Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bahagia dengan Bersyukur

Saat seseorang bersyukur sebenarnya ia telah memilih cara yang paling mudah untuk meningkatkan kebahagiaan. Ketika kita memikirkan kebahagiaan, kita biasanya menganggapnya sebagai perasaan senang dan puas. Hal yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang adalah bahwa kebahagiaan bukan hanya emosi atau perasaan sesaat, tetapi juga seberapa baik perasaan kita dan seberapa puas kita dengan hidup.

Rasa syukur sangat berkorelasi dengan emosi positif dan pengalaman yang baik. Alasannya karena ketika kita bersyukur, kita akan ingat dengan peristiwa dan pengalaman positif dalam hidup. Bersyukur untuk hal-hal ini memungkinkan pikiran untuk memikirkan peristiwa-peristiwa positif yang mendorong pola pikir positif. Pola pikir positif terbukti secara ilmiah menjadi faktor kebahagiaan jangka panjang.

Rasa syukur juga memberikan dampak yang positif bagi kesehatan, seperti tekanan darah yang normal dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, bersyukur juga dapat menurunkan stress, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini dikarenakan ketika orang bersyukur, mereka akan rajin berolahraga, makan makanan sehat, dan menjaga kesehatan. Bersyukur juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan psikologis, seperti meningkatkan harga diri, meningkatkan emosi positif dan membuat kita lebih optimis.

Dr. Amy E. Keller, PsyD, seorang terapis bidang pernikahan dan keluarga menyatakan bahwa rasa syukur mengaktifkan neurotransmiter seperti dopamin yang berkaitan dengan kesenangan dan serotonin yang mengatur suasana hati. Bersyukur juga menyebabkan otak melepaskan oksitosin, hormon yang menginduksi perasaan seperti kepercayaan dan kemurahan hati yang meningkatkan ikatan sosial dan perasaan terhubung.

Salah satu penelitian terkenal tentang rasa syukur dilakukan pada tahun 2003 oleh Robert Emmons dan Michael McCullough. Mereka melakukan penelitian menggunakan teknik survei pada 192 peserta yang dibagi menjadi 3 kelompok dengan situasi yang berbeda. Para peserta diminta untuk menilai bagaimana perasaan mereka setiap harinya menggunakan skala dari 1 sampai 5. Selain itu, ketiga kelompok juga diberi tugas tambahan yang berbeda. Dua kelompok diberi tugas yang tidak ada hubungannya dengan rasa syukur, sedang kelompok yang satu dituntun untuk memikirkan hal-hal positif sebagai hasil dari tugas berikut:

Ada banyak hal dalam hidup kita, baik besar maupun kecil yang bisa kita syukuri. Pikirkan kembali minggu lalu dan tuliskan pada baris di bawah ini lima hal dalam hidup yang Anda syukuri.

Hasilnya peserta yang “dipaksa” ke dalam pola pikir bersyukur merasa lebih baik tentang kehidupan mereka secara keseluruhan dan lebih optimis tentang kehidupan dalam waktu dekat. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang didorong untuk memikirkan hal-hal yang mereka syukuri 10% lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana bersyukur dapat membuat kita lebih bahagia:

  • Membuat jurnal memori dapat membuat seseorang lebih bersyukur dan bahagia
  • Mengungkapkan rasa syukur atas suatu hubungan mendorong seseorang lebih bahagia
  • Kebahagiaan dapat dikendalikan melalui rasa syukur

Mempraktikkan rasa syukur adalah cara kecil, tetapi efisien untuk mengendalikan kebahagiaan. Bersyukur telah memberi kita kemampuan untuk memengaruhi kebahagiaan kita sendiri lebih sering daripada yang kita sadari.

 

Referensi:

Field, B. (2021, April 16). How Being Grateful Can Actually Make You Happier. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-gratitude-makes-you-happier-5114446

Huijer, H. (2021, July 19). The Powerful Relationship Between Gratitude And Happiness (With Actual Examples). Tracking Happiness. https://www.trackinghappiness.com/how-does-gratitude-make-us-happier-with-actual-examples/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *