Tokoh Psikologi Carl Gustav Jung menjelaskan kepribadian dari beberapa bagian, salah satunya adalah sikap jiwa. Sikap jiwa adalah arah energi psikis individu untuk meninjau sikap yang tepat atau berkecenderungan terhadap dunianya. Arah energi psikis ini bisa keluar ataupun ke dalam, sehingga orientasi individu terhadap dunianya dapat juga keluar atau ke dalam. Berdasarkan sikap jiwa manusia, Carl G. Jung menggolongkan menjadi dua tipe, yaitu :
- Extravers
Individu extravers dipengaruhi oleh dunia objektif yaitu dunia di luar dirinya. Orientasinya tertuju keluar; pikiran, perasaan, dan tindakan ditentukan oleh lingkungan sosial maupun lingkungan non-sosial. Bersikap positif terhadap orang lain yaitu hatinya terbuka, mudah bergaul, hubungan dengan individu lain berjalan lancar. Sisi negatif atau bahaya bagi orang extravers adalah jika ikatan dengan dunia luar terlalu kuat, individu tersebut bisa saja terlalu tenggelam ke dunia luar dan kehilangan dirinya atau asing terhadap dunia subjektif (batiniah)nya sendiri.
- Introvers
Individu introvers dipengaruhi dunia subjektif atau dunia di dalam dirinya sendiri. Orientasinya tertuju kepada perasaan, pikiran, dan tindakan yang ditentukan faktor subjektif. penyesuaian dengan batinnya baik. Namun penyesuaian dengan dunia luar kurang baik karena sifatnya yang tertutup, sulit untuk bergaul, sulit untuk berhubungan dengan orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain. Bahaya bagi tipe introvers ini adalah jika jarak dunia luar dan dunia dirinya terlalu jauh, sehingga individu dapat terlepas dari dunia luarnya.
Dari dua sikap jiwa ini, Jung membagi lagi berdasar kehidupan alam bawah sadar. Hal ini disampaikan dalam Tipologi Jung. Sebelumnya, kita kenali dulu beberapa istilah dalam tipologi, yaitu 1) Pikiran, bersifat rasional dan beri penilaian benar-salah, 2) Perasaan, bersifat rasional dan beri penilaian senang-tidak senang, 3) Pengindraan, bersifat irrasional dan beri pengamatan sadar-indra, 4) Intuisi, bersifat irrasional dan beri pengamatan tak sadar-naluriah. Tipologinya adalah :
1. Extravers
- Pikiran -> Tipe pemikir extrvers -> Ketidaksadaran perasa introvers
- Perasaan -> Tipe perasa extravers -> Ketidaksadaran pemikir introvers
- Pengindraan -> Tipe pengindra extravers -> Ketidaksadaran intuitif introvers
- Intuisi -> Tipe intuitif extravers -> Ketidaksadaran pengindra introvers
2. Introvers
- Pikiran -> Tipe pemikir extrvers -> Ketidaksadaran perasa introvers
- Perasaan -> Tipe perasa extravers -> Ketidaksadaran pemikir introvers
- Pengindraan -> Tipe pengindra extravers -> Ketidaksadaran intuitif introvers
- Intuisi -> Tipe intuitif extravers -> Ketidaksadaran pengindra introvers
Referensi : Suryabrata, Sumadi. (2011). Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.