Halo Sobat Psike! Pernahkah kamu merasa sedang bahagia kemudian kamu tiba-tiba sedih, atau marah, dan akhirnya mengacaukan kebahagiaanmu? Kamu juga pasti sudah tidak asing dengan istilah mood swings. Nah, kali ini Psike akan membahas mengenai mood swings. Mari kita simak pembahasannya!
Definisi Mood Swings
Mood swings merupakan istilah yang menggambarkan suasana hati yang fluktuatif atau berubah-ubah secara cepat dan intens. Suasana hati ini dapat meliputi kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, bahkan hingga depresi.
Seseorang biasanya mengalami perubahan suasana hati yang cepat ketika mendapat suatu stimulus yang dapat mengubah suasana hati secara tiba-tiba dan secara mental dirinya tidak siap dalam menghadapi stimulus tersebut.
Penyebab Terjadinya Mood Swings
Kita tentunya pernah mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Namun, jika perubahan suasana hati itu berlangsung terlalu sering dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari, tentunya hal tersebut tidak baik dan memerlukan penanganan secara profesional.
Secara umum, mood swings lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, seperti pekerjaan yang tiba-tiba bertambah, dimarahi orang lain tanpa sebab, mendapat kabar musibah, pertemuan yang batal, dan sebagainya.
Faktor eksternal seperti hal-hal berikut akan dianggap wajar jika mood tiba-tiba berubah, namun ada pula penyebab dari individu yang sudah mengalami gangguan mental, seperti bipolar, borderline personality, depresi, skizofrenia, dan kecanduan obat-obatan.
Selain dari faktor eksternal dan gangguan mental, ada pula penyebab mood swings dari penyakit fisik, seperti demensia, tumor otak, meningitis, atau kondisi lain yang memengaruhi sistem saraf pusat, serta kondisi tiroid.
Cara Mengelola Mood
- Membuat jurnal tentang mood dapat membantu kita memperhatikan pola perubahan suasana hati serta pemicu yang mungkin memengaruhi suasana hati.
- Olahraga. Olahraga akan menghasilkan hormon endorfin, yaitu hormon yang membantu mengendalikan stres dan memperbaiki suasana hati.
- Membuat jadwal kegiatan harian.
- Tidur. Tidur dapat membantu meningkatkan mood. Kurang tidur, yang dapat mempengaruhi nafsu makan dan tingkat energi, juga dapat menyebabkan kesedihan, lekas marah, dan suasana hati yang rendah.
- Pola makan sehat. Pola makan yang sehat merupakan komponen penting untuk manajemen suasana hati. Mendapatkan nutrisi yang cukup dan menghindari konsumsi gula, alkohol, dan kafein dalam jumlah besar dapat membantu mengurangi frekuensi perubahan suasana hati.
Referensi:
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: DSM-5. (5th ed.). Washington D.C: American Psychiatric Publishing
Good Therapy. Mood swings. Retrieved from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/mood-swings
Schimelpfening, N. (2020). Causes and risk factor of mood swings. Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-are-mood-swings-1067178