Apa yang akan anda rasakan ketika melihat rumah anda tampak berantakan? Pakaian kotor menumpuk, piring-piring yang perlu di cuci, sofa berdebu, sampah menumpuk. Tentu saja tidak nyaman bukan? Selain tidak nyaman dipandang oleh mata, lingkungan yang berantakan jika dibiarkan terus menerus berantakan akan membawa dampak negatif bagi tubuh dan pikiran.
Beberapa dari kita mungkin adalah seseorang yang cukup gemar membeli barang-barang yang bahkan kadang itu tidak terlalu diperlukan. Selain akan memenuhi lingkungan rumah, jika penataannya tidak rapi lama kelamaan- akan membawa dampak buruk bagi kita. Menyingkirkan barang yang tidak terlalu dibutuhkan tetapi memiliki kenangan tentu saja akan sulit bagi kita, karena bisa saja barang tersebut memang memiliki kenangan.
Dalam buku karya Marie Kondo berjudul The Life Changing Magic Of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering menjelaskan bahwa kekacauan dalam penataan barang serta ruangan dapat membawa dampak buruk seperti ketidakbahagiaan, stres bahkan depresi.
Clutter atau dalam bahasa Indonesia berarti kekacauan dapat diartikan sebagai keadaan tidak rapi yang berkaitan dengan objek, dan dikaitkan dengan kondisi kebingungan. Berdasarkan definisinya clutter memang sangat berkaitan dengan objek, tetapi Eleanor Brownn seorang Self Care Coach menjelaskan bahwa clutter bisa juga meliputi kekacauan seperti toxic relationship dan keiasaan buruk, kekacauan adalah segala sesuatu yang tidak memberikan manfaat baik pada diri sendiri. Beberapa bentuk kekacauan.
Dampak Kekacauan (clutter) Terhadap Kesehatan Mental
Kekacauan dapat menyebabkan meningkatnya tingkat stres dan penurunan energi. Clutter bisa memberikan kesulitan bagi kita untuk menyelesaikan suatu hal. Misalnya ketika kita sibuk untuk mencari benda yang terselip di dalam rumah namun tidak kunjung menemukannya tentu saja ini akan membuat stres dan menghabiskan waktu. Lingkungan rumah harus menjadi lingkungan yang nyaman karena kita tinggal di dalamnya. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata akan memberikan ketenangan pada pikiran kita terutama ketika kita sedang lelah. Kekacauan dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan sosial anda juga, ketika terlalu banyak barang yang ada di dalam rumah akan mempersempit ruangan anda sehingga akan kesulitan untuk bisa bersantai di tempat atau ruangan yang terbatas. Selain itu, karena kondisi rumah yang tidak tertata dengan baik mungkin akan membuat kita malu untuk mengundang orang lain datang ke rumah. Terlalu sering melakukan hal tersebut tentunya akan dapat menimbulkan perasaan kesepian.
Kekacauan yang terus menerus dipelihara akan dapat meningkatkan resiko kondisi yang serius yaitu Hoarding Disorder. Hoarding Disorder adalah kondisi dimana individu akan terus menerus mengumpulkan atau menimbun berbagai macam benda tanpa penataan yang baik sehingga menyebabkan lingkungan mereka berantakan dan bahkan bisa membahayakan mereka sendiri.
Tips Mengatasi Kekacauan (clutter)
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani kekacauan yang ada dalam lingkungan anda:
1.Bertanya Pada Diri Sendiri
Sebelum anda memutuskan untuk membereskan segala kekacauan yang ada di dalam rumah anda, ada baiknya untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri misalnya seperti ini:
“ Hal-hal apa saja yang berguna bagi saya saat ini dan apa yang tidak?”
“ Apakah terlalu banyak barang membuat saya merasa sesak dan tidak nyaman?”
“ Apa langkah pertama yang harus saya lakukan untuk membereskan semua ini?”
“ Apakah saya bisa memberikan barang-barang yang saya anggap tidak berguna kepada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan, jika ya kepada siapa?”
Tanyakan hal-hal di atas sebelum anda memtuskan untuk menata ulang ruangan anda agar setiap keputusan yang anda ambil tidak akan membawa penyesalan pada akhirnya.
2.Memilah Barang Dengan Bijak
Pakaian yang sudah tidak dipakai atau tidak muat, sepatu yang terlalu sempit dan barang-barang furnitur yang memakan terlalu banyak ruang mungkin sudah tidak anda butuhkan. Pertimbangkan untuk memberikannya kepada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan atau menjualnya.
3.Menata Barang Sesuai Dengan Jenisnya
Penting untuk membuat barang-barang anda tertata dengan rapi. Misalkan, tata pakaian anda sesuai dengan kebutuhan untuk acara formal, sehari-hari dan yang lainnya. Menata barang dengan terorganisir berdasarkan jenisnya akan memudahkan anda untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhan pada saat itu.
4.Berhenti Membeli Barang Yang Tidak Terlalu Dibutuhkan
Pertimbangan dengan seksama ketika anda ingin membeli barang, apakah itu berdasarkan kebutuhan atau hanya keinginan semata anda saja. Selain untuk mengurangi penimbunan barang, selektif dalam membeli akan membantu anda berhemat dan mengelola keuangan dengan bijak.
5.Membersihkan Lingkungan Rumah Secara Rutin
Jadikan bersih-bersih sebagai kebiasaan anda setiap hari. Tidak perlu waktu yang cukup lama, misalkan 20 menit setiap hari untuk menyapu dan membersihkan debu dalam rumah dan barang-barang anda akan membuat lingkungan tempat tinggal tampak nyaman dan tentu saja sehat.
6.Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kekacauan tidak hanya meliputi objek tetapi juga pikiran. Selain memperhatikan lingkungan rumah anda, menjaga pikiran tetap stabil adalah hal yang penting. Terapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, konsumsi makanan yang sehat, dan bangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain akan membantu anda untuk bisa hidup lebih sejahtera secara mental dan fisik.
Itu adalah penjelasan singkat tetang clutter atau kekacauan. Setelah membaca artikel ini apakah anda tertarik untuk merubah kebiasaan menjadi lebih baik?
Referensi:
1.Nakao T, Kanba S. Pathophysiology and treatment of hoarding disorder. Psychiatry Clin Neurosci. 2019;73(7):370-375. doi:10.1111/pcn.12853
2.Cho A. The Basic Principles of Feng Shui. The Spruce. Updated January 26, 2021.
3.Norton M., Dunn E. Happy Money: The Science of Smart Spending. Later Printing Edition. Simon and Schuster; 2013.
4.https://www.verywellmind.com/decluttering-our-house-to-cleanse-our-minds-5101511