Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Suka Dengerin Lagu Sedih? Ternyata Ada Manfaatnya, Loh!

Musik dan emosi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kita dapat merasakan berbagai sensasi emosi ketika mendengarkan musik. Menurut Paul J. Silvia, keajaiban musik dalam membentuk emosi manusia itulah yang menjadi alasan utama kebanyakan manusia menikmati kegiatan mendengarkan musik dalam kehidupan sehari-hari. Jenis musik yang berbeda dapat memberikan sensasi emosi yang berbeda pula. Beberapa jenis musik dapat membuat kita merasakan euforia, kebahagiaan dan termotivasi sementara yang lain membuat kita merasa emosional dan tersentuh.

Dikutip dari Rinanda Shaleha, secara ilmiah, manusia memproses, mengalami, dan merespon musik secara kompleks yang membutuhkan integrasi sensorik, motorik, atensi, emosi dan proses memori. Melalui pemrosesan di dalam otak, musik kemudian mempengaruhi bagaimana manusia merasa, berpikir, dan berperilaku.

Mengutip dari Hunter, ketika seseorang merasa sedih, ia akan cenderung memilih untuk mendengarkan musik bertempo cepat dengan nada mayor untuk memperbaiki atau meningkatkan mood mereka. Namun ada juga kelompok orang yang lebih senang mendengarkan lagu sedih untuk meningkatkan mood mereka. Menurut penelitian, Chen, Zhou dan Bryant pada 2011, mereka yang memilih untuk mendengarkan lagu sedih mengungkapkan bahwa mereka menikmati keadaannya selama mendengarkan lagu sedih yang kemudian menyebabkan mereka merasa termotivasi untuk bangkit kembali dari kesedihan. Hal ini bukan tanpa alasan. Menurut Huron lagu sedih dapat memicu hormon Prolactin yang berhubungan dengan tangisan atau rasa sedih. Huron secara lebih lanjut menjelaskan bahwa lagu sedih menyebabkan otak melepaskan hormon Prolactin sehingga menghasilkan perasaan tenang. Kawura juga menyatakan bahwa mendengarkan lagu sedih dapat membantu pendengarnya melepaskan emosi yang negatif yang dirasakan.

Jadi, tidak selamanya kan mendengarkan lagu sedih itu buruk?

Sumber:

  1. Cotter, K. N.; Silvia, P. J., Fayn, K. (2018). What does feeling like crying when listening to music feel like? Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, 12(2), 216-227.
  2. https://www.psychologytoday.com/us/blog/science-choice/201905/6-reasons-why-we-enjoy-listening-sad-music

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *