Penundaan adalah sebuah fenomena yang cukup problematik bagi sebagian orang. Kita mengenal penundaan dalam hal akademik, penundaan waktu sarapan ataupun yang lainnya. Berbicara mengenai penundaan, apakah kalian pernah mendengar penundaan waktu tidur? atau dalam bahasa inggris sering disebut Bedtime Procrastination.Jadi apa sih yang dimaksud Bedtime Procrastination itu?
Bedtime Procrastination adalah fenomena dimana orang-orang yang merasa tidak memiliki kendali atas waktu siang hari mereka yang pada akhirnya diganti dengan menghabiskan waktu malam mereka secara bebas dan menolak untuk tidur tepat waktu.
Berdasarkan survei yang dilakukan National Sleep Foundation tahun 2005. Ditemukan fakta bahwa selama beberapa dekade, dan generasi telah mengalami penurunan waktu tidur setidaknya selama 1 jam.
Beberapa faktor yang mempengaruhi bedtime procrastination antara lain:
1. Penundaan untuk segera tidur sehingga waktu tidur jadi berkurang.
2. Tidak adanya alasan khusus untuk bangun tepat waktu di keesokan hari (tidak ada acara, sedang libur)
3. Kurangnya kesadaran bahwa menunda waktu tidur dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius
Lalu apa sih dampak yang ditimbulkan dari Bedtime procrastination ini?
kekurangan tidur diketahui dapat menyebabkan beberapa gangguan serius baik secara mental maupun fisik. Misalnya, sulit untuk berkonsentrasi dan memiliki gangguan memori.(e.g. Ram et al., 2010), selain itu bisa juga menyebabkan obesitas dan penyakit jantung.(e.g. Buxton and Marcelli, 2010).
Cukup mengerikan bukan?
Tenang, kalian bisa kok mulai mengubah beberapa kebiasaan untuk menghindari Bedtime Procrastination ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya:
– Usahakan untuk selalu mematuhi waktu tidur. Bangun dan tidur di waktu yang tepat setiap hari.
– Menghindari alkohol dan kafein pada siang dan sore hari.
– Kurangi penggunaan perangkat elektronik seperti handphone, tablet, komputer, laptop paling tidak satu jam sebelum tidur.
– Mengembangkan rutinitas yang stabil untuk mempersiapkan tempat tidur agar nyaman dan aman.
Melakukan metode relaksasi seperti membaca buku, meditasi, olahraga ringan sebelum tidur, atau
memasang lilin aroma terapi dapat membantu anda lebih rileks.
Yuk, kalau sudah taHu menunda tidur itu buruk segera diubah ya kebiasaannya!
Referensi :
Kroese, F. M., De Ridder, D. T., Evers, C., & Adriaanse, M. A. (2014). Bedtime procrastination: introducing a new area of procrastination. Frontiers in Psychology, 5, 611.
Kroese, F. M., Evers, C., Adriaanse, M. A., & de Ridder, D. T. (2016). Bedtime procrastination: A self-regulation perspective on sleep insufficiency in the general population. Journal of health psychology, 21(5), 853-862.