Sebagai manusia sosial, tentunya di keseharian kita membutuhkan adanya suatu interaksi. Dari pengalaman dan perilaku otomatis kita sehari-hari pasti dapat dimengerti bahwa interaksi adalah jalinan komunikasi kita dengan orang ataupun kelompok lain. Namun bagaimana sih teori Interaksi Sosial dari padangan Psikologi Sosial? Ayo kita cari tau!
Walgito (2007) mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Basrowi (2015) mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia.
Maka interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis, hubungan ini dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol yang diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakan.
Aspek Interaksi Sosial
Soekanto (2002) mengemukakan aspek interaksi sosial yaitu :
- Aspek kontak sosial
Merupakan peristiwa terjadinya hubungan sosial antara individu satu dengan lain. Kontak yang terjadi tidak hanya fisik tapi juga secara simbolik seperti senyum dan bersalaman atau jabat tangan. Kontak sosial dapat positif (kontak yang mengarah kepada kerja sama) ataupun negatif (kontak yang mengarah pada pertentangan).
- Aspek komunikasi.
Komunikasi adalah menyampaikan informasi, ide, konsepsi, pengetahuan dan perbuatan kepada individu lain secara timbal balik sebagai penyampai (atau komunikator) maupun penerima (atau komunikan). Tujuan utama komunikasi adalah menciptakan pengertian bersama dengan maksud untuk mempengaruhi pikiran atau tingkah laku seseorang menuju ke arah positif.
Bentuk Interaksi Sosial
Sarwono dan Meinarno (2009) mengemukakan bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi :
1. Kerjasama, adalah suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan dan ada unsur saling membantu satu sama lain.
2. Persaingan, yaitu suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk meniru atau melebihi apa yang dilakukan atau dimiliki oleh orang lain.
3. Konflik, merupakan suatu ketegangan yang terjadi antara dua orang atau lebih karena ada perbedaan cara pemecahan suatu masalah.
4. Akomodasi, suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk mengurangi ketegangan, perbedaan, dan meredakan pertentangan dengan melakukan kompromi sehingga terjadi suatu kesepakatan dengan pihak lain yang bersangkutan.
Sedangkan Partowisastro (2003) mengemukakan pendapat tentang bentuk-bentuk interaksi sosial itu pada dasarnya terbagi dalam dua proses, yaitu :
- Proses-proses asosiasi
1. Akomodasi
Merupakan suatu proses penyesuaian aktivitasaktivitas seseorang atau kelompok yang berlawanan menjadi sejalan. Akomodasi memiliki beberapa metode, antara lain : pendesakan, kompromis, peradilan, toleransi, konversi, sublimasi, dan rasionalisasi.
2. Assimilasi
Yaitu suatu proses yang memiliki ciri pembentukan persamaan sikap, pandangan, kebiasaan, pikiran dan tindakan sehingga seseorang atau kelompok itu cenderung menjadi satu, mempunyai perhatian dan tujuantujuan yang sama.
3. Akulturasi
Dari segi teori kebudayaan merupakan suatu aspek dari perubahan kebudayaan. Akulturasi itu sebagai proses dwiarah, bahwa dua masyarakat mengadakan kontak dan saling memodifikasikan kebudayaan masingmasing sampai tingkatan tertentu.
- Proses-proses dissosiasi
1. Kompetisi
Merupakan suatu persaingan yang terjadi antara perorangan atau kelompok dalam mencapai dan mendapatkan suatu tujuan tertentu.
2. Kontraversi
Merupakan suatu perbedaan-perbedaan pandangan, ide dan tujuan yang terjadi pada satu orang atau lebih sehingga menimbulkan pertentangan.
3. Konflik
Suatu ketegangan yang terjadi perorangan atau kelompok dikarenakan adanya perbedaan pandangan tentang suatu masalah maupun penyelesaiannya.
Referensi :
Ginintasasi, Rahayu. ”Interaksi Sosial”.(http://file.upi.edu /Direktori/FIP/JUr._psikologi/1950090119 81032_rahayu _ginintasasi/interaksi_sosial.pdf
Khairul Anwar, M. and , Mr Taufik, M.Si., Ph.D (2016) Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Perawat Di Rumah Sakit Islam Surakarta. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.