Jika membahas soal cinta pasti akan berbeda-beda pada setiap individu. Cinta tidak hanya ditunjukkan kepada pasangan tetapi pada keluarga, teman, atau bahkan dengan objek lain seperti tanaman atau hewan peliharaan.
Makna cinta dalam pernikahan menurut Chapman dibedakan menjadi 5 bahasa cinta yaitu words of affirmation, physical Touch, quality time, acts of service and gifts. Menurut Sternberg cinta terdiri dari 3 komponen yaitu, keintiman, hasrat, dan komitmen. Keintiman adalah perasaan emosional yang berkaitan dengan kehangatan dalam suatu hubungan sedangkan hasrat berkaitan dengan gairah pada ketertarikan fisik pasangan secara seksual. Komitmen merupakan penilaian secara kognitif atas hubungan dan keinginan seseorang untuk mempertahankan hubungan.menurut Sternberg jika pasangan dapat memenuhi 3 komponen cinta tersebut, maka akan terbentuk cinta yang sempurna.
Berikut adalah penjelasan mengenai teori cinta milik Sternberg:
1. Keintiman (Intimacy)
Keintiman adalah perasaan yang ada dalam suatu hubungan yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kedekatan dan keterikatan. Komponen keintiman dapat berupa:
a. Keinginan meningkatkan kesejahteraan dari pasangan atau orang yang dicinta
Individu akan memperhatikan kebutuhan dan berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraan pasangannya.
b. Bahagia Bersama
Individu akan menikmati kegiatan atau setiap aktivitas yang akan dilakukan bersama dengan pasangannya. Mereka akan menikmati setiap kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk membentuk sebuah kenangan.
c. Menghargai Orang Yang Dicintai
Individu akan menghargai dan menghormati orang yang dicintainya, walaupun memiliki kekurangan.
d. Dapat Mengandalkan Orang Yang Dicintai
Mengandalkan pasangannya pada setiap keadaan.
e. Menerima Dukungan Emosional
Menerima dukungan secara emosional dari pasangannya bentuknya bisa seperti empati atau selalu ada di sampingnya ketika saat-saat sulit.
2. Hasrat (Passion)
Hasrat meliputi rasa kerinduan yang dalam untuk bersatu dengan orang yang dicintai yang merupakan ekspresi dari kebutuhan seksual, hasrat atau passion merupakan komponen yang bersifat fisiologis yang membuat satu sama lain saling membutuhkan secara fisik.
3. Komitmen (Commitment)
Komitmen adalah komponen yang menjaga suatu hubungan selama ada di masa pasang surut. Komitmen menjaga hubungan tetap terjalin dan ini merupakan hal yang cukup penting dalam sebuah hubungan. Komitmen terdiri dari dua aspek yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Aspek jangka pendek adalah keputusan untuk mencintai seseorang, sedangkan jangka panjang adalah komitmen untuk menjaga cinta itu tetap ada. Komitmen dapat diartikan sebagai sebuah ketetapan yang dibuat oleh masing-masing individu untuk tetap mempertahankan hubungan dengan baik, meskipun dalam kondisi yang kadang tidak stabil.
Tipe-tipe Cinta Menurut Sternberg:
1. Rasa Suka
Rasa suka adalah tipe cinta yang hanya terdiri dari komponen keintiman. Karakteristik tipe cinta ini adalah adanya perasaan pengertian, kedekatan, dukungan secara emosional, kasih sayang dan kehangatan. Contohnya pada hubungan pertemanan.
2. Cinta Nafsu
Cinta tipe ini merupakan tipe cinta yang terdiri hanya dari komponen hasrat. Karakteristiknya terletak pada ketertarikan secara fisik atau seksual. Tipe cinta ini paling cepat memudar atau hilang karena tidak adanya komitmen dan keintiman.
3. Cinta Hampa
Cinta tipe ini merupakan tipe cinta yang hanya terdiri dari komponen komitmen. Karakteristik dari cinta ini dapat ditandai dengan adanya komitmen yang kuat untuk mempertahankan suatu hubungan. Cinta tipe ini tidak memiliki komponen keintiman dan hasrat. Tipe ini bisa terjadi pada hubungan yang telah berlangsung lama di mana keintiman dan hasrat tealah memudar, sehingga hanya tersisa komitmen untuk mempertahankan pernikahan.
4. Cinta Romantis
Merupakan tipe cinta yang terdiri dari keintiman dan hasrat. Karakteristiknya berupa bisa merasakan adanya kedekatan secara emosional dan ketertarikan secara seksual, namun tidak memiliki komitmen yang serius. Cinta seperti ini biasanya dimiliki oleh remaja dan dewasa awal.
5. Cinta Persahabatan
Merupakan tipe cinta yang terdiri dari keintiman dan komitmen. Karakteristik pada tipe cinta ini adalah adanya kedekatan secara emosi dan komitmen. Biasanya ada pada pasangan yang telah menikah cukup lama, dimana hasrat telah hilang tetapi adanya ikatan secara emosional dan komitmen yang tetap perlu dipertahankan. Cinta seperti ini dapat berlangsung lama dan memberi kepuasan.
6. Cinta Buta
Cinta buta terdiri dari komponen hasrat dan komitmen. Karakteristiknya berupa adanya ketertarikan secara seksual dan komitmen dalam hubungan, namun tidak ada kedekatan secara emosional. Tipe ini banyak ditemui pada pasangan yang tertarik secara seksual saja tanpa adanya keinginan untuk membangun kedekatan secara emosional.
7. Cinta Sempurna
Cinta sempurna merupakan tipe cinta yang dinilai paling merepresentasikan hubungan ideal. Karakteristik dari tipe ini yaitu tentu saja memiliki 3 komponen secara emosional, hasrat atau ketertarikan fisik dan komitmen. Sternberg menjelaskan bahwa mempertahankan cinta sempurna cukup sulit, karena seiring brjalannya waktu jika komponen passion atau hasrat menurun maka akan berubah menjadi cinta persahabatan.
Itu merupakan penjelasan singkat mengenai segitiga cinta milik Sternberg. Semoga artikel ini dapat membantu !
Referensi:
Sanu, D. K., & Taneo, J. (2020). ANALISIS TEORI CINTA STERNBERG DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 7(02), 193-209.
Sternberg RJ. A triangular theory of love. Psychological Review. 1986;93(2):119-135. doi:10.1037/0033-295x.93.2.119
https://www.verywellmind.com/types-of-love-we-experience-2303200