Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

10 Ciri-ciri Seseorang Yang Memiliki Kesehatan Mental Yang Baik dan Sehat

Banyak orang yang masih menganaktirikan kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik. Sering kita dengar perkataan-perkataan yang “merendahkan”, misalnya, “kena masalah gitu aja stres!”, “udah jangan terlalu dipikiran, ngga penting banget itu” dan sebagainya. Bahkan yang lebih parah lagi ada mengeneralisasi kesehatan mental dengan gila.

Stigma seperti itu yang perlu dirubah dalam masyarakat kita. Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental mempunyai tingkat keparahan yang berbeda-beda. Tetapi kalau dibiarkan berlarut-larut, maka akan berdampak negatif bagi penderitanya.

Pertanyaannya, bagaimana kondisi orang yang memiliki kesehatan mental yang baik dan sehat ? Menurut Maslow dan Mittelman, ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental yang sehat dan baik adalah sebagai berikut,

1. Memiliki Perasaan Aman (sense of security) Yang Tepat. Dalam keadaan yang demikian, seseorang mampu mengadakan hubungan dengan orang lain dengan baik, misalnya ddalam pergaulan profesional, di lapangan sosial masyarakat, maupun dalam lingkungan keluarga.

2. Memiliki Penilaian Diri (self evaluation) dan Insight yang Rasional.

Orang yang sehat secara mental memiliki harga diri yang cukup dan tidak berlebihan serta tidak memiliki rasa bersalah yang berlebihan. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menilai tingkah laku orang lain yang tidak sosial dan tidak human sebagai fenomena masyarakat yang menyimpang.

3. Memiliki Spontanitas dan Emosionaloitas yang Tepat.  Orang yang sehat secara mental mampu menciptakan hubungan yang erat, kuat dan lama, misalnya seperti persahabatan, komunikasi sosial dan hubungan percintaan. Mereka juga mampu mengekspresikan rasa kebencian dan kekesalan hatinya tanpa kehilangann kontrol terhadap diri sendiri. Mereka memiliki kesanggupan untuk ikut merasa dan ikut mengerti pengalaman serta perasaan orang lain. Mereka bisa bergembira dan tertawa serta menghayati arti penderitaan dan kebahagiaan tanpa lupa diri.

4. Mempunyai Kontak dengan Realitas Secara Efesien. Yaitu kontak dengan dunia fisik/materil, tanpa ada fantasi dan angan-angan yang berlebihan. Mereka mempunyai kontak dengan dunia sosial, karena memiliki pandangan hidup yang realistis dan cukup luas tentang dunia manusia ini. Mereka memilki kemampuan untuk menerima macam-macam cobaan hidup dan kejutan-kejutan hidup dengan rasa besar hati. Selanjutnya mereka memiliki kontrol yang real dan efesien dengan diri pribadinya (internal word). Dan memiliki kemampuan untuk mengadakan adaptasi, merubah dan mengasimilisikan diri, jika lingkungan sosial dan dunia eksternal tidak dapat dirubahnya.

5. Mereka Memiliki Dorongan dan Nafsu Jasmani yang Sehat. Ada perilaku yang sehat terhadap tuntunan-tuntunan dan fungsi-fungsi nafsu jasmani tersebut. Mereka mampu memenuhinya, akan tetapi tidak diperbudak oleh dorongan dan nafsu-nafsu tersebut. Ada kemampuan untuk dapat menikmati kesenangan hidup ini, yaitu menikmati benda-benda dan pengalaman-pengalaman fisik (makan, minum, tidur, rekreasi) dan bisa cepat pulih dari kelelahan. Mereka memiliki nafsu seks yang sehat, seta ada kemampuan untuk memenuhiu kebutuhan seks tersebut tanpa dibarengi oleh rasa takut dan berdosa, dan tidak pula berlebih-lebihan. Ada kemampuan dan gairah untuk bekerja, tanpa dorongan yang berlebih-lebihan, dan ia tahan menghadapai kegagalan, kerugian-kerugian dan kemalangan-kemalangan.

6. Mempunyai Pengetahuan Diri yang Cukup. Antara lain bisa menghayati motif-motif hidupnya dengan penuh kesadaran. Menyadari nafsu-nafsu dan hasratnya, cita-cita dan tujuan hidupnya yang realistis, dan bisa mebatasi ambisi-ambisi dalam batas-batas kenormalan. Juga tahu tentang segala pantangan-pantangan pribadi dan pantangan sosial. Mereka bisa melakukan kompensasi yang bersifat positif, mampu menghindari mekanisme mepertahankan diri dengan cara yang sehat, real dan tepat dan bisa menyalurkan rasa inferiornya.

7. Mempunyai Tujuan Hidup yang Adekuat. Dalam artian, tujuan hidup tersebut bisa dicapai dengan kemampuan sendiri, sebab sifatnya realistis dan wajar. Mereka juga mempunyai keuletan untuk mencapai tujuan hidupnya. Selain itu, tujuan hidup dan perbuatannya berdampak baik serta bermanfaat bagi orang lain.

8. Mempunyai Kemampuan Untuk Belajar dari Pengalaman Hidupnya. Yaitu adanya kemampuan menerima dan mengelola pengalamannya dengan cara yang fleksibel. Mereka juga memiliki kesanggupan untuk belajar secara spontan, serta bisa mengadakan evaluasi terhadap kekuatan sendiri dan situasi yang dihadapinya. Mereka akan menghindari metode-metode pelarian diri yang keliru, dan memperbaiki metode kerjanya guna mencapai kesuksesan yang lebih besar.

9. Memiliki Kemampuan untuk Bisa Memuaskan Tuntutan-tuntutan dan Kebutuhan-kebutuhan Dari kelompok dan Masyarakat Dimana Mereka Berada. Dengan memiliki kemampuan tersebut, mereka terlihat tidak terlalu berbeda dari anggota kelompok lainnya. Dengan kata lain, mereka dapat mengikuti adat, budaya, tata cara dan norma-norma yang ada di kelompok dan masyarakat.

10. Mereka Memiliki Integrasi Dalam Kepribadiannya. Mereka memiliki perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani yang utuh. Mereka bisa mengadakan asimilasi dan adaptasi terhadap perubahan sosial, dan mempunyai minat terhadap macam-macam aktifitas. Disamping itu mereka memiliki moralitas dan kesadaran yang tidak kaku dan sifatnya fleksibel terhadap kelompok dan masyarakatnya. Mereka memilikikemampuan untuk fokus. Selain itu, mereka tidak memiliki konflik-konflik yang serius di dalam dirinya sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *