Kita harus mengenal terlebih dahulu definisi dari normal-sehat. Menurut WHO, batasan sehat adalah keadaan berupa kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan spiritual secara penuh; dan bukan semata-mata berupa tidak adanya penyakit atau keadaan lemah tertentu. Menurut psikiater Karl Menniger, kesehatan mental adalah penyesuaian manusia terhadap dunia dan satu sama lain dengan keefektifan dan kebahagiaan yang maksimum; kesehatan ini bukan hanya berupa efisiensi atau hanya perasaan puas, atau keluwesan dalam mematuhi semua; sedangkan jiwa yang sehat sama dengan kesehatan mental meliputi kemampuan menahan diri, menunjukan kecerdasan, berperilaku dengan mempertimbangkan perasaan orang lain, dan sikap hidup yang bahagia. Menurut psikolog H.B. English, kesehatan mental adalah keadaan yang relatif tetap, individu menunjukan penyesuaian, aktualisasi diri atau realisasi diri; kesehatan mental merupakan keadaan positif, bukan sekedar tidak adanya gangguan mental.
Kriteria Jiwa Normal
- Oldewelt mencirikan orang yang sehat mental sebagai berikut :
- Memiliki perasaan yang harmonis dan seimbang
- Merasa aman dan terjamin (tepat, berhati-hati)
- Memiliki kepercayaan terhadap diri dan orang lain
- Memiliki kemampuan memahami dan mengontrol diri
- Memiliki kepribadian yang matang dan terintegrasi utuh
- Memiliki relasi sosial yang memuaskan
- Memiliki sturktur sistem syaraf yang sehat dan memiliki daya lentur untuk beradaptasi
- Bahagia, bebas/merdeka jiwanya, memiliki kesusilaan serta memeluk agama atau mempunyai pedoman
- Tidak sakit agar dapat berperilaku produktif.
- Maslow dan Mittelmann membuat kriteria bagi individu yang berfungsi normal-sehat, dengan sedikit perubahan dari Saanin, adalah :
- Memiliki perasaan aman (sense of security) yang wajar dan tepat
- Mempunyai penilaian diri (self evaluation) yang wajar dan memiliki wawasan diri/insight yang masuk akal
- Memiliki spontanitas dan emosionalitas yang wajar dan tepat
- Memiliki realitas yang sesuai
- Memiliki dorongan dan nafsu jasmaniah yang sehat
- Mempunyai pengetahuan diri yang cukup, dengan motif hidup yang sehat dan kesadaran tinggi
- Memiliki tujuan hidup yang tepat, yang bisa dicapai dengan kemampuan diri
- Memiliki kesanggupan belajar dari pengalaman hidup
- Memiliki kesanggupan memuaskan kehendak jasmaniah secara wajar dan tidak berlebihan, dengan kesanggupan untuk memuaskan tuntutan dan kebutuhan dari kelompoknya
- Ada sikap persamaan hak yang sehat terhadap kelompok dan kebudayaannya
- Memiliki kepribadian yang terintegras dan konsisten
Saanin mengingatkan bahwa semua nilai diatas adalah relatif. Tidak ada individu yang dapat memenuhi karakter ini dengan sempurna. Individu mungkin kurang dalam satu segi, tapi memiliki kesehatan yang baik di segi lain, maka masih dianggap normal. Jika individu banyak kurangnya dalam karakteristik atau sifat tersebut, atau ada kekurangan yang sangat dalam satu-dua sifat, maka kemungkinan individu tersebut dianggap abnormal (tidak normal).
Supratiknya (1995) melihat ciri-ciri pribadi sehat berdasarkan aspek penyeusaian diri, yaitu ditinjau dari aspek :
1. Sikap terhadap diri sendiri
Ciri perilakunya adalah menunjukan penerimaan diri, memiliki jati diri yang positif, memiliki peniliaian yang realistik terhadap berbagai kelebihan dan kekurangan.
2. Realitas
Ciri perilakunya adalah memiliki pandangan realitis terhadap diri sendiri dan terhadap dnia, orang, maupun benda/lingkungan sekelilingnya.
3. Integrasi
Ciri perilakunya adalah berkepribadian utuh, bebas dari konflik-konflik batin yang melumpuhkan, memiliki toleransi yang baik terhadap stress.
4. Kompetensi
Memiliki kompetensi-kompetensi fisik, intelektual (kecerdasan), emosional, dan sosial yang memadai untuk mengatasi berbagai masalah hiudp.
5. Otonomi
Ciri perilakunya memiliki kemandiirian, tanggung jawab, dan penentuan diri yang memadai disertai kemampuan cukup untuk membebaskan diri dari aneka pengaruh sosial.
6. Pertumbuhan aktualisasi diri
Menunjukan kecedrungan ke arah menjadi semakin matang, semakin berkembang kemampuan-kemampuannya, dan mencapai pemenuhan diri sebagai pribadi.
Dari penjelasan makna dan ciri diatas dapatkah kamu menilai kondisi kesehatan mentalmu? Semoga kita tetap berada dalam kondisi normal-sehat. Kalau kita masih dalam keadaan kesehatan mental tidak baik, semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk terus berjuang. Have a goo day.
Referensi :
Baihaqi, MIF., dkk. (2019). PSIKIATRI : Konsep Dasar Dan Gangguan-Gangguan. Bandung : PT Refika Aditama.