Penerimaan Diri (Self Acceptance) merupakan keadaan seseorang yang memiliki sikap positif terhadap diri, mengakui dan menerima semua aspek dalam diri nya, dan memandang positif terhadap kehidupan masa lalu. Sedangkan Santrock (2002) menjelaskan bahwa penerimaan diri merupakan keadaan sadar untuk menerima diri sendiri apa adanya, bukan berarti seseorang pasrah terhadap kondisi diri tanpa berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik.
Seseorang yang menerima dirinya merasa puas dengan diri sendiri, kualitas dan bakat yang dimiliki, mengakui keterbatasan diri, dapat mengenali apa dan bagaimana dirinya, serta memiliki motivasi untuk menggembangkan diri kearah yang lebih baik lagi untuk menjalani kehidupan.
Lalu pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita termasuk orang yang dapat menerima diri kita sendiri ? Dalam artikel ini, kami rangkum ciri-ciri orang yang dapat menerima dirinya sendiri dari berbagai sumber.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki penerimaan diri yang cenderung berbeda antara satu dengan yang lainnya. Menurut Russell (2015), ciri-ciri seseorang yang dapat menerimnya dirinya adalah sebagai berikut :
1. Menerima Diri Sendiri Apa Adanya. Memahami diri sendiri ditunjukan dengan perasaan nyata, tulus dan jujur dalam menilai diri. Seseorang yang mampu memahami diri sendiri tergantung kapasitas intelektual dan bagaimana seseorang memiliki kesempatan menemukan dirinya. Menerima diri sendiri berarti merasa senang terhadap apa dan siapa dia sesungguhnya. Pemahaman dan penerimaan diri berjalan dengan beriringan, semakin paham seseorang mengenal dirinya maka semakin besar pula individu dalam menerima dirinya.
2. Tidak Menolak Jika Memiliki Kekurangan. Sikap terhadap diri seseorang terbentuk dari bagaimana respon dari lingkungan yang ditempati. Sikap menyenangkan dan sesuai yang didapatkan seseorang dari lingkungan berdampak terhadap penerimaan diri. Kekurangan adalah kemampuan yang sebenarnya untuk lebih baik dari kondisi sebelumnya, dimana kekurangan dapat menimbulkan rasa malu. Berkeyakinan bahwa untuk mencintai diri sendiri, seseorang tidak harus dicintai dan di hargai oleh orang lain. Seseorang yang dapat mengidentifikasi dirinya sendiri serta mempunyai penyesuaian diri yang baik cenderung menerima dirinya dan dapat melihat diri sama seperti apa yang dilihat oleh orang lain. Individu cenderung memahami diri dapat mencintai diri dan menerima segala bentuk kekurangan, memaafkan semua kesalahan yang pernah diperbuat serta menghargai setiap apa yang telah ada dan telah dicapai.
3. Tidak Perlu Merasa Sempurna. Individu yang memiliki konsep diri stabil melihat dirinya dari waktu ke waktu secara konstan dan tidak mudah berubah. Individu yang pada waktu tertentu memandang dirinya secara positif dan pada waktu lain memandang negatif akan mengalami kesulitan mendapatkan gambaran tentang dirinya yang seharusnya.
Lebih lanjut Hurlock (2005) menjelaskan mengenai ciri-ciri seseorang yang dapat menerima dirinya yaitu :
4. Individu mempunyai keyakinan akan kemampuan dalam menghadapi Kehidupan. Keyakinan akan kemampuan yang dimilikinya ditunjukkan dengan memiliki rasa percaya diri dan lebih memusatkan perhatian kepada keberhasilan akan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan masalah .
5. Individu menganggap dirinya berharga. Seseorang yang mempunyai keyakinan bahwa dirinya berharga tercermin dari keyakinan bahwa dirinya dapat berguna bagi orang lain. Mereka tidak memiliki rasa rendah diri karena mereka memiliki keyakinan bahwa dirinya dan orang lain adalah sederajat.
6. Individu tidak menganggap dirinya aneh dan tidak ada harapan ditolak orang lain. Hal itu berarti individu tersebut tidak merasa sebagai orang yang menyimpang dan berbeda dengan orang lain, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan baik dan tidak merasa bahwa ia akan ditolak oleh orang lain.
7. Individu berani bertanggung jawab terhadap perilakunya. Hal ini berarti mereka memiliki keberanian untuk menghadapi segala risiko yang timbul akibat perilaku yang dilakukannya. Mereka mampu menyesuaikan dirinya dalam segala kondisi yang terjadi pada dirinya.
8. Individu dapat menerima pujian atau kritik secara objektif. Sifat ini ditunjukan dengan perilaku yang mau menerima pujian dan kritik yang didapat dari orang lain untuk mengembangkan kepribadian lebih lanjut.
9. Individu tidak menyalahkan diri atas keterbatasan yang dimiliki ataupun mengingkari kelebihannya. Mereka mempunyai keyakinan bahwa baik kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki merupakan sesuatu hal yang patut disyukuri. Mereka memiliki keyakinan bahwa tidak ada orang yang sempurna.
Referensi :
- Santrock, J. W. (2002) Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup. 5th edn. Jakarta: Erlangga.
- Russell, D. W. (2015) ‘The Provisions of Social Relationships and Adaptation to Stress’.
- Hurlock, E. B. (2005) Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.