Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Barnum Effect: Kepercayaan terhadap Ramalan

Aries itu orangnya percaya diri, taurus itu penyabar, kalo gemini orangnya mudah bersosialisasi.

Apakah kamu termasuk orang percaya pada ramalan zodiak? Atau kamu percaya pada tes-tes kepribadian daring yang biasanya memintamu untuk memilih gambar? Jika iya, maka ketahuilah kamu sedang terkena Barnum effect.

Apa itu Barnum Effect?

Barnum effect atau yang juga dikenal dengan Forer effect adalah fenomena psikologis yang menjelaskan mengapa individu percaya pada deskripsi kepribadian yang digeneralisasikan seolah-olah itu deskripsi yang akurat tentang kepribadian mereka. Barnum effect mengacu pada kecenderungan kita untuk berpikir bahwa informasi yang diberikan tentang kepribadian kita sepenuhnya benar tanpa mempertimbangkan kalau informasi tersebut telah di generalisasikan. Barnum effect menjelaskan mekanisme yang mendasari kerentanan perilaku kita untuk menerima kepercayaan dan praktik paranormal seperti horoskop, meramal, dan tes kepribadian daring.

Sejarah Barnum Effect

Nama Barnum berasal dari pemain sandiwara Amerika P.T. Barnum yang hidup pada abad ke-19 dan menjadi terkenal dengan ungkapan “ada penipu yang lahir setiap menit”. Ungkapan ini mengacu pada kecenderungan manusia untuk mudah tertipu dan suka menghubungkan deskripsi umum tentang diri mereka sendiri. Kalau kamu pernah menonton film The Greatest Showman, kamu tentu familiar dengan tokoh protagonisnya yang berama Barnum. Barnum meyakinkan orang untuk berpikir bahwa dia memahami mereka lebih baik daripada mereka sendiri dengan menggunakan efek ini.

Barnum effect sebagai bias kognitif, ditemukan oleh psikolog Bertram Forer (inilah alasan mengapa Barnum effect juga dikenal dengan Forer effect) pada tahun 1948 ketika ia melakukan eksperimen tentang kekeliruan validasi pribadi. Dalam studinya, siswa diberikan tes kepribadian dan diberitahu bahwa setiap survei akan dinilai secara terpisah dan diberikan umpan balik oleh Forer. Namun, Forer memberi semua siswa umpan balik yang sama yang hanya berisi pernyataan umum, seperti “Anda cenderung kritis terhadap diri sendiri”, “rasa aman adalah salah satu tujuan utama Anda dalam hidup”, atau “terkadang Anda meragukan keputusan yang telah Anda buat”.

Setelah siswa menerima umpan balik mereka, mereka menilai keakuratan profil mereka pada skala dari 0 (buruk) hingga 5 (sempurna) dan secara keseluruhan rata-rata akurasinya adalah 4,3 dari 5. Dapat disimpulkan kalau hampir semua siswa menganggap umpan balik Forer sebagai deskripsi akurat tentang kepribadian unik mereka. Forer menyimpulkan bahwa hasil dapat dikaitkan dengan kecenderungan kita untuk mudah tertipu.

Bagaimana Prinsip Penerapan Barnum Effect?

Barnum effect memanfaatkan sifat mudah tertipu pada individu yang mungkin berdampak saat membuat keputusan dalam hidup. Jadi, penting untuk mempelajari tentang bagaimana prinsip penerapan Barnum effect. Berikut penjelasannya:

Preferensi untuk Disukai. Individu memiliki kecenderungan untuk percaya pada pernyataan positif tentang diri sendiri. Ini disebabkan deskripsi deskripsi positif yang kita kaitkan dengan diri kita sendiri memberi energi untuk ego. Deskripsi positif membuat seseorang merasa tersanung dan secara otomatis menerimanya sebagai kebenaran. Kalau kamu diminta memilih salah satu diantara dua pernyataan di bawah ini, mana yang akan kamu pilih?

  1. Kamu adalah orang yang mementingkan keinginan pribadi dan tidak sulit menerima ide orang lain.
  2. Kamu adalah orang yang suka berpikir out of the box saat memecahkan masalah.

Sebagian besar orang akan memilih pernyataan kedua, mengapa? Karena pernyataan kedua lebih menggambarkan kualitas kepribadian yang dimiliki oleh individu. Secara sosial pun pernyataan kedua lebih disukai. Kita tentu lebih menyukai sifat-sifat yang diakui secara sosial karena dapat membantu mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat. Ini adalah naluri bawaan yang telah membantu kita beradaptasi dengan kondisi kehidupan yang selalu berubah.

Preferensi untuk Relatabilitas. Individu secara alami cenderung menerima informasi yang dapat dihubungkan dengan diri sendiri dan menghubungkannya dengan kejadian sehari-hari. Dengan kata lain, kita akan percaya pada informasi yang sesuai dengan harapan kita dan mengabaikan informasi yang tidak sesuai. Dengan begitu, kita menganggap deskripsi yang ditulis secara umum sebagai sesuatu yang unik dan mengaitkan bagian-bagian yang pas dengan pengalaman hidup kita. Misalnya, ramalan zodiak kamu mengatakan kalau hari ini kamu akan mendapat keberuntungan secara finansial dan asmara. Kamu tentu merasa senang karena itu adalah hal yang kamu tunggu-tunggu. Kamu benar-benar percaya pada informasi tersebut dan menjadi merasa termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Prinsip Pollyanna. Fenomena psikologis lain yang menjelaskan prinsip kerja Barnum effect adalah prinsip pollyanna atau bias positif. Prinsip pollyana adalah kecenderungan orang untuk mengingat peristiwa yang menyenangkan dengan lebih akurat daripada peristiwa yang negatif. Manusia pada dasarnya menyukai kenangan indah daripada kenangan buruk. Ini adalah prinsip yang sama dengan Barnum effect, kita lebih menyukai deskripsi positif dikaitkan dengan diri kita sendiri.

Pernyataan Barnum. Barnum effect yang dituangkan dalam bentuk bentuk deskripsi disebut pernyataan Barnum. Pernyataan-pernyataan ini tidak jelas dan bersifat inklusif, tetapi entah bagaimana terasa spesifik ketika individu membacanya. Pernyataan Barnum mudah diterima karena sebagian besar apa yang tertulis di dalamnya berlaku untuk mayoritas. Meskipun kita merasa pernyataan itu seperti hanya ditujukan untuk kita, nyatanya pernyataan tersebut ditulis untuk siapa saja. Penulis horoskop menggunakan pernyataan Barnum untuk membuat pembaca merasa nyaman dan ebih mudah menerima informasi yang ingin mereka sampaikan. Berikut beberapa contoh pernyataan Barnum:

  1. Kamu memiliki kemampuan tersembunyi yang belum kamu manfaatkan.
  2. Hal yang kamu nantikan akan segera terjadi, kamu perlu mempersiapkan diri.
  3. Kamu adalah orang yang sangat kritis dan pandai menganalisis diri sendiri.

Contoh Barnum Effect

Ada berbagai aspek yang dipengaruhi oleh Barnum effect dalam kehidupan kita. Mulai dari cara kita memilih untuk menggunakan platform media sosial hingga hal-hal yang ingin kita baca dan pelajari. Berikut beberapa contoh Barnum effect yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari:

Barnum Effect dalam Astrologi, Sihir & Peramalan

Horoskop telah ada setidaknya sejak 2.000 tahun yang lalu dan sejak saat itu manusia menjadi suka membaca tanda-tanda zodiak dan membuat interpretasi. Horoskop ataupun ramalan adalah bagian dari pseudosains yang bisa dikatakan mengandung unsur ilmiah meskipun sedikit. Para penulis deskripsi horoskop atau peramal sebenarnya cukup paham tentang psikologi manusia dan menerapkannya pada interpresi mereka yang menggunakan prinsip-prinsip Barnum effect. Pseudosains biasanya menggunakan teknik cold reading, teknik yang biasa digunakan oleh paranormal dan peramal. Para peramal menganggap mereka adalah orang yang paling tahu tentang diri subjek. Padahal mereka hanya menggunakan bahasa dan gerak tubuh subjek untuk membuat analisis. Para peramal lalu membuat pernyataan dengan menggunakan personalisasi sehingga subjek menganggapnya serius dan berpikir kalau pekataan peramal akan terjadi di masa depan. Seperti inilah para peramal dan paranormal menggunakan prinsip kerja Barnum effect dalam praktik mereka.

Barnum Effect di Platform Media Sosial

Platform media sosial seperti Spotify dan Netflix juga memanfaatkan efek ini untuk mengelola pengalaman penggunanya. Platform ini menyesuaikan informasi untuk penggunanya dan menyajikannya kepada mereka dengan cara yang ingin mereka lihat. Dengan kata lain, mereka mempersonalisasi konten mereka untuk penggunanya. Misalnya, Spotify dan Netflix memiliki bagian “recommended for you” di halaman utama mereka. Kedua situs web ini membuat konten otomatis yang didasarkan pada preferensi pengguna sebelumnya. Jadi, ketika pengguna melihat konten yang direkomendasikan mereka akan mendengarkan dan menonton konten tersebut.

Spotify membuat bagian ‘Uniquely yours’ yang berisi daftar lagu-lagu top dari tahun lalu dan lagu yang sering kita putar berulang-ulang. Dengan cara ini, pengguna akan merasa kalau Spotify adalah aplikasi yang sangat cocok dan sesuai dengan mereka. Padahal kenyataannya ini adalah Barnum effect yang digunakan Spotify untuk meningkatkan jumlah pengguna. Selain Spotify, Netflix juga melakukan hal yang sama. Seperti yang kita ketahui, Netflix suka mengirim pesan berisi rekomendasi film yang relevan untuk setiap pelanggan mereka.

Bagaimana Cara Menghindari Barnum Effect?

Barnum effect memang terlihat seperti hal yang tidak penting, padahal Barnum effect memiliki dampak negatif pada pengambilan keputusan dan penalaran individu. Berikut ini beberapa cara untuk menghindari Mengetahui beberapa cara untuk menghindari Barnum effect:

  1. Meningkatkan kesadaran dan skeptisisme terhadap situasi yang memungkinkan Barnum effect Jangan menelan mentah-mentah ramalan atau umapn balik yang diberikan pada kita. Cobalah untuk memikirkannya secara rasional.
  2. Tetap waspada dan mencari bukti saat mengidentifikasi pernyataan Barnum. Kita tentu menyadari kalau penilaian tentang kepribadian membutuhkan analisis yang faktual, tetapi kadang-kadang kita juga masih suka mengikuti tes kepribadian daring yang tersebar luas di media sosial. ingatlah kalau tes-tes itu berlaku untuk banyak orang dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Referensi:

Vohs, K. D. (n.d.). Barnum Effect | psychology. Encyclopedia Britannica. Retrieved November 2, 2021, from https://www.britannica.com/science/Barnum-Effect

Yerebakan, D. (2021, February 26). Barnum Effect: The Reason Why We Believe Our Horoscopes. Neurofied. Retrieved November 2, 2021, from https://neurofied.com/barnum-effect-the-reason-why-we-believe-our-horoscopes/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *