Penggunaan aplikasi pencari jodoh mencari trend anak muda saat ini sebagai sarana untuk mendapatkan pasangan dalam hidupnya, Diperkirakan terdapat 50 juta orang pengguna aplikasi Tinder dengan 10 juta pengguna aktif harian, nyaris sama seperti riset yang dilakukan PEW yakni pengguna aplikasi Tinder kebanyakan adalah mereka yang berusia 25 hingga 34 tahun. Jumlahnya mencapai 45% dari total pengguna (Herdianti, 2017). Keinginan untuk mendapatkan pasangan ini sejalan dengan Teori kebutuhan. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk berafiliasi, yaitu suatu kebutuhan untuk berhubungan, merasa terlibat dan menjadi bagian dari kelompok sosial di sekitarnya (McClelland, 1961). Apabila seseorang tidak menjalin hubungan dengan orang lain maka ia akan merasakan kesepian.
Kesepian adalah perasaan emosional yang tidak menyenangkan, ketika seseorang mengalami perasaan ini ia akan cenderung mempersepsikan bahwa hubungan sosial yang ia harapkan kurang teraktualisasikan. Persepsi ini muncul diakibatkan oleh perasaan terisolasi dari lingkungan sosial (Cacioppo, Capitanio, & Cacioppo, 2014). Semua kita pernah merasakan kesepian dalam hidup, ada yang merasakannya dalam waktu yang cukup lama dan ada yang merasakannya hanya dalam waktu yang relatif singkat, bergantung dengan bagaimana cara individu tersebut mengatasi rasa kesepiannya tersebut. Semakin cepat diatasi maka kemungkinan untuk menimbulkan dampak negatif akan semakin cepat berkurang. Salah satu dampak yang bisa di sebabkan akibat rasa kesepian adalah gangguan emosional.
Prasetia, Rahman, Triwahyuni (2019) melakukan sebuah studi pada mahasiswa baru semester dua pada salah satu fakultas di Universitas Padjadjaran sebanyak 151 orang untuk menguji apakah kesepian dapat digunakan sebagai prediktor munculnya gejala gangguan mental emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian menjadi prediktor yang signifikan gangguan mental emosional. Kesepian dapat menjelaskan 33.4% variansi dari gangguan mental emosional. Kesepian memiliki effect size yang tergolong besar dalam memprediksi gangguan mental emosional, yaitu cohen’s f2= 0.501.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa orang yang merasa kesepian akan berpeluang yang besar untuk mengalami gangguan mental emosional.
Referensi :
Cacioppo, S., Capitanio, J. P., & Cacioppo, J. T. (2014). Toward a neurology of loneliness. Psychological Bulletin, 140(6), 1464–1504. https://psycnet.apa.org/doi/10.1037/a0037 618
Herdianti, A. H. (2018). Pencarian jodoh melalui aplikasi tinder di era digital (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
McClelland, D. (1961). The achieving society. Princeton, NJ: Van Nostrand Company Inc
Prasetio, C. E., Rahman, T. A., & Triwahyuni, A. (2019). Gangguan Mental Emosional dan Kesepian pada Mahasiswa Baru. MEDIAPSI, 5(2), 97-107. https://www.mediapsi.ub.ac.id/index.php/mediapsi/article/view/208