Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Insecure : Baik atau buruk?

Pernahkah kalian merasa kurang dari orang lain? kurang berusaha, secara finansial, dan lain sebagainya. Jika pernah, ada kabar baik untuk kalian. Rasa insecure atau rasa ketidakamanan adalah bentuk kecemasan. Ketika seseorang merasa tidak aman tentang diri sendiri, itu karena keasyikan dengan tidak mengukur persepsi seseorang tentang orang lain, atau kegelisahan lain yang menyebabkan keraguan diri.

Ketika seseorang merasa tidak aman atau insecure, ia akan terus membandingkan dirinya dengan orang lain maupun perkataan orang lain. Insecure kerap kali erat dengan konotasi negatif. Selama ini, kita sering mendengan tentang buruknya rasa insecure. Kita harus menjaga diri kita untuk tidak insecure dan tidak perlu memikirkan perkataan orang lain. Tidak sehat jik terus menerus membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, tahukah kalian bahwa rasa insecure tersebut bisa menjadi dampak positif? jika kalian dapat mengelola rasa insecure dengan baik makan bukan kesedihan dan kecemasan yang kalian dapatkan melainkan motivasi dan kesadaran diri. Tetapi, bagaimana caranya?

Misalnya saja, anda terus membandingkan diri anda dengan si A yang bekerja lebih giat serta mendapatkan kenaikan pangkat (promosi) dari bos anda. Sedangkan, anda merasa bekerja tidak segiat si A, hanya untuk menyelesaikan pekerjaan saja, sehingga karir dan pendapatan stuck disitu saja. Anda pasti membandingkan diri anda dengan si A sehingga muncullah rasa insecure.

Anda bisa mengubah rasa insecure ini dengan memperbaiki pola pikir anda. Daripada anda berpikir, ‘ wah aku dengan dia sangat berbeda. dia terlihat lebih baik ya dalam pekerjaan. gajinya juga lebih besar ‘, ubahlah perspektif dengan berpikir, ‘ mendapat kenaikan gaji dan promosi sangat mungkin terjadi loh.. aku akan tanya tips dari si A dan aku akan menjadi lebih baik dalam pekerjaan ‘. Dengan kata lain, jadikan motivasi dan tekanan bagi anda untuk bisa berpacu maju.

Insecure tidak selamanya buruk, manusia butuh rasa insecure agar bisa berkembang.

Selamat mencoba! 🙂

 

 

Referensi

Ein-Dor, Tsachi & Mikulincer, Mario & Doron, Guy & Shaver, Phillip. (2010). The Attachment Paradox: How Can So Many of Us (the Insecure Ones) Have No Adaptive Advantages?. Perspectives on Psychological Science. 5. 123-141. 10.1177/1745691610362349.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *