Meskipun kebutuhan kita untuk terhubung adalah bawaan sejak lahir, banyak dari kita sering merasa sendirian. Kesepian adalah keadaan tertekan atau tidak nyaman yang terjadi ketika seseorang merasakan kesenjangan antara keinginan seseorang untuk hubungan sosial dan pengalaman aktualnya. Bahkan beberapa orang yang dikelilingi oleh orang lain sepanjang hari atau berada dalam pernikahan yang langgeng masih mengalami kesepian yang mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan ancaman serius bagi kesejahteraan serta kesehatan fisik jangka panjang. Faktor yang berkontribusi terhadap kesepian termasuk variabel situasional, seperti isolasi fisik, pindah ke lokasi baru, dan perceraian. Kematian seseorang yang berarti dalam kehidupan seseorang juga dapat menyebabkan perasaan kesepian.
Selain itu, itu bisa menjadi gejala gangguan psikologis seperti depresi. Depresi sering menyebabkan orang menarik diri secara sosial, yang dapat menyebabkan isolasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa kesepian dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap gejala depresi Kesepian juga dapat dikaitkan dengan faktor internal seperti harga diri yang rendah. Orang yang kurang percaya diri seringkali percaya bahwa mereka tidak layak untuk diperhatikan atau dihargai orang lain, yang dapat menyebabkan isolasi dan kesepian kronis.
Kesepian memiliki berbagai efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, yaitu:
- Alkoholisme dan penggunaan narkoba
- Fungsi otak yang berubah
- Perkembangan penyakit Alzheimer
- Perilaku antisosial
- Penyakit kardiovaskular dan stroke5
- Daya ingat dan pembelajaran menurun
- Depresi dan bunuh diri
- Tingkat stres meningkat
- Pengambilan keputusan yang buruk
Sumber:
Cherry, Kendra. (August 11, 2021). Loneliness: Causes and Health Consequences. Diakses pada 26 Agustus 2021 dari https://www.verywellmind.com/loneliness-causes-effects-and-treatments-2795749
https://www.psychologytoday.com/us/basics/loneliness