Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bystander Effect yang membawa malapetaka!

Kalian pasti pernah memperhatikan reaksi orang-orang yang baru saja melihat kecelakaan di jalan raya. Sebagian dari mereka ada yang membantu, melihat saja, melewati nya saja, ikut heboh tetapi tidak membantu, hingga tidak peduli. Fenomena orang yang hanya melihat dan mengabaikan peristiwa di sekitarnya ini disebut bystander effect.

Bystander adalah bahasa inggris yang berarti pengamat. ‘Bystander effect’, atau pengamat yang apatis, adalah salah satu fenomena psikologi sosial yang menyatakan bahwa individu cenderung tidak menawarkan bantuan kepada korban ketika ada orang lain yang hadir. Fenomena ini menjadi kajian psikologi karena melihat dari kasus pembunuhan Kitty Genovese yang dilaporkan secara salah bahwa 38 pengamat menyaksikan secara pasif. Studi yang lebih baru juga menunjukkan bahwa efek ini dapat digeneralisasi ke pengaturan tempat kerja, di mana bawahan sering menahan diri untuk tidak memberi tahu atasan mengenai pendapatnya.

Seperti hal nya pada kasus pembunuhan kitty, bystander effect ini sudah banyak merugikan. Pada kasus Kitty, Kitty tidak ditolong oleh orang lain padahal banyak sekali saksi yang melihat detik-detik dirinya dibunuh oleh seorang pria. Mengapa mereka tidak menolongnya? mereka semua berpikir bahwa orang lain pasti akan menolong nya. Dikarenakan semua orang yang melihat berpikir demikian, maka pada akhirnya tidak ada yang menolong Kitty hingga ia terbunuh dan dinyatakan meninggal dunia.

Pada kasus bullying, bystander effect juga sering muncul. Seorang siswa dibully oleh teman-teman nya. Ia diperdaya, diperintah melakukan hal yang tidak baik, diejek, dimanfaatkan, hingga beberapa kali dipukul. Semua siswa dan guru melihat kejadian tersebut tetapi, tidak satupun dari mereka yang mau menolong siswa tersebut. Mereka berpikir jika suatu saat oranglain akan membantunya bahkan mereka merasa siswa tersebut bisa menolong dirinya sendiri. Hal ini mengakibatkan hilang nya nyawa anak tersebut karena ia memutuskan untuk bunuh diri. Orangtua nya tidak mengetahui jika anaknya dibully di sekolah. Tidak ada satupun siswa maupun guru yang memberitahu orangtua nya jika anaknya dibully di sekolah. Mengerikan bukan?

 

 

Referensi

https://esrc.ukri.org/about-us/50-years-of-esrc/50-achievements/the-bystander-effect/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *