Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Agresi: Kemarahan yang Melukai Orang Lain

Halo Sobat Psike! Pernahkah kamu melihat seseorang yang marah-marah sampai melukai orang lain? Mengapa ia melakukan itu? Dalam psikologi, hal ini disebut dengan agresi. Mari kita simak lebih lanjut!

Definisi Agresi

Agresi adalah setiap perilaku individu terhadap individu lain dengan maksud untuk menyakiti individu lain tersebut. Perilaku tersebut diyakini pelaku akan merugikan target, dan target diyakini tidak berusaha menghindari pelaku.

Agresi berpusat pada menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Ketika agresi menjadi ekstrem, hal tersebut bisa saja merupakan tanda dari kondisi kesehatan mental yang terganggu dari pelaku, gangguan penggunaan zat, atau masalah medis lainnya. Agresi yang ekstrim disebut dengan violence atau kekerasan.

Bentuk-bentuk Perilaku Agresi

Perilaku agresif bermacam-macam, dapat berupa:

  • Fisik, seperti memukul, menendang, atau menusuk orang lain. Merusak properti juga merupakan bentuk agresi fisik.
  • Verbal, dapat berupa mengejek, menghina, dan berteriak.
  • Relasional, yang dimaksudkan untuk merusak hubungan orang lain. Hal ini dapat berupa menyebarkan gosip dan berbohong tentang orang lain.
  • Pasif-agresif, seperti mengabaikan seseorang. Perilaku pasif-agresif biasanya dimaksudkan untuk membiarkan bahaya yang menimpa seseorang.

Tujuan Perilaku Agresi

Seseorang melakukan perilaku agresi karena beberapa tujuan, antara lain:

  • Mengekspresikan kemarahan atau permusuhan
  • Ingin memperlihatkan bahwa ia mendominasi orang lain
  • Berupaya untuk mengintimidasi atau mengancam
  • Mencapai suatu tujuan
  • Reaksi dari ketakutan, hal ini juga disebut sebagai bentuk pertahanan diri atau defence mechanism
  • Reaksi terhadap rasa sakit

Jenis-jenis Agresi

Hostile Aggression

Hostile aggression atau agresi bermusuhan merujuk sebagai agresi impulsif, yaitu agresi yang tidak direncanakan) karena didorong oleh kemarahan, memiliki motif utama untuk menyakiti target, dan biasanya terjadi sebagai reaksi terhadap provokasi yang dirasakan. Kadang-kadang hostile aggression juga disebut agresi afektif, impulsif, atau reaktif.

Instrumental Aggression

Instrumental Aggression merupakan agresi yang direncanakan untuk memperoleh tujuan selain merugikan korban, dan terkadang juga disebut agresi proaktif.

Faktor Penyebab Agresi

Personal Factor

Faktor orang mencakup semua karakteristik yang dibawa seseorang ke lingkungan, seperti: kepribadian, sikap, dan kecenderungan genetik. Personal factor terdiri dari:

  • Karakter, seperti kerentanan terhadap bias permusuhan dan self esteem yang tidak stabil (kepribadian narsistik).
  • Jenis kelamin. Pria biasanya lebih mudah melakukan physical aggression, sedangkan wanita lebih sering melakukan emotional aggression. 
  • Kepercayaan. Mereka yang percaya bahwa mereka jika melakukan tindakan agresif tertentu (efikasi diri) akan mendapatkan hasil yang diinginkan (outcome efficacy) cenderung memilih perilaku agresif daripada mereka yang tidak begitu percaya diri kemanjuran tindakan agresif. Biasanya hal ini diperoleh dari keluarga yang memiliki kepercayaan yang kental.
  • Attitude. Individu yang cenderung bersikap kasar akan cenderung bersikap agresif.

Situational Factor

Faktor situasional terjadi karena hal-hal yang terjadi diluar kendali individu, seperti:

  • Isyarat agresif. Isyarat agresif adalah objek yang membentuk konsep terkait agresi dalam ingatan. Jadi, seseorang akan merespons stimulus pertama kali dengan agresivitas.
  • Provokasi. Provokasi merupakan faktor paling utama yang memicu agresi,seperti hinaan, agresi fisik, serta gangguan kepada orang lain.
  • Frustrasi. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan sehingga muncul kemarahan dan ia berusaha meluapkan kemarahan tersebut.
  • Obat-obatan. Penyalahgunaan obat dan zat terlarang mengacaukan pikiran seseorang sehingga ia tidak dapat mengendalikan emosinya.

Cara Mengatasi Agresi

Jika kamu memiliki masalah terkait agresi, maka lakukanlah hal-hal berikut:

  • Lakukan meditasi, terapi, atau relaksasi untuk menenangkan pikiran.
  • Berpikir sebelum melukai orang lain, jika kamu berada di posisinya apa yang kamu rasakan.
  • Kamu dapat mencoba menghindar dari situasi yang membuat kamu marah.
  • Agresi merupakan bentuk penyangkalan, maka coba untuk memahami situasi yang terjadi dan pikirkan solusi terbaik.

Referensi:

Anderson, C. A., & Bushman, B. J. (2002). Human aggression. Annual review of psychology, 53(1), 27-51.

Cherry, K. (2021). What is aggression? Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-aggression-2794818

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *