Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Berbicara Di Depan Umum, Siapa Takut? 4 Tips Agar Berani Berbicara di Depan Umum

Hai readers! Pernah ngga sih kalian takut berbicara di depan umum? Kira-kira apa penyebabnya ya? Seringkali saat kita akan menyampaikan presentasi di depan umum, kita tentunya akan merasa gugup. Gugup sebelum melakukan presentasi merupakan hal yang wajar. Namun, bagaimana jika rasa gugup ini berpotensi menghancurkan presentasi kita? Berbicara merupakan salah satu skill yang penting dalam bidang manapun. Di sekitar kita, terdapat orang-orang yang mungkin mengalami hambatan berbicara saat akan melakukan presentasi. Ketidakcakapan dalam berbicara dapat membuat seseorang tersingkir dari pekerjaannya. Di sisi lain, banyak juga orang di luar sana yang tidak dapat berbicara dengan lancar akibat trauma.

Ciri-ciri orang yang mengalami hambatan saat berbicara adalah:

  • Berbicara terbata-bata
  • Suara yang kecil dan bergetar
  • Gagap yang berlebihan
  • Tidak berani menatap mata orang lain

Sebagian besar orang yang menunjukkan gejala diatas, mungkin saja disebabkan karena mereka merasa tidak percaya diri yang disebabkan oleh adanya luka psikologis saat mereka tumbuh, trauma, atau merasa rendah diri. Mereka yang takut berbicara dan kurang percaya diri juga mudah merasa berdebar-debar saat berbicara di hadapan orang banyak. Terdapat ahli yang berpendapat bahwa trauma dan rasa rendah diri sangat mempengaruhi seseorang sehingga mengubah cara bicaranya sangat tidak mungkin. Untuk terbebas dari luka atau rasa rendah diri yang dirasakan, kita dapat memulihkan rasa percaya diri dan berubah menjadi orang yang mampu berbicara dengan cerdas. Karena rasa percaya diri yang kuat adalah salah satu hal utama yang untuk bisa berbicara. Dengan percaya diri, kita akan dapat berbicara dengan sorot mata yang tajam dan menyentuh hati pendengar.

Selain itu, terdapat empat tips lainnya yang dapat membuat kita memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum:

1. Membuat karikatur pendengar.

Mari berpikir bahwa audiens bukanlah seseorang yang akan menilai kita, melainkan orang yang akan mendengarkan cerita kita dengan gembira. Jika masih merasa takut menghadapi audiens, bayangkan bahwa kita sedang berbicara dengan diri sendiri di depan cermin. Dengan demikian, kita akan merasa lebih nyaman dan menunjukkan kemampuan dengan baik

2. Hindari merendahkan kapasitas diri saat memperkenalkan diri.

Hindari mengucapkan kalimat-kalimat seperti “saya tidak sempat mempersiapkannya dengan baik”, “saya banyak kekurangan, tapi…” di awal, dan sebagainya. Kalimat-kalimat seperti ini tidak berguna untuk mengungkapkan rasa rendah hati. Kalimat ini justru membuat kepercayaan audiens turun dan membuat mereka tidak fokus. Hal ini dapat mengakibatkan kita menjadi lebih gelisah dan tidak dapat menghilangkan rasa gugup

3. Pelajari konten dengan baik.

Jika kita lebih banyak mengetahui konten presentasi dengan baik daripada audiens, mereka akan berhenti menilai dan mulai memasang telinga. Saat kita menguasai apa yang akan disampaikan, audiens akan melihat dengan sorot mata yang lembut dan bersedia untuk mendengarkan, bukan dengan tatapan menghakimi. Mempelajari konten presentasi akan lebih memudahkan kita saat berbicara.

4. Ucapkan “mantra” dengan penuh keyakinan.

Sebelum melakukan presentasi, ucapkan kepada diri sendiri kalimat-kalimat seperti “aku yang terbaik”, “hari ini aku akan menyajikan presentasi terbaik”, dan kalimat-kalimat positif lainnya. Selalu memantrai diri sendiri dengan ucapan yang meyakinkan dapat membantu meredakan rasa gugup. Ucapan mantra bisa dilakukan dengan membayangkan diri sendiri saat berada di depan publik. Lama kelamaan keberanian akan muncul dalam diri kita.

  Nah, itulah tips-tips agar berani berbicara di depan umum. Semoga bermanfaat!!

Sumber Gambar: https://id.yestherapyhelps.com/how-to-overcome-the-fear-of-speaking-in-public-5-keys-11670

Referensi: Su Hyang, Oh. (2018). Bicara Itu Ada Seninya: Rahasia Komunikasi Yang Efektif. Jakarta: Penerbit Bhuana Ilmu Populer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *