Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Hostile Attribution Bias, Ketika Kamu Mudah Suudzon Sama Orang

Pernahkah kamu merasa sensitif ketika ada orang yang memperhatikanmu? Atau kamu merasa terancam dengan orang yang memperhatikanmu? Mungkin saja kamu mengalami Hostile Attribution Bias! Sebelumnya, apa sih yang dimaksud dengan Hostile Attribution Bias?

Hostile Attribution Bias (HAB) merupakan cara pandang seseorang yang cenderung menafsirkan situasi yang diarahkan kepadanya sebagai bentuk permusuhan, ancaman, atau kebencian. Contohnya, ketika seseorang memperhatikan orang lain dalam beberapa waktu, orang yang diperhatikan itu menganggap bahwa ia membencinya, padahal ia juga tidak tahu mengapa orang tersebut memperhatikannya begitu lama.

Bagaimana pemikiran seseorang yang memiliki HAB? Ada beberapa hal yang dapat menandakan seseorang memiliki HAB, antara lain:

  1. Dalam memproses informasi di otak, terdapat salah satu tahapan yaitu otak memproses kode isyarat sosial untuk mengetahui jenis informasi. Pada orang yang memiliki HAB, ia cenderung menerjemahkan isyarat sosial sebagai bentuk ancaman, gangguan, atau bentuk permusuhan.
  2. Ia lebih mudah mengingat informasi yang berkaitan dengan permusuhan di lingkungan sosial serta hal-hal yang bersifat tidak menyenangkan.
  3. Ia lebih berfokus pada situasi atau perilaku yang dirasa akan mengancamnya sehingga ia akan membalas situasi atau perilaku orang tersebut dengan cara yang agresif, dan mengabaikan situasi yang menyenangkan.

Perlu diketahui bahwa orang yang memiliki HAB biasanya merupakan seseorang yang bersifat sangat tempramen atau memiliki tingkat agresivitas yang tinggi.

Lalu, mengapa seseorang bisa memiliki HAB?

  1. Pola asuh orang tua yang cenderung keras cenderung membuat anak berwatak seperti orang tua mereka.
  2. Anak yang tumbuh di lingkungan sosial yang mengancam, seperti perang, atau seringnya bentrok antar warga.
  3. Pengalaman traumatis yang menyebabkan seseorang mengalami trust issue.

Itulah sedikit informasi mengenai Hostile Attribution Bias. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang selalu berpikir positif dan menyebarkan kebaikan kepada siapapun!

Referensi:

iresearchnet. (2021). Hostile Attribution Bias. Retrieved from http://psychology.iresearchnet.com/social-psychology/social-cognition/hostile-attribution-bias/

Wang, Y., Cao, S., Dong, Y., & Xia, L. X. (2019). Hostile attribution bias and angry rumination: A longitudinal study of undergraduate students. Plos one, 14(5). 1-9.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *