Ketika menonton iklan di TV, mungkin ada beberapa iklan yang membuatmu tertarik dengan produk tersebut. Biasanya, mereka menawarkan hal-hal fantastis agar penonton mau membelinya, padahal mungkin sebenarnya produk tersebut tidak sefantastis yang diiklankan di TV. Kita, sebagai penonton, mau membeli produk tersebut karena pemikiran kita sudah terframing dengan tawaran dari iklan. Framing adalah ide pengorganisasian sentral untuk memahami peristiwa yang relevan dan menyarankan apa yang dipermasalahkan. Lalu, sebenarnya, framing ini seperti apa? Mari kita simak pembahasannya lebih lanjut!
Definisi Framing Effect dan Message Framing
Framing effect dapat digambarkan sebagai bias kognitif di mana pilihan individu dari serangkaian opsi lebih dipengaruhi oleh presentasi daripada substansi informasi terkait. Penonjolan fitur tertentu di atas yang lain, serta konotasi positif atau negatif yang berkaitan dengan informasi, lebih mungkin diperlihatkan daripada informasi yang sebenarnya untuk menentukan respons penerima.
Framing effect dapat terjadi karena adanya message framing. Message framing adalah strategi komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi penilaian, sikap, dan perilaku melalui daya tarik yang setara, yang dibingkai sebagai manfaat yang diperoleh atau konsekuensi yang ditimbulkan dari membeli suatu produk (Levin et al., 1998). Message framing yang negatif menekankan konsekuensi yang tidak diinginkan dari penolakan untuk membeli produk atau layanan, sedangkan message framing yang positif menekankan keuntungan atau manfaat yang diinginkan dari membeli produk atau layanan.
Contoh dari message framing yang negatif adalah iklan yang menyampaikan bahwa produk yang diiklankan bersifat limited edition dan konsumen akan menyesal jika tidak segera membelinya, sedangkan contoh dari message framing yang positif adalah iklan yang menyampaikan bahwa produk yang diiklankan mengandung bahan-bahan yang baik digunakan untuk tubuh.
Menurut teori prospek, individu lebih cenderung menginginkan risiko ketika informasi dibingkai secara negatif, tetapi berusaha menghindari risiko ketika informasi dibingkai secara positif. Sehingga mereka akan lebih memilih produk dengan message framing yang negatif daripada message framing yang positif.
Contoh Framing Effect
Framing effect sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat akan membeli suatu produk, misalnya:
- Saat mencari disinfektan, kamu akan memilih produk yang mengklaim dapat membunuh 95% dari semua kuman, daripada produk yang mengklaim bahwa 5% kuman akan bertahan.
- Kamu merasa khawatir tentang kadar gula darah yang berada di dalam tubuhmu, maka kamu akan memilih cokelat yang mengklaim ‘90% bebas gula’ daripada yang ‘10% gula.’
- Kamu diminta untuk memutuskan antara dua mata kuliah pilihan (X dan Y) untuk semester terakhir di perkuliahan, sedangkan kamu ingin bertekad untuk mempertahankan IPKmu. Lalu kamu berbicara dengan dosen dari kedua kelas. Pilihan pertama menyatakan bahwa 20% siswa mendapatkan A di mata kuliah X, sementara pilihan kedua menyatakan bahwa 80% siswa gagal mendapatkan A di mata kuliah Y. Kemudian kamu akan memilih mata kuliah X daripada mata kuliah Y.
- Sebuah berita menayangkan bahwa kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 1000 orang, tetapi angka kesembuhannya meningkat sebanyak 2000 orang. Hal tersebut membuat masyarakat menjadi merasa aman karena angka kesembuhan lebih tinggi dari angka kasus positif.
Faktor Penyebab Framing Effect
- Menghindari kerugian. Ketika individu ingin menghindari kerugian yang pasti, mereka akan mencari opsi dan informasi dengan keuntungan tertentu. Cara sesuatu diframing dapat memengaruhi kepastian kita bahwa hal itu akan mendatangkan untung atau rugi.
- Otak menggunakan shortcut untuk membuat keputusan. Memproses dan mengevaluasi informasi membutuhkan waktu dan energi. Untuk membuat proses ini lebih efisien, pikiran kita sering menggunakan jalan pintas atau “heuristik.” Ketersediaan dan pengaruh heuristik dapat berkontribusi pada framing effect.
Dampak Positif dan Negatif dari Framing Effect
Framing effect dapat memberikan dampak yang positif juga negatif dalam hidup kita. Framing effect dapat mengganggu pengambilan keputusan kita dengan menyoroti informasi yang buruk atau pilihan yang lebih sedikit. Dengan kata lain, menilai berlebihan bagaimana sesuatu dikatakan dapat menyebabkan kita meremehkan apa yang dikatakan, yang biasanya lebih penting.
Namun, kita juga harus mewaspadai efek ini karena dapat dimanfaatkan untuk keuntungan kita, jika kita bertindak sebagai pemberi pesan. Dengan memahami bahwa orang dipengaruhi oleh pembingkaian dapat membuat kita fokus pada bagaimana kita menyajikan informasi yang kita inginkan agar diterima oleh orang lain.
Cara Menghindari Framing Effect
Framing effect dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Terlebih karena framing effect membuat kita sulit membuta keputusan secara otonomi. Oleh karena itu, dalam beberapa hal, framing effect ini perlu dihindari. Cara menghindari framing effect dapat dilakukan seperti berikut ini:
- Periksa dengan cermat informasi pada iklan, dan lihat setiap informasi dengan detail. Biasanya, informasi detail dalam sebuah produk tidak akan dihighlight untuk mengoceh konsumen.
- Ketika disajikan sebuah fakta dengan konotasi negatif atau positif, cobalah untuk merumuskan ulang untuk menghasilkan konotasi yang berlawanan sebelum memutuskan.
- Sebelum memilih dari berbagai opsi, teliti dan dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang setiap opsi dari beragam sumber, cari evaluasi kritis dan ramah dari setiap opsi.
Referensi:
Nelson, T. E., Oxley, Z. M., & Clawson, R. A. (1997). Toward a psychology of framing effects. Political behavior, 19(3), 221-246.
Prera, A (2021). Framing effect. Retrieved from https://www.simplypsychology.org/framing-effect.htm.
Shan, L., Diao, H., & Wu, L. (2020). Influence of the Framing Effect, Anchoring Effect, and Knowledge on Consumers’ Attitude and Purchase Intention of Organic Food. Frontiers in Psychology, 11, 2022. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.02022
The Desicion Lab. Why do our decisions depend on how options are presented to us? Retrieved from https://thedecisionlab.com/biases/framing-effect/