabkan oleh konsep diri yang buruk, batasan diri, yang buruk, dan ketidakmampuan untuk berpendapat atau mengatakan tidak. Dr. Mark Mayfield, seorang konselor profesional mengatakan bahwa codependency dapat berkembang dalam semua jenis hubungan, seperti orang tua-anak, pasangan-pasangan, pasangan-pasangan, dan bahkan rekan kerja-atasan.
Penyebab Codependency
Hubungan dengan Orang Tua yang Tidak Sehat
Individu dewasa yang kodependen biasanya memiliki masalah dengan hubungan orang tua saat masih anak-anak atau remaja. Anak diajarkan untuk fokus pada kebutuhan orang tua dan tidak pernah memikirkan diri mereka sendiri. Anak menganggap kebutuhan orang tua lebih penting daripada kebutuhan mereka. Ini menyebabkan anak belajar untuk mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan hanya memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk orang lain setiap saat.
Tinggal dengan Anggota Keluarga yang Memiliki Penyakit Fisik atau Mental
Codependency juga dapat disebabkan karena merawat seseorang yang sakit kronis. Menjadi pengasuh, terutama di usia muda dapat mengakibatkan individu mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan mengembangkan kebiasaan hanya membantu orang lain. Hal ini dapat terjadi pada keluarga yang disgungsional.
Memiliki Keluarga yang Kasar
Mendapat pelecehan fisik, emosional, dan seksual dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti codependency. Seorang anak atau remaja yang dilecehkan akan belajar untuk menekan perasaan mereka sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa sakit akibat pelecehan. Saat dewasa perilaku ini menghasilkan kepedulian hanya pada perasaan orang lain dan tidak mengakui kebutuhan mereka sendiri.
Tanda-Tanda Codependency
- Rela menahan rasa sakit atau tidak nyaman untuk menghindari konflik dengan orang lain;
- Merasa perlu untuk menghubungi atau meminta izin untuk melakukan sesuatu;
- Sering meminta maaf meskipun tidak melakukan kesalahan apa pun;
- Merasa kasihan pada orang lain bahkan ketika tersakiti;
- Selalu mencoba mengubah atau menyelamatkan orang yang memiliki masalah;
- Melakukan apa pun untuk orang lain, bahkan jika itu membuat tidak nyaman;
- Menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, meskipun mereka tidak pantas mendapatkannya;
- Butuh pengakuan dan rasa suka dari orang lain agar merasa nyaman dengan diri sendiri;
- Sulit menemukan waktu untuk diri sendiri karena lebih sering menghabiskan waktu dengan orang lain;
- Merasa seolah-olah kehilangan perasaan tentang diri sendiri dalam suatu hubungan.
Cara Mengurangi Kecenderungan Codependency
- Jadilah pemimpin untuk dirimu sendiri, coba untuk mengatakan hal-hal positif dan kurangi mengkritik diri sendiri.
- Keluar dari lingkaran pertemanan yang lama dan coba cari lingkungan pertemanan yang baru.
- Fokus pada hal-hal yang bisa mengembangkan potensi diri.
- Cobalah untuk mengalihkan pikiranmu saat ada keinginan untuk memikirkan kebutuhan orang lain.
- Jangan takut untuk mengatakan “tidak” kepada seseorang ketika kamu benar-benar tidak ingin melakukan sesuatu.
- Kamu bisa mempertimbangkan untuk bergabung dengan support group atau psikoterapi kelompok.
Referensi:
Berry, J. (2017, October 31). What’s to know about codependent relationships? Medical News Today. Retrieved October 11, 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/319873
Gould, W. R. (2020, December 8). What Is Codependency? Verywell Mind. Retrieved October 11, 2021, from https://www.verywellmind.com/what-is-codependency-5072124
Selva, J. B. (2021, September 13). Codependency: What Are The Signs & How To Overcome It. PositivePsychology.Com. Retrieved October 21, 2021, from https://positivepsychology.com/codependency-definition-signs-worksheets/