Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

9 Tanda Seseorang Memberi Pengaruh Negatif pada Hidupmu

9 Tanda Seseorang Memberi Pengaruh Negatif pada Hidupmu, Menurut Psikolog
Psikologi & Kesehatan Mental

9 Tanda Seseorang Memberi Pengaruh Negatif pada Hidupmu

✦ Berdasarkan wawasan psikolog Bacaan ~8 menit Mei 2026

Waktu kecil, orang tua kita sering memperingatkan agar tidak bergaul dengan “teman yang membawa pengaruh buruk.” Ternyata, fenomena ini tidak berhenti di masa sekolah — pengaruh negatif seseorang bisa terus mengikuti kita hingga dewasa, dan seringkali jauh lebih sulit untuk dikenali.

Apa Itu “Pengaruh Negatif”?

Menurut Jackie Shiels, PsyD, psikolog di Kaiser Permanente, pengaruh negatif adalah “siapa pun yang secara konsisten memengaruhi pikiran, perilaku, emosi, atau keputusan Anda dengan cara yang menghambat kesejahteraan dan pertumbuhan diri.” Sosok ini bisa siapa saja — teman dekat, rekan kerja, bahkan anggota keluarga. Yang membuatnya berbahaya adalah cara kerjanya yang halus dan lambat, sehingga sulit disadari sampai dampaknya sudah cukup dalam.

Hubungan manusia adalah salah satu faktor paling signifikan yang membentuk siapa diri kita. Riset di bidang psikologi sosial telah lama membuktikan bahwa lingkaran pergaulan kita — orang-orang yang secara rutin kita ajak bicara, beraktivitas, dan berbagi cerita — punya kekuatan besar dalam membentuk pola pikir, kebiasaan, bahkan kesehatan mental kita.

Ketika seseorang dalam lingkaran itu secara konsisten memancarkan energi negatif, dampaknya tidak langsung terasa. Ia bekerja seperti racun yang lambat — mula-mula hanya sedikit mengganggu, lalu perlahan-lahan menggerus kepercayaan diri, motivasi, dan keseimbangan emosional kita.

9 Tanda Seseorang adalah Pengaruh Negatif

Dirangkum dari wawasan psikolog klinis dan penelitian psikologi terkemuka

1

Kamu Selalu Memperhatikan Betapa Negatifnya Mereka

Orang dengan pengaruh negatif cenderung terus mengeluh, mengkritik, dan melihat sisi terburuk dari setiap situasi. Mereka jarang — bahkan tidak pernah — merasa puas atau bersyukur atas hal-hal baik yang terjadi. Energi mereka yang terus-menerus suram dapat menular dan membuatmu tanpa sadar ikut memandang dunia dengan sudut pandang pesimis.

“Negativitas mereka yang konstan bisa menguras energimu dan membuatmu mengadopsi pola pikir yang serupa.” — Dr. Shiels, PsyD
2

Mereka Mendorongmu pada Kebiasaan Buruk

Seseorang yang memberi pengaruh negatif kerap menekan atau mengajakmu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai, kesehatan, atau integritas profesionalmu. Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka melakukan ini bahkan setelah kamu sudah menetapkan batasan yang jelas. Ini bukan sekadar “hidup spontan” — ini adalah upaya terselubung untuk menarikmu turun ke level mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dari lingkungan terdekat adalah salah satu pemicu terkuat perubahan perilaku, baik ke arah positif maupun negatif.

3

Kamu Terus Menyesali Keputusanmu

Apakah kamu sering membuat keputusan yang belakangan kamu sesali, keputusan yang ternyata dipengaruhi oleh seseorang dalam hidupmu? Dr. Shiels menjelaskan bahwa penyesalan seperti ini bisa menjadi sinyal adanya pengaruh negatif. Tanda-tandanya termasuk bertindak impulsif di momen tertentu, atau melakukan sesuatu yang terasa tidak selaras dengan nilai dan jati diri yang sebenarnya ingin kamu wujudkan.

“Penyesalan bisa menunjukkan apa yang sebenarnya kita inginkan, dan seringkali baru terasa dalam retrospeksi.” — Dr. Shiels, PsyD
4

Mereka Membuatmu Merasa Bersalah

Jika seseorang membuatmu merasa bersalah karena menetapkan batasan, membuat pilihan independen, atau memprioritaskan kesejahteraan diri sendiri, ini adalah tanda kuat adanya kecenderungan manipulatif. Rasa bersalah yang terus-menerus ditanamkan adalah salah satu alat kontrol yang paling efektif dan paling sulit dikenali karena sering terasa seperti kamu yang “terlalu egois.”

Psychology Today mencatat bahwa dalam hubungan yang menggunakan gaslighting secara konsisten, individu kerap mengembangkan kecemasan dan kehilangan kepercayaan pada persepsi diri mereka sendiri.

5

Hubunganmu dengan Orang Lain Menjadi Tegang

Pengaruh negatif dapat menciptakan konflik di hubungan personal dan profesionalmu — dengan mendorong drama, gosip, atau bahkan secara aktif memanipulasimu agar memprioritaskan mereka di atas koneksi yang lebih sehat. Sering kali, pola ini berujung pada isolasi: kamu perlahan menjauh dari teman dan keluarga yang sebenarnya mendukungmu.

“Mereka bahkan mungkin ‘menyerang’ ketika kamu mulai menetapkan batasan — itulah saat perilaku nagging dan negatif mereka muncul tiba-tiba.” — Dr. Shiels, PsyD
6

Kamu Mulai Lebih Banyak Mengkritik Diri Sendiri

Dr. Peggy Loo, PhD, direktur Manhattan Therapy Collective, mengatakan bahwa kamu mungkin mengalami peningkatan kritik diri yang tidak biasa setelah menghabiskan waktu dengan pengaruh negatif. Jika seseorang secara konsisten meremehkanmu atau memberikan saran yang tidak diminta, kamu bisa keluar dari interaksi dengan membawa lebih banyak keraguan diri dan rasa tidak aman dari sebelumnya.

Ini berbahaya karena harga diri yang rendah, menurut para peneliti psikologi sosial, adalah prediktor kuat untuk berbagai masalah kesehatan mental lainnya.

7

Pertumbuhan Pribadimu Terhenti

Orang dengan pengaruh negatif kerap meremehkan tujuan dan aspirasimu. Mereka mungkin secara aktif menghalangi pertumbuhan personal maupun profesionalmu dengan mengalihkan perhatianmu dari kemajuan yang sedang kamu buat, atau bahkan secara terang-terangan menganggap mimpi-mimpimu tidak realistis.

“Fokus mereka sering kali pada diri mereka sendiri, bukan padamu. Kurangnya dorongan mereka terhadap aspirasimu dapat menghambatmu dari mencapai potensi penuh.” — Dr. Shiels, PsyD
8

Mereka Menguras Energimu

Alih-alih menciptakan energi dan antusiasme, pengaruh negatif hanya menguras. Kamu mulai enggan bertemu dengan mereka. Saat bersamanya, kamu merasa lelah dan stres, bukan termotivasi atau bersemangat. Para psikolog menyebut tipe orang ini sebagai “energy vampire” — mereka mengambil energi positifmu tanpa memberikan apa pun yang setara kembali.

Psikolog Sherrie Bourg Carter, Psy.D. menyebut dalam Psychology Today: tanda fisik seperti ketegangan otot, sakit kepala, dan mudah tersinggung setelah bertemu seseorang adalah sinyal nyata bahwa mereka menguras energimu.

9

Kesehatan Mentalmu Mulai Terdampak

Ini adalah tanda paling serius. Selain menguras energi, pengaruh negatif dapat bertindak sebagai beban mental dan emosional yang berat. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan bersama mereka, semakin besar kemungkinan kamu mengalami peningkatan stres, kecemasan, dan keraguan diri.

“Kritik atau manipulasi mereka dapat mengikis harga dirimu seiring waktu, meninggalkanmu dalam kondisi kelelahan mental.” — Dr. Shiels, PsyD

Dampak Psikologis yang Tidak Boleh Diabaikan

Penelitian dalam psikologi klinis menunjukkan bahwa paparan kronik terhadap hubungan yang negatif dan toksik bisa meninggalkan dampak yang jauh melampaui sekadar “perasaan tidak enak.” Efeknya bisa menyentuh hampir setiap aspek kehidupan.

↑
Tingkat stres & kecemasan kronik
↓
Harga diri & kepercayaan diri
⚡
Risiko gejala menyerupai PTSD
🔒
Isolasi sosial yang progresif

Psychology Today menjelaskan bahwa hubungan toksik sangat mahir menciptakan paranoia dan ketidakpercayaan. Dalam koneksi yang secara konsisten menggunakan gaslighting — di mana satu pihak membuat pihak lain mempertanyakan realitas atau kewarasannya — individu sering mengembangkan kecemasan, depresi, dan berhenti mempercayai orang lain.

Yang membuat pengaruh negatif ini sangat berbahaya adalah bahwa hubungan ini kadang tidak terasa buruk setiap saat. Ada pola “puncak yang tinggi dan lembah yang dalam” — momen-momen menyenangkan dan hangat yang diselingi oleh episode perilaku merusak. Pola penguatan intermiten inilah yang membuat kita tetap terhubung, serupa dengan cara kerja perjudian yang membuat ketagihan.

Paparan kronik terhadap stres dari hubungan negatif juga terbukti meningkatkan kadar kortisol — hormon stres — yang dikaitkan dengan insomnia, gangguan konsentrasi, dan dalam jangka panjang, berbagai masalah kesehatan fisik. Tubuh dan pikiran kita memang tidak dapat dipisahkan.

Ada perbedaan besar antara merespons kenalan atau tetangga di mana interaksi yang lebih sedikit mungkin sangat membantu, dengan menghadapi atasan, anggota keluarga, atau seseorang yang integral dalam hidupmu. Sebelum memutuskan bagaimana menangani orang ini, carilah dukungan dari seseorang yang kamu percaya.
Dr. Peggy Loo, PhD — Direktur & Psikolog, Manhattan Therapy Collective, New York City

Cara Menghadapi Pengaruh Negatif dalam Hidupmu

  • 🌿
    Tetapkan batasan yang tegas dan konsisten. Dr. Shiels menyebutnya sebagai langkah paling penting. Tetapkan batas yang jelas tentang seberapa banyak waktu, energi, atau investasi emosional yang kamu berikan pada mereka. Ingat: rasa bersalah ketika menetapkan batasan adalah hal yang normal dan bersifat sementara.
  • 🧭
    Kenali “energy vampire” di sekitarmu. Perhatikan reaksi fisik dan emosionalmu setelah bertemu seseorang. Apakah kamu merasa lelah, cemas, atau lebih negatif dari sebelumnya? Sinyal-sinyal tubuh ini sering kali lebih jujur dari pikiran rasionalmu.
  • 💬
    Gunakan komunikasi berbasis perasaan, bukan tuduhan. Ketika perlu menyampaikan perasaan, gunakan kalimat “Aku merasa…” daripada “Kamu selalu…”. Teknik ini mengurangi defensivitas dan membuka ruang untuk dialog yang lebih konstruktif, sebagaimana disarankan para terapis.
  • 🚪
    Pertimbangkan untuk mengurangi atau mengakhiri kontak. Jika pengaruhnya sudah terlalu merusak, membatasi interaksi — atau bahkan mengakhirinya sepenuhnya — mungkin menjadi pilihan yang paling sehat. Ini bukan tindakan egois; ini adalah tindakan perlindungan diri yang sah.
  • 🧠
    Cari dukungan profesional. Terapi bukan hanya untuk krisis besar. Berbicara dengan psikolog atau konselor bisa membantumu mendapatkan perspektif yang lebih jernih tentang dinamika hubungan yang ada dan langkah apa yang paling tepat untukmu, terutama jika orang tersebut adalah bagian integral dari hidupmu seperti anggota keluarga atau atasan.
⚠️

Perlu diingat: Ada perbedaan antara merespons seseorang yang kebetulan sedang dalam masa sulit dan merespons seseorang yang secara kronis dan konsisten berdampak negatif pada kesejahteraanmu. Empati penting — tapi tidak berarti kamu harus mengorbankan kesehatanmu sendiri.

Penting juga untuk memperkuat sisi positif dalam hidupmu secara aktif. Luangkan waktu untuk orang-orang yang mengisi energimu, bukan menguras. Investasikan dirimu pada aktivitas yang membangun — olahraga, hobi, atau waktu menyendiri yang berkualitas. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa mindfulness dan meditasi dapat membantu kamu tetap terpusat dan mengurangi stres, membuatmu lebih mampu merespons negativitas dengan kepala dingin.

Perlu diingat juga: cara terbaik untuk mempengaruhi seseorang agar berubah bukan dengan menyuruh mereka “lebih positif,” tapi dengan menjadi agen perubahan itu sendiri melalui teladan dan ketegasan dalam menjaga energimu sendiri. Dan terkadang, tidak semua orang bisa atau mau berubah — dan itulah saatnya kamu harus berdamai dengan keputusan untuk menjaga jarak demi dirimu sendiri.

✓ Checklist Evaluasi Diri

  • ✓
    Setelah bersamanya, apakah kamu merasa lebih lelah atau lebih cemas?
  • ✓
    Apakah kamu sering menyesali keputusan yang dipengaruhi orang ini?
  • ✓
    Apakah hubunganmu dengan orang-orang terdekat lain menjadi tegang karena orang ini?
  • ✓
    Apakah kamu merasa lebih sering mengkritik dirimu sendiri belakangan ini?
  • ✓
    Apakah kamu merasa takut atau enggan mengungkapkan prestasi atau mimpimu kepadanya?
  • ✓
    Apakah tujuan dan pertumbuhan pribadimu terasa terhambat sejak mengenal orang ini?
  • ✓
    Apakah rasa bersalah sering muncul saat kamu memprioritaskan diri sendiri?
  • ✓
    Apakah kamu sering mendapati dirinya mendorongmu pada pilihan yang bertentangan dengan nilai-nilaimu?

Jika kamu menjawab “ya” pada empat pertanyaan atau lebih, ada baiknya mempertimbangkan kembali dinamika hubungan ini secara serius — dan mungkin mencari bantuan dari seorang profesional.

Kamu Berhak atas Hubungan yang Menumbuhkan

Mengenali pengaruh negatif dalam hidupmu bukanlah tindakan yang menghakimi orang lain. Ini adalah tindakan kesadaran diri dan perlindungan diri. Kualitas hubungan yang kamu miliki adalah salah satu faktor terbesar yang menentukan kualitas hidupmu secara keseluruhan.

Hubungan yang sehat seharusnya membuatmu merasa lebih hidup, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi — bukan sebaliknya. Kamu berhak mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang menghormati batasanmu, merayakan pertumbuhanmu, dan hadir untukmu tanpa agenda tersembunyi.

“Siapa yang mengisi cangkirmu?” — Dr. Shiels, PsyD

Referensi & Sumber

  • Parade.com — “9 Signs Someone Is a Negative Influence on You, Psychologists Warn” (2025) — Jackie Shiels, PsyD & Peggy Loo, PhD
  • Psychology Today — “5 Ways Toxic Relationships Change You” (2021)
  • Psychology Today — “How to Know if Your Relationship Is Toxic” (2024)
  • Psychology Today — “Reclaiming Your Joy: Letting Go of Toxic Relationships” (2024)
  • Psychology Today — “How to Deal with People Who Drain You” — Sherrie Bourg Carter, Psy.D.
  • Psychology Today — “What Is a Toxic Relationship?” (2021)
  • PsychCentral — “How to Set Boundaries with Toxic People” — Sharon Martin, LCSW
  • Charlie Health — “How to Deal With Negative People” (2024)
  • Therapy Group of DC — “Overcoming the Psychological Impact of Toxic Relationships” (2025)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *