Pada awal bulan September lalu, berita tentang anak Sekolah Dasar (SD) di Sleman, DI Yogyakarta sempat menghebohkan. Pasalnya anak SD tersebut meninggal akibat gantung diri yang dilakukan di kamarnya. Anak SD tersebut memutuskan bunuh diri diduga karena tertekan akibat banyak yang memfitnah dirinya [1]. Fenomena bunuh diri juga menjadi penyebab kedua kematian pada remaja di Amerika Serikat. Sebanyak 47.000 laporan bunuh diri yang terjadi, 2.600 diantaranya terjadi pada remaja di Amerika Serikat tahun 2019 [2].
Banyak yang menjadi faktor seseorang memutuskan bunuh diri atau memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri. Beberapa penyebab diantaranya [2,3]:
-
Gangguan mental
Gangguan mental seperti depresi, gangguan makan, skizofrenia, dan gangguan mental lainnya memiliki risiko 74 persen untuk melakukan tindakan bunuh diri. Stres yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan kesedihan, kecemasan, kemarahan, dan keputusasaan yang dapat memicu pikiran atau tindakan bunuh diri.
-
Pernah melakukan percobaan bunuh diri
Seseorang yang sebelumnya memiliki pikiran untuk bunuh diri atau tindakan menyakiti diri (self-harm) lebih berisiko untuk melakukan tindakan bunuh diri.
-
Faktor keluarga
Keluarga dapat memengaruhi gangguan mental seperti depresi baik melalui perilaku dari keluarga atau bahkan gen. Keluarga dapat mewarisi gangguan mental misalnya depresi. Kurangnya komunikasi dalam keluarga sebagai lingkungan yang paling dekat juga dapat memengaruhi terjadinya tindakan bunuh diri.
Selain faktor-faktor di atas, faktor lain seperti kejadian trauma, penyakit fisik, kurangnya kemampuan mengatasi stress, kehilangan orang terdekat, perilaku agresif dan impulsive, atau kurangnya dukungan sosial juga dapat menjadi penyebab seseorang memiliki pikiran atau melakukan tindakan bunuh diri. Beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi perhatian pada seseorang terkait bunuh diri, seperti [2]:
- Sering merasa sedih dan putus asa
- Tidak peduli pada aktivitas yang dianggap penting
- Menarik diri dari lingkungan
- Penyalahgunaan zat berbahaya
- Memiliki gangguan tidur (tidak tidur atau bergadang)
- Kurang semangat
- Tidak nafsu makan
- Tidak masuk sekolah atau kerja
Tanda-tanda seperti ini bisa saja dialami oleh mereka yang tidak memiliki pikiran bunuh diri, namun jika dirasa terjadi pada orang terdekat tanda-tanda tersebut menjadi perhatian penting agar dapat mencegah tindakan bunuh diri. Segera temui professional seperti Psikiater atau Psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
References:
- Wawan, J. H. (2021). Pilu! Bocah SD di Sleman ditemukan tewas gantung diri. Diakses: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5716195/pilu-bocah-sd-di-sleman-ditemukan-tewas-gantung-diri. Diakses pada 20 September 2021.
- Boston Children’s Hospital. (2021). Suicide and teens. Diakses: https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/s/suicide-and-teens. Diakses pada 20 September 2021.
- Bilsen J. (2018). Suicide and Youth: Risk Factors. Frontiers in psychiatry, 9, 540. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2018.00540.