Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Anger(Kemarahan)

Kemarahan adalh salah satu emosi yang bisa kita rasakan, kemarahan muncul karena seuatu terjadi dengan tidak benar atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kemarahan biasanya diidentifikasi dengan perasaan stres dan frustasi. Kemarahan merupakan hal yang normal dan merupakan respon tubuh terutama ketika dihadapkan pada situasi yang sulit.
Meskipun normal, kemarahan yang terus menerus terjadi tentu saja menyebabkan pengaruh buruk pada kehidupan individu maupun orang lain serta dapat mempengaruhi fungsi sosial. Kemarahan dapat berbeda-beda pada setiap individu.
Karakteristik
Ketika marah, tubuh memberikan respon fisik seperti:
•Meningkatnya energi
*Tekanan Darah Naik
•Suhu tubuh meningkat
•Meningkatkan kerja otot

Selain respon fisik, beberapa ciri yang dapat diidentifikasi dari individu ketika marah adalah sebagai berikut:
•Dahi mengerut
•Nada suara meninggi
•Mengpalkan tangan
•Jantung berdegup kencang

Namun pada beberapa orang bisa menunjukkan respon kemarahan yang berbeda-beda seperti yang sudah dijelaskan di awal. Kemarahan memang hal yang normal, tetapi jika terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kondisi yang kurang baik bagi tubuh. Kemarahan juga menimbulkan respon biologis seperti yang sudah disebutkan di awal, salah satunya adalah tekanan darah yang meningkat. Jika terus menerus mengalami kemarahan dan tidak memberikan kontrol yang baik akan menimbulkan beberapa kondisi medis sepert:
•Depresi
•Tekanan darah tinggi
•Insomnia
•Diabetes
•Kecemasan
•Gangguan perut

Mengidentifikasi Kemarahan
Mengidentifikasi kemarahan adalah hal yang cukup penting, arena dengan mengidentifikasi kemarahan akan membuat kita lebih bijaksana ketika menghadapinya. Kemarahan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi lingkungan yang tidak nyaman, atau sesuatu berjalan tidak seperti yang kita inginkan. Mengekspresikan kemarahan merupakan hal yang normal dan sehat, karena dengan mengekspresikan kemarahan akan berpengaruh secar positif terhadap kesehatan mental.

Penyebab
Seperti yang suah disebutkan seblumnya, penyebab kemarahan dapat berasal dari apa saja dan dimana saja tanpa mengenal waktu. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa menyebablan timbulnya kemarahan:
•Mengalami kegagalan dalam hal akademik
•Kehilangan pekerjaan
•Kehilangan orang yang disayangi
•Kelelahan
•Gagal menjalankan tugas atau tanggng jawab
•Menghadapi musibah (amputasi, kehilangan fungsi anggota tubuh lainnya).

Jenis-jenis Kemarahan
Berikut adalah beberapa jenis kemarahan:

•Kemarahan Pasif-Agresif
Pada tipe ini individu akan mencoba menahan emosinya tetapi ketika terus menerus ditahan pada akhirnya akan membuat kondisi yang tidak sehat pada individu tersebut dan malah berakhir dengan penyelesaian yang kadang tidak baik.
•Kemarahan Bersifat Asertif
Kemarahan jenis ini dapat dikatakan sebagai yang sehat, karena individu akan mengekspresikan kemarahannya dengan mencoba mengontrolnya juga misalnya mengungkapkan dengan kata-kata yang sopan dan tenang.
•Kemarahan Agresif Terbuka
Jenis kemarahan ini biasanya diikuti dengan fisik dan verbal agresi seperti berteriak dan memukul sesuatu. Kemarahan jenis ini biasanya akan beresiko untuk menyakiti orang lain baik secara emosional dan fisik.
•Verbal
Kemarahan yang diungkapkan lewat kalimat atau kata-kata biasanya akan dapat ditandai dengan suara yang meninggi dan biasanya akan mengungkapkan kata-kata yang menyakitkan.
•Nonverbal
Kemarahan jenis ini biasanya akan lebih dapat ditandai dengan respon fisik seperti mengerutkan dahi, mengepalkan tangan atau bakal melempar atau memukul sesuatu. Kemarahan dengan jenis ini juga beresiko untuk merusak benda-benda di sekitarnya dan menyakiti orang lain ataupun diri sendiri.

Cara Mengatasi

•Meditasi
Melakukan meditasi dapat memberikan ketenangan dan membantu dalam kontrol diri. Ketika menghadapi hal-hal yang menimbulkan kemarahan ada baiknya untuk tenang sejenak dan engambil nafas lalu hitung hingga kalian sudah mulai merasa tenang.
•Identifikasi penyebabnya
Setiap kemarahan pasti ada penyebabnya. Mencoba untuk mengidentifikasi penyebabnya merupakan salah satu cara ntuk mengatasi kemarahan.
•Berolahraga
Berolahraga secara rutin akan memberikan manfaat pada kesehatan mental. Berolahraga dapat menjadi sarana untuk melepaskan setiap emosi negatif kedalam kegiatan yang lebih produktif. Berolahraga dapat dilakukan dengan berlari atau berenang.
•Ekspresikan
Kemarahan tidak akan memberikan efek positif ketika terus menerus ditahan, jika kalian mula merasa marah lebih baik di ekspresikan dengan cara yang produktif seperti berolahraga seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, atau menceritakannya kepada orang yang dirasa bisa membantu kalian untuk merasa lebih tenang dan baik.

Referensi:
American Psychological Association. How to recognise and deal with anger. 2012

Staicu M, Cuţov M. Anger and health risk behaviors. J Med Life. 2010;3(4):372-375.

Williams R. Anger as a basic emotion and its role in personality building and pathological growth: the neuroscientific, developmental and clinical perspectives. Front Psychol. 2017;8.

https://www.verywellmind.com/what-is-anger-5120208

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *