Gangguan Belajar atau Learning Disorder merupakan suatu gangguan psikiatris yang mempengaruhi kemampuan untuk menerima, memproses, menganalisis atau menyimpan informasi. Masalah yang terkait dengan kesehatan mental dan gangguan belajar yaitu kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, mengingat, penalaran, serta keterampilan motorik dan masalah dalam matematika.
Beberapa Jenis Gangguan Belajar Yang Sering Dialami :
- Disleksia (Dyslexia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi membaca atau kemampuan menulis.
- Diskalkulia (Dyscalculia): adalah gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan matematika.
- Disgrafia (Dysgraphia): adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas dari kemampuan untuk membaca.
- Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditory and visual processing disorders): adalah gangguan belajar yang melibatkan gangguan sensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat atau mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat dan dengar.
- Ketidakmampuan belajar non verbal (Nonverbal Learning Disabilities): adalah gangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan organisasi. Umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
- Gangguan bahasa spesifik (Specific Language Impairment (SLI)) : adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan penggunaan.
Seorang ahli yaitu Hallahan dan Kauffman mengemukakan 3 (tiga) faktor penyebab kesulitan belajar yaitu :
- Faktor organis / biologis
Banyak ahli yang meyakini bahwa timbulnya kesulitan belajar khusus pada anak disebabkan oleh adanya disfungsi dari sistem syaraf pusat. Bukti adanya gangguan dari sistem syaraf pusat terlihat dari studi yang dilakukan oleh E. Roy John, dan kawan-kawan (1989) dengan menganalisis hasil electroencephalogram (EEG) dan ditemukan adanya kelainan pada gelombang otak. Demikian pula penelitian dari Hynd dan Semrud-Clikeman (1989) yang menggunakan computerized tomographic scans (CT scans) ditemukan adanya gangguan syaraf pada anak yang mengalami kesulitan belajar khusus.
- Faktor Genetis
Munculnya anak-anak berkesulitan belajar khusus, dapat disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan sebagaimana dikemukakan oleh Finucci dan Child, (1983) serta Owen, Adams, Forrest, Stoltz dan Fisher (1971). Sementara itu, dari hasil penelitian Olson, Wise, Conners, Rack dan Fulker (1989), ditemukan bahwa pada anak-anak yang kembar identik (kembar siam) banyak yang mengalami kesulitan membaca.
- Faktor Lingkungan
Sering dijumpai adanya masalah dalam belajar yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti guru-guru yang tidak mempersiapkan program pengajarannya dengan baik atau kondisi keluarga yang tidak menunjang. Dengan demikian, lingkungan yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar pada anak, bukanlah bersifat primer, tetapi lebih banyak bersifat sekunder.