Sudah tidak asing lagi kita dengar di keseharian mengenai kecemasan atau anxiety. Baik bagi individu yang mempelajari psikologi, maupun masyarakat biasa pastinya sudah (sedikitnya) paham mengenai kecemasan. Secara umum, kecemasan merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan sensasi takut dengan makna yang kurang spesifik. Kecemasan merupakan keadaan emosional negatif dan kekhawatiran tentang bahaya yang tidak terduga di masa depan, yang ditandai dengan adanya firasat dan somatik ketegangan, seperti jantung berdetak kencang, berkeringat, serta kesulitan bernapas (Holtum, 2014). Perasaan ini ditandai dengan rasa tidak aman, kurang mampu menghadapi tuntutan realitas (lingkungan), kesulitan, tekanan kehidupan sehari-hari, perasaan tegang yang tidak menyenangkan, dan perasaan gelisah bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Perasaan cemas adalah bentuk ketidakberanian ditambah kerisauan terhadap hal-hal yang tidak jelas; merupakan takut yang tidak jelas objeknya dan tidak jelas pula alasannya (Nevid, 2005).
Jika sudah dibahas mengenai kecemasan secara umum, bagaimana penjelasan kecemasan secara khusus dari tokoh psikologi? Rollo May, salah satu tokoh psikologi yang mengenalkan tentang Psikologi Eksistensial, memberikan teori tentang kecemasan merupakan salah satu fokus khusus pada psikologi eksistensial ini. May menganggap bahwa kecemasan merupakan reaksi yang terjadi karena nilai eksistensi dasar manusia terancam. Kecemasan juga merupakan masalah yang dialami manusia modern, karena manusia modern tidak tau lagi apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperankan dan dimainkan, serta asas-asas apa yang harus diikuti. Orang-orang mengalami kecemasan ketika mereka sadar bahwa keberadaan mereka atau nilai yang mereka pegang akan atau mungkin dihancurkan. Kecemasan dapat muncul dari kesadaran akan ketidakberadaan seseorang atau dari ancaman terhadap nilai yang penting bagi keberadaan seseorang. Kecemasan datang ketika seseorang menghadapi masalah atau pertentangan terhadap pemenuhan potensinya. Masalah ini dapat menyebabkan stagnasi (tidak ada kemajuan) dan pembusukan, namun juga dapat memebuat individu bertumbuh dan berubah jika dikelola dengan baik atau benar (Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2002).
Jenis Kecemasan
Kecemasan menurut May digolongkan menjadi dua sifat, yaitu :
- Kecemasan Normal (Normal Anxiety)
Tidak ada individu yang dapat lepas dari efek-efek kecemasan. Bertumbuh dan berubah berarti mengalami kecemasan yang konstruktif atau normal. May mendefinisikan kecemasan normal sebagai “sesuatu yang seimbang bagi ancaman, tidak mengekang/memberi tekanan, dan bisa ditentang secara konstruktif (dapat bersifat membangun) di tingkatan sadar”. Ketika manusia tumbuh dari bayi sampai lansia, nilai-nilai individu berubah dan di setiap langkahnya mengalami kecemasan normal. “Semua pertumbuhan terdiri atas penyerahan diri yang memicu kecemasan terhadap nilai-nilai masa lalu”. Kecemasan normal juga dialami selama momen-momen kreatif ketika seniman, ilmuwan atau filsuf yang tiba-tiba mendapat sebuah pencerahan yang mengarah kepada pengakuan bahwa hidupnya, dan mungkin hidup banyak orang, akan berubah secara permanen.
- Kecemasan Neurotik (Neurotic Anxiety)
May mendefinisikan kecemasan neurotik sebagai “reaksi tidak proporsional (tidak seimbang) terhadap ancaman, melibatkan represi (mengekang, memberi tekanan), dan bentuk-bentuk konflik intrapsikis (konflik dalam jiwa) lainnya, dan diatur oleh beragam jenis pemblokiran aktivitas dan kesadaran”. Jika kecemasan normal dirasakan ketika nilai yang dianut terancam, maka kecemasan neurotik dialami ketika nilai ditransformasikan menjadi keyakinan tertentu. Untuk bisa menjadi individu normal sepenuhnya, psikis individu harus bisa menyediakan rasa aman, namun rasa aman ini “harus dibayar dengan penyerahan kepentingan untuk pembelajaran hal-hal baru dan pertumbuhan kepada arah pembelajaran” (Hall, Calvin S dan Lindzey Gardner. 1909).
Referensi :
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2002. Theories Of Personality(Fifth Edition). New York : McGraw-Hill
Hall, Calvin S dan Lindzey Gardner. 1909. Theories Of Personality(Third Edition). New York
Hermawan, U. (2021). Konsep diri dalam eksistensialisme Rollo May. JAQFI (Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam), 6(1).