Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Gangguan Kepribadian Kluster A

Sobat Psike pernah mendengar tentang gangguan kepribadian? Apakah sobat tau tentang apa itu gangguan kepribadian? Gangguan kepribadian atau personality disorder merupakan kondisi mental yang memengaruhi pikiran (kognitif), perasaan (emosional), dan perilaku seseorang. Gangguan kepribadian membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk mengatur emosi dan juga kesulitan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungan sosial atau orang lain.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DMS-V) membagi gangguan kepribadian menjadi tiga kelompok atau kluster. Setiap kluster memiliki ciri atau pembeda dari kluster-kluster lainnya. Artikel ini akan membahas gangguan kepribadian pada kluster A. Gangguan kepribadian atau personality disorders pada kluster A ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang aneh (eksentrik) dan ganjil atau tidak biasa. Gangguan kepribadian pada kluster A biasanya memiliki kecanggungan dalam berkehidupan sosial dan menarik diri dari lingkungan. Gangguan kepribadian kluster ini juga didominasi oleh pemikiran yang menyimpang.

Beberapa jenis gangguan kepribadian yang masuk di kluster A antara lain sebagai berikut:

  • Paranoid Personality Disorder

Penderita gangguan Paranoid memiliki rasa tidak percaya kepada orang lain. Penderita gangguan paranoid akan merasa mudah curiga tentang setiap perilaku yang dilakukan oleh orang lain. Mereka akan menganggap orang lain memiliki tujuan untuk menyakiti diri mereka.

  • Schizoid Personality Disorder

Penderita gangguan Schizoid mengalami kondisi dimana mereka menghindari aktivitas-aktivitas sosial dan juga kesulitan untuk menunjukkan emosinya kepada orang lain. Bagi orang awam, penderita gangguan Schizoid akan terlihat “dingin” atau “datar” pada wajahnya.

  • Schizotypal Personality Disorder

Penderita gangguan Schizotypal memiliki sedikit keinginan untuk memiliki hubungan dekat (intim), sulit mempercayai orang lain, dan mudah mengalami kecemasan sosial.

Gangguan kepribadian seringkali membuat dokter (psikiater) ataupun psikolog sulit menegakkan diagnosa. Setiap orang memiliki keunikan dalam kepribadian mereka, tentang bagaimana mereka berinteraksi dan berpikir. Jika kamu merasa bahwa dirimu atau orang terdekatmu mungkin memiliki gangguan kepribadian, penting untuk segera menemui profesional baik itu psikiater ataupun psikolog untuk menegakkan diagnosa dan memberikan bentuk penanganan yang tepat.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai gangguan kepribadian atau personality disorder pada kluster A. Semoga dapat bermanfaat bagi sobat Psike.

References:

  1. American Psychiatry Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th American Psychiatry Association
  2. Osborn, C. O. (2018). Cluster A personality disorders and traits. Diakses: https://www.healthline.com/health/cluster-a-personality-disorders.
  3. (2016). Personality disorders. Diakses: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/personality-disorders/symptoms-causes/syc-20354463.\
  4. Hoermann, S., Zupanick, C. E., & Dombeck, M. (2021). DSM-5: The ten personality disorders: Cluster A. Diakses: https://www.mentalhelp.net/personality-disorders/cluster-a/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *